Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK, Diperiksa Intensif dalam OTT Imigrasi Jakbar

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim. (Posnews/Net)

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim. (Posnews/Net)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memeriksa Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim terkait operasi tangkap tangan (OTT) dugaan korupsi di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat.

Hingga Kamis (4/6/2026) pagi, pemeriksaan terhadap mantan Direktur Jenderal Imigrasi tersebut masih berlangsung.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik terus mendalami keterangan Silmy untuk mengungkap konstruksi perkara yang menyeret sejumlah pejabat dan pihak swasta dalam operasi senyap tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sampai pagi pemeriksaan masih berlangsung,” kata Budi kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).

Silmy Karim Datangi KPK Setelah Diminta Kooperatif

Sebelumnya, KPK sempat menelusuri keberadaan Silmy Karim setelah menggelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat pada Rabu (3/6/2026).

Penyidik mendeteksi keberadaan Silmy di Jakarta dan meminta yang bersangkutan bersikap kooperatif dengan memenuhi panggilan pemeriksaan.

Pada Rabu malam, Silmy akhirnya mendatangi Gedung Merah Putih KPK untuk memberikan keterangan.

Baca Juga :  Irjen Pol Ruddi Setiawan, Jenderal Humanis Segudang Prestasi dan Rekam Jejak Gemilang

Ia tiba mengenakan kemeja abu-abu dan langsung menuju area registrasi sebelum menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

Saat dicecar pertanyaan wartawan mengenai alasan baru mendatangi KPK, Silmy hanya memberikan jawaban singkat.

“Ya gini aja, menyelesaikan agenda,” ujarnya.

KPK Amankan 17 Orang dalam OTT Imigrasi Jakarta Barat

Dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK mengamankan 17 orang yang terdiri atas penyelenggara negara dan pihak swasta.

Dari jumlah itu, terdapat sejumlah pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi yang diduga terkait praktik korupsi dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA).

KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa kendaraan, uang tunai dalam mata uang asing dolar Amerika Serikat (USD) dan dolar Singapura (SGD), serta logam mulia yang diduga berkaitan dengan perkara.

Selain itu, penyidik turut mengamankan mantan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi periode 2024–2025, Safar M. Godam, serta sejumlah pejabat imigrasi lainnya dari Jakarta, Jawa Barat, dan Bali.

Baca Juga :  Bareskrim Ringkus Otak Penyerangan yang Tewaskan Tiga Polisi Katingan

Status Hukum Diumumkan Hari Ini

Sesuai ketentuan hukum, KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam OTT.

Karena itu, publik kini menunggu hasil gelar perkara yang digelar KPK untuk menentukan siapa saja yang akan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi layanan keimigrasian tersebut.

Budi memastikan KPK akan mengumumkan hasil pemeriksaan dan status hukum para pihak yang diamankan setelah proses penyelidikan awal rampung.

“Nanti disampaikan ya,” kata Budi.

Kasus ini menambah daftar operasi penindakan KPK di sektor pelayanan publik.

Penyidik kini mendalami dugaan praktik suap, gratifikasi, atau bentuk tindak pidana korupsi lain yang berkaitan dengan pengurusan dokumen keimigrasian dan izin tinggal WNA di Indonesia. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

79 Kampus Digandeng Polri, 31 Sudah Punya Pusat Studi Kepolisian
Warteg Tambora Meledak, Suherman Luka Bakar Saat Ganti Tabung LPG
Dugaan Mafia Tanah PTSL Bojonggede, Polisi Sita Dokumen dan Komputer
6 Orang Jadi Tersangka, Bareskrim Bongkar Live Streaming Pornografi
Proyeksi Harga CPO Indonesia 2026 Berpotensi Naik
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Abu Vulkanik Mengarah ke Barat Laut
SAR Perluas Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Arus Jadi Kendala
Maulid Nabi di Mabes Polri, Wakapolri Dedi: Saat Rakyat Diuji, Polisi Harus Hadir

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 19:16 WIB

79 Kampus Digandeng Polri, 31 Sudah Punya Pusat Studi Kepolisian

Rabu, 9 September 2026 - 18:28 WIB

Warteg Tambora Meledak, Suherman Luka Bakar Saat Ganti Tabung LPG

Rabu, 9 September 2026 - 18:07 WIB

Dugaan Mafia Tanah PTSL Bojonggede, Polisi Sita Dokumen dan Komputer

Rabu, 9 September 2026 - 11:27 WIB

6 Orang Jadi Tersangka, Bareskrim Bongkar Live Streaming Pornografi

Rabu, 9 September 2026 - 10:00 WIB

Proyeksi Harga CPO Indonesia 2026 Berpotensi Naik

Berita Terbaru

Kondisi truk boks dan truk tronton setelah kecelakaan maut di Tol Sergai. (Posnews/Ist)

DAERAH

Truk Boks Hantam Tronton di Tol Sergai, Tiga Orang Tewas

Kamis, 10 Sep 2026 - 06:30 WIB

Ilustrasi, Prakiraan cuaca Jabodetabek Kamis 10 September 2026.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Jabodetabek Kamis Diprediksi Panas, Bogor dan Depok Waspada Hujan

Kamis, 10 Sep 2026 - 06:19 WIB