Roket Hezbollah dan Serangan Udara Israel Kembali Guncang

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan baru di perbatasan. Hezbollah meluncurkan roket ke Israel sementara serangan udara Israel menghantam area dekat Beirut, menguji kesepakatan damai usulan AS. Dok: Istimewa.

Ketegangan baru di perbatasan. Hezbollah meluncurkan roket ke Israel sementara serangan udara Israel menghantam area dekat Beirut, menguji kesepakatan damai usulan AS. Dok: Istimewa.

BEIRUT, POSNEWS.CO.ID – Konflik bersenjata antara militer Israel dan kelompok milisi Hezbollah kembali memanas secara drastis pada hari Rabu. Hal ini terjadi setelah kedua belah pihak saling meluncurkan serangan udara lintas batas secara masif.

Militer Israel mengeklaim sukses mencegat dua roket yang melintas dari arah Lebanon selatan. Meskipun begitu, Hezbollah menegaskan bahwa serangan roket tersebut menyasar posisi pasukan darat Israel secara presisi.

Serangan Drone Israel Dekat Beirut

Sementara itu, serangan pesawat tanpa awak (drone) Israel menghantam sebuah mobil di jalur pantai wilayah Khalde. Secara spesifik, lokasi ledakan tersebut hanya berjarak beberapa kilometer di sebelah selatan ibu kota Beirut.

Insiden maut ini menandai serangan militer terdekat dari Beirut sejak kesepakatan damai pekan lalu. Akibatnya, peristiwa tersebut langsung memicu kekhawatiran mengenai kegagalan total proses diplomasi.

Selain itu, serangan udara Israel di dekat kota Tyre juga menewaskan enam warga sipil. Bahkan, tembakan artileri Israel turut menewaskan dua petugas medis dan seorang tentara nasional Lebanon.

Desakan Gencatan Senjata dan Peran Iran

Presiden AS Donald Trump sebelumnya berupaya keras meredam pertempuran guna melindungi draf damai perang Iran. Sebab, Iran menuntut penghentian total serangan Israel di Lebanon sebagai syarat mutlak perdamaian.

Baca Juga :  Kampung Mauka Deiyai Papua Tengah Dibakar, 18 Rumah dan Kantor Pemerintah Hangus

Namun, militer Israel justru mengeluarkan perintah evakuasi baru bagi warga di enam desa selatan. Oleh sebab itu, ribuan warga sipil kembali melarikan diri untuk menghindari zona pertempuran aktif.

Di sisi lain, delegasi Lebanon dan Israel tetap melanjutkan pertemuan hari kedua di Washington. Dengan demikian, para negosiator kini berpacu dengan waktu untuk merumuskan rencana aksi keamanan nasional yang mandiri.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal
BIGBANG Resmi Umumkan Jadwal Tur Dunia

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:52 WIB

Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok

Berita Terbaru