Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harapan baru di Qatar. Pejabat tinggi Amerika Serikat dan Iran bertemu di Doha untuk membahas proposal perdamaian guna mengakhiri konflik yang melumpuhkan pasokan energi global. Dok: Xinhua.

Harapan baru di Qatar. Pejabat tinggi Amerika Serikat dan Iran bertemu di Doha untuk membahas proposal perdamaian guna mengakhiri konflik yang melumpuhkan pasokan energi global. Dok: Xinhua.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Iran mengeluarkan pernyataan tegas untuk mengakhiri spekulasi mengenai kondisi fisik pemimpin tertinggi mereka. Pihak berwenang menyatakan bahwa Mojtaba Khamenei berada dalam kondisi kesehatan yang sepenuhnya prima.

Klarifikasi ini muncul setelah munculnya berbagai laporan mengenai memburuknya kesehatan sang pemimpin. Namun, Mohsen Qomi selaku pejabat senior Kantor Pemimpin Tertinggi segera menepis kabar tersebut. Menurut laporan Kantor Berita Tasnim, Qomi menegaskan bahwa Khamenei tetap menjalankan tugas-tugas kenegaraan secara normal.

Bantahan Terhadap “Rumor Musuh”

Dalam keterangannya, Mohsen Qomi menyebut laporan negatif tersebut sebagai strategi disinformasi. Ia menilai kekuatan musuh sengaja menyebarkan rumor untuk menciptakan ketidakpastian di dalam negeri. Selain itu, ia menuduh pihak asing mencoba memancing reaksi tertentu guna memajukan agenda politik mereka sendiri.

“Khamenei tetap terlibat secara aktif dalam pengambilan keputusan,” ujar Qomi. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh narasi yang bertujuan menggoyahkan stabilitas pemerintahan Iran di masa transisi ini.

Konteks Suksesi dan Keamanan

Mojtaba Khamenei terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi pada awal Maret lalu melalui mekanisme Majelis Ahli. Ia menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat-Israel di Teheran pada 28 Februari. Setelah itu, dinamika kekuasaan di Iran menjadi perhatian serius bagi intelijen global.

Sebelumnya, beberapa pejabat Iran memang pernah menyebut bahwa Mojtaba mengalami cedera dalam sebuah serangan udara. Meskipun demikian, mereka selalu menekankan bahwa ia tetap mampu memimpin negara dengan baik. Hingga saat ini, Mojtaba telah merilis beberapa pernyataan tertulis mengenai konflik dan kebijakan ekonomi, namun ia belum pernah muncul di depan umum secara langsung.

Dampak Terhadap Stabilitas Nasional

Absennya Mojtaba dari pandangan publik sempat memperkuat keraguan mengenai kapasitas fisiknya pasca-serangan. Namun, pengumuman terbaru dari Mohsen Qomi diharapkan mampu menenangkan pasar domestik dan meredam ketegangan politik.

Baca Juga :  Usai Dideportasi dari Bali, Bonnie Blue Viral Lecehkan Bendera RI - Dilaporkan ke Otoritas Inggris

Di samping itu, ketegasan Teheran mengenai kesehatan pemimpin mereka menjadi sinyal kuat bagi lawan-lawan politiknya. Iran ingin menunjukkan bahwa struktur kepemimpinan mereka tetap solid dan fungsional di tengah gempuran blokade dan perang yang sedang berlangsung di tahun 2026 ini.

Menanti Penampilan Publik Pertama

Klarifikasi kesehatan ini menjadi titik krusial dalam membangun kepercayaan rakyat terhadap pemimpin baru. Dunia kini menanti kapan Mojtaba Khamenei akan melakukan penampilan publik pertamanya untuk mengakhiri spekulasi secara permanen.

Singkatnya, Teheran memilih jalur konfrontasi terhadap rumor demi menjaga wibawa institusi kepemimpinan tertinggi. Masyarakat internasional pun terus memantau apakah pernyataan “sehat walafiat” ini akan diikuti dengan aktivitas fisik yang lebih terbuka di hari-hari mendatang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi
Donald Trump Desak Rusia Akhiri Perang Pasca-Pertemuan
Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen
Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo
Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital
Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin
Donald Trump Hubungi Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy
Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:49 WIB

Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:46 WIB

Donald Trump Desak Rusia Akhiri Perang Pasca-Pertemuan

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:14 WIB

Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:51 WIB

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:45 WIB

Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital

Berita Terbaru

Menyambut perubahan zaman. CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan pentingnya adaptasi teknologi kecerdasan buatan (AI) di tengah kekhawatiran krisis energi nasional. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi

Rabu, 17 Jun 2026 - 08:49 WIB

Peluang damai di Evian. Presiden AS Donald Trump mendesak Rusia menghentikan perang setelah menggelar pertemuan konstruktif bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Dok:   DOMINIQUE JACOVIDES/Pool via REUTERS

INTERNASIONAL

Donald Trump Desak Rusia Akhiri Perang Pasca-Pertemuan

Rabu, 17 Jun 2026 - 07:46 WIB