BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Presiden China Xi Jinping menyerukan perluasan skala kerja sama sektor gas alam dengan Turkmenistan pada Rabu. Pertemuan tingkat tinggi di Beijing ini menegaskan posisi Turkmenistan sebagai mitra energi paling tepercaya China di Asia Tengah.
Xi Jinping menekankan pentingnya peningkatan level perdagangan dan investasi. Hal ini bertujuan untuk menghadapi dinamika global yang kian kompleks. Kunjungan Gurbanguly Berdimuhamedov bertepatan dengan keberhasilan “Dua Sesi” China. Sidang tersebut baru saja menyetujui cetak biru pembangunan nasional lima tahun ke depan.
Gas Alam dan Implementasi Rencana Lima Tahun ke-15
Dalam pembicaraan tersebut, Xi mengungkapkan persetujuan garis besar Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030). Rencana ini meletakkan fondasi kuat bagi modernisasi sosialis China. Implementasi rencana tersebut menjanjikan peluang pembangunan luas bagi negara mitra, termasuk Turkmenistan.
Oleh karena itu, gas alam tetap menjadi pilar utama kemitraan strategis ini. China berkomitmen menyerap lebih banyak pasokan energi dari Turkmenistan. Langkah ini mendukung kebutuhan industri domestik China yang kian berkembang. Sebagai imbalannya, China menjamin dukungan penuh terhadap kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas wilayah Turkmenistan.
Ekspansi ke Sektor AI dan Ekonomi Digital
Selain sektor migas, Xi Jinping mendorong perluasan kerja sama bidang non-sumber daya. China mengajak Turkmenistan berkolaborasi dalam konektivitas, pertanian, kecerdasan buatan (AI), ekonomi digital, dan energi bersih. Kedua pihak sepakat mempercepat penyelarasan Inisiatif Sabuk dan Jalan dengan strategi nasional Turkmenistan.
Kolaborasi ini juga menyentuh aspek sosial dan budaya. Mereka membentuk “Luban Workshops”, pusat pengobatan tradisional, dan pusat kebudayaan. Langkah ini bertujuan mempererat hubungan antar-masyarakat. China juga mentransfer keahlian teknologi tinggi ke wilayah Asia Tengah.
Melawan “Tiga Kekuatan Jahat” dan Multilateralisme Sejati
Di bidang keamanan, Xi Jinping menyerukan tindakan tegas untuk melawan “tiga kekuatan jahat”. Hal ini mencakup terorisme, ekstremisme, dan separatisme. Stabilitas keamanan perbatasan menjadi syarat mutlak bagi keberlangsungan proyek infrastruktur strategis kedua negara. Kedua negara terus memperketat koordinasi militer dan intelijen demi lingkungan pembangunan yang aman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdimuhamedov menyatakan dukungannya terhadap empat inisiatif global dari Xi Jinping. Ia menegaskan kesetiaan Turkmenistan pada prinsip “Satu China”. Ia juga mengapresiasi posisi adil China dalam urusan internasional. Kedua pemimpin sepakat terus membela otoritas PBB. Mereka juga mempraktikkan multilateralisme sejati di tengah tantangan global 2026.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia




















