Angin Puting Beliung Terjang Pati, 33 Rumah Warga Rusak Parah – Warga Panik Berhamburan

Sabtu, 27 Desember 2025 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bersama warga, TNI, Polri, dan BPBD Kabupaten Pati langsung menggelar kerja bakti untuk memperbaiki rumah-rumah yang terdampak.(Posnews/Net)

Bersama warga, TNI, Polri, dan BPBD Kabupaten Pati langsung menggelar kerja bakti untuk memperbaiki rumah-rumah yang terdampak.(Posnews/Net)

PATI, POSNEWS.CO.ID – Angin puting beliung mengamuk dan menghantam Desa Gebang, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Akibatnya, puluhan rumah warga rusak parah, membuat suasana desa mendadak panik dan mencekam.

Peristiwa terjadi secara tiba-tiba. Angin kencang berputar disertai suara menggelegar menyapu permukiman warga. Seketika, genteng beterbangan dan atap rumah beterbangan.

Warga yang tengah beristirahat usai bekerja langsung berhamburan keluar rumah demi menyelamatkan diri, Jumat (26/12/2025) sore.

Tak hanya itu, kerusakan terparah terjadi pada bagian atap rumah yang terseret angin. Sejumlah bangunan bahkan nyaris rata dengan tanah akibat tak kuat menahan terjangan puting beliung.

Baca Juga :  Nelayan Desak Prabowo-Gibran: Hapus PNBP dan Stop Kapal Asing

Berdasarkan pendataan petugas di lapangan, sebanyak 33 rumah mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat. Meski kerusakan cukup masif, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kapolsek Gabus, AKP Daffid Paradhi, menegaskan aparat bergerak cepat pascakejadian. Bersama warga, TNI, Polri, dan BPBD Kabupaten Pati, pihaknya langsung menggelar kerja bakti untuk memperbaiki rumah-rumah yang terdampak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak ada korban jiwa. Total rumah rusak mencapai 33 unit. Saat ini kami bergotong royong melakukan perbaikan. Kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah,” tegas AKP Daffid.

Baca Juga :  Hari Ini Roy Suryo, Cs Diperiksa Sebagai Tersangka di Polda Metro Jaya Terkait Ijazah Jokowi

Sementara itu, hingga Jumat petang, proses perbaikan masih terus berlangsung dengan peralatan seadanya. Warga berupaya keras agar rumah mereka bisa kembali ditempati untuk beristirahat malam hari.

Salah satu warga terdampak, Parmin, mengaku masih trauma mengingat detik-detik angin puting beliung menerjang rumahnya.

“Saya dan anak sedang di dalam rumah. Tiba-tiba genteng berjatuhan. Kami langsung lari keluar. Anginnya kencang sekali,” ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak terkait mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai, terutama di tengah musim pancaroba yang rawan angin kencang dan hujan lebat.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga
Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?
Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini
Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api
Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?
Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars
Kasus Kuota Haji Memanas, KPK Panggil Eks Menag Yaqut Hari Ini
Pembicaraan Teknis Greenland dengan AS Dimulai, Tensi Mereda

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:04 WIB

Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:17 WIB

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:58 WIB

Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:11 WIB

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB

Ilustrasi, Riset membuktikan: loyalitas pada merek masa kecil bertahan hingga 50 tahun. Migran di AS dan India lebih memilih produk mahal dari daerah asal daripada alternatif lokal yang murah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:11 WIB