MANILA, POSNEWS.CO.ID – Ribuan buruh di Filipina memperingati Hari Buruh Internasional dengan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Metro Manila dan kota-kota besar lainnya. Mereka menyuarakan kekhawatiran mendalam terhadap krisis ekonomi yang diperburuk oleh konflik bersenjata di Timur Tengah.
Koalisi buruh Kilusang Mayo Uno (KMU) memimpin demonstrasi yang menyasar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Manila. Pihak berwenang memperkirakan sekitar 8.000 pengunjuk rasa ikut serta dalam aksi tersebut guna menuntut keadilan ekonomi dan kedaulatan nasional.
Dampak Krisis Timur Tengah Terhadap Buruh
KMU menegaskan bahwa konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memperdalam kesulitan ekonomi rakyat. Perang tersebut menyeret pekerja di Filipina ke dalam jurang kelaparan, kemiskinan, dan penderitaan yang parah.
Guncangan harga minyak global saat ini melumpuhkan operasional pengemudi transportasi umum dan menghantam komunitas berpenghasilan rendah secara langsung. Oleh karena itu, massa menuntut pemerintah untuk segera menaikkan upah layak dan menghapus pajak tertentu pada barang kebutuhan pokok. “Hentikan mesin perang AS, amankan mata pencaharian kami,” tulis salah satu poster yang dibawa pengunjuk rasa.
Kritik Terhadap Militerisme dan Inisiatif “Pax Silica”
Selain isu ekonomi, aktivis politik mengecam sikap diam pemerintah Filipina terhadap konflik di Timur Tengah. KMU menilai Manila justru semakin mempererat hubungan militer dengan Washington melalui latihan “Balikatan” yang provokatif.
Sekretaris Jenderal Aliansi Bagong Alyansang Makabayan (Bayan), Mong Palatino, menyatakan penolakan terhadap penggunaan Filipina sebagai panggung militer AS. Ia mengkritik inisiatif “Pax Silica” yang dianggap memperketat posisi Filipina dalam rantai kendali perang Amerika. Menurutnya, ekspansionisme tersebut hanya akan membahayakan komunitas lokal dan mengganggu stabilitas ekonomi regional.
Pengamanan Ketat dan Insiden Luka-Luka
Kepolisian Nasional Filipina (PNP) mengerahkan lebih dari 106.000 personel di seluruh negeri untuk menjaga ketertiban selama demonstrasi berlangsung. Fokus pengamanan utama berada di sekitar area diplomatik dan pusat pemerintahan yang menjadi titik kumpul massa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun sebagian besar aksi berjalan damai, bentrokan kecil terjadi di dekat Kedutaan Besar AS. Pihak kepolisian mengumumkan bahwa tujuh petugas mengalami luka-luka selama kericuhan tersebut. Otoritas tetap mengimbau massa untuk menyampaikan aspirasi secara tertib tanpa merusak fasilitas umum.
Tantangan Ekonomi di Tahun Geopolitik
Aksi Hari Buruh tahun 2026 ini menunjukkan pergeseran fokus gerakan buruh Filipina dari isu domestik ke isu geopolitik global. Buruh kini menyadari bahwa stabilitas di Timur Tengah berkaitan erat dengan isi piring mereka di rumah.
Dengan demikian, pemerintah Filipina menghadapi tantangan besar untuk menyeimbangkan aliansi militernya dengan kebutuhan perlindungan ekonomi rakyat. Masyarakat kini menanti apakah Manila akan merespons tuntutan kenaikan upah di tengah inflasi energi yang terus menghantui pasar domestik.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia

















