JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan setelah muncul kasus keracunan massal. Pemerintah langsung ambil langkah tegas.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah ditutup sementara untuk evaluasi dan investigasi menyeluruh.
Langkah ini diumumkan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) usai Rapat Koordinasi Penanggulangan KLB MBG di Kantor Kementerian Kesehatan, Minggu (28/9/2025).
“SPPG yang bermasalah ditutup sementara, dilakukan evaluasi dan investigasi,” tegas Zulhas di hadapan wartawan.
Fokus ke Juru Masak dan Sanitasi
Meski belum menyebut jumlah SPPG yang ditutup, Zulhas memastikan evaluasi difokuskan pada kedisiplinan juru masak dan kualitas pengolahan makanan.
Pemerintah juga mewajibkan sterilisasi alat makan serta perbaikan alur sanitasi, mulai dari air bersih hingga pembuangan limbah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Seluruh SPPG wajib mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Tanpa itu, dapur tidak boleh beroperasi,” tegas Zulhas.
Baru 34 Dapur Punya SLHS
Data Kantor Staf Kepresidenan (KSP) bikin publik geleng kepala. Dari 8.549 dapur MBG di seluruh Indonesia, hanya 34 dapur yang sudah mengantongi SLHS. Artinya, ribuan dapur lain masih rawan dan tidak memenuhi standar sanitasi.
Padahal, SLHS adalah sertifikat resmi dari dinas kesehatan yang menjamin kebersihan dapur, alat masak, hingga keamanan makanan.
Tanpa itu, makanan berpotensi membawa penyakit dan keracunan massal.
Rakor darurat ini juga dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala KSP M. Qodari, serta Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. (red)





















