DEPOK, POSNEWS.CO.ID – Aksi tawuran remaja kembali mengancam keselamatan warga.
Kali ini, bentrokan antarkelompok nyaris pecah di kawasan Pasar Pal, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, pada Minggu (12/7/2026) dini hari.
Beruntung, patroli Polda Metro Jaya bergerak cepat sehingga bentrokan berhasil digagalkan sebelum menimbulkan korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan dua pemuda berinisial F dan R. Petugas juga menyita tujuh bilah celurit, satu senapan angin, serta satu airsoft gun jenis revolver yang diduga akan digunakan dalam aksi kekerasan.
Patroli Blue Light Bergerak Cepat Usai Terima Laporan Warga
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula saat personel Unit IV Seksi Turjawali Subdirektorat Gasum Direktorat Samapta Polda Metro Jaya menggelar patroli blue light untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, termasuk pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor (3C), dan tawuran.
Sekitar pukul 02.45 WIB, petugas menerima laporan warga mengenai adanya sekelompok remaja yang terlibat tawuran di sekitar Pasar Pal.
Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi langsung menuju lokasi.
Setibanya sekitar pukul 03.00 WIB, petugas berhasil menguasai situasi dan mengamankan dua pemuda yang diduga terlibat dalam bentrokan.
Polisi Sita Celurit, Senapan Angin, dan Airsoft Gun
Saat melakukan penyisiran di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang berbahaya yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran.
Barang bukti yang diamankan meliputi:
- Tujuh bilah senjata tajam jenis celurit.
- Satu senapan angin.
- Satu airsoft gun model revolver.
Seluruh barang bukti bersama kedua pemuda langsung diserahkan ke Polres Metro Depok untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Penyidik kini mendalami asal-usul senjata, motif tawuran, serta kemungkinan keterlibatan pelaku lain.
Tawuran Remaja Kian Memprihatinkan, Orang Tua Diminta Lebih Waspada
Maraknya tawuran yang melibatkan remaja kembali menjadi perhatian aparat kepolisian. Selain membahayakan pelaku, aksi tersebut juga mengancam keselamatan masyarakat yang melintas di lokasi kejadian.
Karena itu, Kombes Pol Budi Hermanto mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hingga dini hari.
Pengawasan keluarga dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah anak terlibat dalam aksi kekerasan jalanan.
Di sisi lain, masyarakat diminta segera melaporkan setiap indikasi tawuran atau gangguan keamanan melalui layanan darurat Polri 110 agar petugas dapat merespons dengan cepat.
Polisi menegaskan akan terus meningkatkan patroli rutin di wilayah rawan sebagai upaya menekan angka tawuran dan menciptakan situasi keamanan yang kondusif di wilayah hukum Polda Metro Jaya. **
Editor : Hadwan













