2,6 Ton Sabu Cair Nyaris Jadi 2,8 Juta Vape! Sindikat Narkoba Dibungkam di Kepri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan BNN, Bea Cukai, dan Polda Kepri mengungkap penyelundupan 2,6 ton sabu cair di perairan Kepulauan Riau. (Posnews/Bea Cukai)

Petugas gabungan BNN, Bea Cukai, dan Polda Kepri mengungkap penyelundupan 2,6 ton sabu cair di perairan Kepulauan Riau. (Posnews/Bea Cukai)

BATAM, POSNEWS.CO.ID – Jalur laut kembali menjadi sasaran sindikat narkoba internasional.

Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, dan Polda Kepulauan Riau menggagalkan penyelundupan sekitar 2,6 ton methamphetamine atau sabu cair yang dibawa kapal MV Ocean Porter.

Pengungkapan besar ini menjadi peringatan keras bahwa jaringan narkoba terus mencari celah untuk memasukkan barang haram ke Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, aparat memperketat pengawasan jalur laut sekaligus membongkar jaringan di balik pengiriman tersebut.

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Djamari Chaniago menegaskan Indonesia tidak boleh berubah menjadi tempat transit, penyimpanan, apalagi pasar bagi jaringan narkoba.

“Indonesia tidak boleh menjadi tempat transit, tempat penyimpanan, dan pasar jaringan narkoba.”

Pernyataan tersebut disampaikan Djamari saat konferensi pers di Batam, Jumat (21/8/2026).

Sabu Cair Disembunyikan di Kapal

Petugas mencegat MV Ocean Porter pada Senin (17/8/2026). Kapal berbendera Tanzania itu kemudian ditarik ke Pelabuhan Pangkalan Bea Cukai Karimun untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh.

Dalam pemeriksaan, petugas menggunakan K9, backscatter, TruNarc, dan narkotest. Hasilnya, aparat menemukan narkotika cair yang diduga methamphetamine di dalam delapan drum dan satu tangki air.

Baca Juga :  Buron Narkoba Koh Erwin Dibekuk Bareskrim Polri di Perairan Asahan, Nyaris Lolos ke Malaysia

Modus penyamaran juga terungkap. Kapal tersebut sebelumnya menggunakan nama MV Rain Maker, kemudian berlayar dengan identitas MV Ocean Porter.

Polisi dan petugas terkait masih mendalami perubahan identitas tersebut serta jaringan yang mengendalikan pengiriman.

Selain narkotika, petugas menemukan 157 kotak rokok tanpa pita cukai yang diduga berasal dari China.

Sebanyak 10 awak kapal berkewarganegaraan Myanmar turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Potensi 2,8 Juta Cartridge Vape Narkotika

Besarnya barang bukti membuat kasus ini bukan sekadar penyelundupan narkoba biasa. BNN menghitung 2,6 ton narkotika cair tersebut berpotensi diolah menjadi sekitar 2,8 juta cartridge vape narkotika.

Dengan asumsi harga pasar gelap Rp8 juta per cartridge, nilai peredaran yang berpotensi digagalkan mencapai sekitar Rp8,48 triliun.

Artinya, pengungkapan ini bukan hanya menggagalkan satu pengiriman.

Aparat sekaligus memutus potensi peredaran narkoba dalam jumlah sangat besar yang dapat menyasar masyarakat melalui produk vape.

Indonesia Didorong Tak Jadi Pasar Narkoba

Djamari menilai keberhasilan operasi gabungan tersebut menunjukkan bahwa aparat tidak boleh lengah menghadapi kejahatan transnasional.

Menurutnya, sindikat narkoba memiliki jaringan lintas negara dan terus mencari metode baru untuk menyelundupkan barang haram.

Baca Juga :  Bandar Sabu Aek Kanopan Masuk DPO BNN, Wawan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba Labura

Oleh sebab itu, kerja sama BNN, Bea Cukai, Polri, serta jaringan penegakan hukum internasional menjadi semakin penting.

Sementara itu, Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menilai pengungkapan 2,6 ton narkotika tersebut memiliki dampak besar terhadap upaya perlindungan masyarakat.

“Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut penyelamatan nyawa manusia dalam skala masif,” kata Suyudi.

Jalur Laut Jadi Perhatian Serius

Pengungkapan tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa ancaman narkoba kini semakin beragam.

Sindikat tidak hanya mengandalkan paket kecil atau jalur darat, tetapi juga memanfaatkan kapal dan jalur laut untuk mengirim bahan narkotika dalam jumlah besar.

Karena itu, pengawasan perbatasan dan jalur laut harus terus diperkuat. Di sisi lain, masyarakat juga perlu memahami bahwa produk vape tidak otomatis aman.

Vape yang mengandung zat narkotika tetap merupakan ancaman serius bagi kesehatan dan dapat berujung pada persoalan hukum.

Kini, aparat masih mendalami asal, tujuan, serta pihak yang berada di balik pengiriman tersebut.

Perburuan jaringan narkoba belum berhenti setelah kapal diamankan karena aktor utama di balik penyelundupan masih harus diungkap hingga tuntas. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga
Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau
Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati
Nelayan Masuk Zona Bahaya Anak Krakatau, Polisi Perketat Patroli 3 Km
Bocah 12 Tahun Tewas Dicekik Tetangga Gara-Gara HP
Cemburu Liat Chat Berujung Maut! Mozza Dibekap 7 Menit hingga Tewas

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:13 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama

Minggu, 6 September 2026 - 16:50 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga

Minggu, 6 September 2026 - 16:39 WIB

Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 15:46 WIB

Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati

Minggu, 6 September 2026 - 15:34 WIB

Nelayan Masuk Zona Bahaya Anak Krakatau, Polisi Perketat Patroli 3 Km

Berita Terbaru

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB