Televisi adalah salah satu penemuan paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Hampir setiap rumah memilikinya. Namun, jika Anda bertanya “siapa penemu televisi?”, jawabannya ternyata tidak sesederhana menyebut satu nama.
Sejarah mencatat persaingan sengit dan klaim yang saling tumpang tindih. Tidak ada satu orang pun yang bertanggung jawab tunggal atas keajaiban teknologi ini. Justru, televisi adalah hasil estafet inovasi dari berbagai penemu di berbagai negara.
John Logie Baird: Si Bapak Televisi Mekanis
Banyak orang, terutama di Inggris, menobatkan John Logie Baird sebagai penemu televisi. Pria Skotlandia ini memang pionir sejati.
Pada 1924, Baird mendemonstrasikan gambar siluet bergerak di Hastings, Inggris, menggunakan peralatan sederhana. Bayangkan, ia merakit alatnya dari kotak topi bekas, gunting, jarum, dan lensa lampu sepeda.
Setahun kemudian, pada 2 Oktober 1925, Baird mencetak sejarah. Ia berhasil mentransmisikan gambar wajah manusia yang bergerak dengan rentang warna penuh (full tonal range). William Taynton, asisten kantornya, menjadi orang pertama yang wajahnya masuk televisi.
Hebatnya, Baird juga dikreditkan dengan demonstrasi televisi berwarna pertama pada 1928 dan transmisi transatlantik. Ia bahkan pernah menolak tawaran £100.000 (jumlah fantastis saat itu) untuk saham perusahaannya karena takut tidak bisa tidur nyenyak memegang uang sebanyak itu.
Peran Vital Paul Nipkow dan Arthur Korn
Kesuksesan Baird tidak berdiri sendiri. Ia berutang besar pada penemu Jerman, Paul Nipkow. Pada 1884, Nipkow mematenkan “Cakram Nipkow” (Nipkow Disk).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Alat ini adalah piringan berputar dengan lubang spiral yang berfungsi memindai gambar. Meskipun Nipkow tidak pernah membuat proyektornya, konsep pemindaian mekanis inilah yang menjadi jantung sistem Baird.
Selain itu, ilmuwan Jerman lain, Arthur Korn, juga berperan penting. Korn mengembangkan teknologi tabung amplifikasi untuk transmisi telegraf visual. Karyanya pada awal abad ke-20 membuka jalan bagi terobosan Baird selanjutnya.
Philo Farnsworth dan Revolusi Elektronik
Di seberang samudra, seorang pemuda Amerika bernama Philo Farnsworth mengambil pendekatan berbeda. Pada 1927, ia berhasil mendemonstrasikan sistem televisi elektronik sepenuhnya di San Francisco.
Farnsworth menyadari kelemahan sistem mekanis Baird. Lantas, ia menciptakan “Image Dissector” yang memecah gambar menjadi garis-garis listrik secara elektronik. Garis-garis ini ditransmisikan sangat cepat hingga mata manusia melihatnya sebagai gambar utuh.
Sistem elektronik inilah yang akhirnya memenangkan persaingan zaman. Bahkan, BBC di Inggris akhirnya mengganti sistem Baird dengan desain elektronik milik Vladimir Zworykin, penemu Rusia yang mengembangkan konsep serupa.
Charles Francis Jenkins: Penantang dari Amerika
Nama lain yang tidak boleh dilupakan adalah Charles Francis Jenkins. Ia berhasil mentransmisikan gambar siluet dari satu ruangan ke ruangan lain pada 1922, lebih awal dari demonstrasi publik Baird.
Jenkins bahkan mendirikan perusahaan penyiaran pada 1928. Sayangnya, kebangkrutan akibat Depresi Besar 1929 menghentikan langkahnya.
Pada akhirnya, jawaban atas siapa penemu televisi sering kali bergantung pada dari mana Anda berasal. Orang Inggris akan menyebut Baird, orang Amerika menyebut Farnsworth atau Jenkins, dan orang Rusia mungkin menyebut Zworykin. Televisi adalah bukti bahwa inovasi besar adalah kerja kolektif umat manusia yang melintasi batas negara.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















