LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Bareskrim Polri menunjukkan ribuan tabung LPG hasil sitaan dari gudang penyalahgunaan gas subsidi di Klaten, Jawa Tengah. (Posnews/Ist)

Petugas Bareskrim Polri menunjukkan ribuan tabung LPG hasil sitaan dari gudang penyalahgunaan gas subsidi di Klaten, Jawa Tengah. (Posnews/Ist)

KLATEN, POSNEWS.CO.ID – Bareskrim Polri membongkar praktik penyalahgunaan gas LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Saat menggerebek gudang ilegal tersebut, polisi menangkap dua tersangka yang diduga menyuntik gas subsidi secara ilegal untuk meraup keuntungan besar.

Bareskrim Polri mengumumkan pengungkapan kasus ini dalam konferensi pers di Klaten pada Sabtu (2/5/2026).

Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifudin menegaskan praktik penyalahgunaan LPG subsidi merupakan kejahatan serius karena merugikan negara sekaligus merampas hak masyarakat kecil.

“Penyalahgunaan barang subsidi seperti LPG maupun BBM bukan hanya mengkhianati negara, tetapi juga mengkhianati masyarakat kecil yang seharusnya menerima subsidi ini,” tegas Nunung.

Berawal dari Laporan Warga

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol M Irhamni mengatakan polisi mengungkap kasus ini setelah menerima laporan masyarakat pada 15 April 2026.

Setelah menerima laporan, tim langsung melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya menggerebek sebuah gudang di Jalan Pakis-Daleman, Dukuh Klancingan, Desa Sekaran, Kecamatan Wonosari, Klaten, pada 28 April 2026 dini hari.

Baca Juga :  Pramono Anung Pastikan Dokumen Rumah Warga Aman Usai Kebakaran Tangki Taman Sari

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gudang tersebut diduga dijadikan lokasi penyuntikan gas LPG subsidi secara ilegal.

“Informasi masyarakat langsung kami tindak lanjuti dengan penyelidikan hingga penindakan,” ujar Irhamni.

Ribuan Tabung Disita

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti dalam jumlah besar, antara lain:

  • 1.465 tabung LPG berbagai ukuran
  • Peralatan penyuntikan gas
  • Selang khusus
  • Timbangan
  • Regulator
  • Enam unit kendaraan operasional

Polisi menduga aktivitas ilegal tersebut telah berjalan cukup lama.

Pelaku menjalankan modus dengan memindahkan isi gas dari tabung LPG subsidi ukuran 3 kilogram ke tabung non-subsidi ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram.

Selanjutnya, pelaku menjual kembali gas hasil oplosan itu dengan harga non-subsidi untuk meraup keuntungan berlipat.

“Pelaku memindahkan gas dari tabung subsidi ke tabung non-subsidi dengan teknik tertentu, lalu menjualnya dengan harga lebih tinggi,” jelas Irhamni.

Baca Juga :  BEM SI Tunda Demo Jakarta Hari Ini, Lanjut Selasa 2 September 2025

Dua Tersangka Ditahan

Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua tersangka yakni:

  • KA (40) berperan sebagai penyuntik dan penimbang gas
  • ARP (26) berperan sebagai sopir pengangkut

Polisi kini menahan keduanya dan masih mendalami peran masing-masing dalam pemeriksaan lanjutan.

Negara Selamat dari Kerugian Miliaran Rupiah

Bareskrim mengungkap praktik ilegal tersebut berpotensi merugikan negara hingga Rp6,7 miliar.

“Kami berhasil mencegah potensi kerugian negara kurang lebih Rp6,7 miliar,” tegas Irhamni.

Polri terus memburu aktor lain, termasuk pemodal besar yang diduga mengendalikan bisnis ilegal LPG subsidi ini.

“Kami tidak akan berhenti. Kami akan tindak sampai ke pemodal dan jaringannya,” pungkasnya.

Kasus ini kembali menjadi peringatan keras bahwa penyalahgunaan LPG subsidi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga merampas hak masyarakat kecil yang bergantung pada subsidi pemerintah. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan
Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi
Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis
Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS
He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:33 WIB

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Berita Terbaru

Ilustrasi, Eskalasi kekerasan di perbatasan. Pembunuhan seorang tetua suku yang anti-militan memicu baku tembak sengit antara komite perdamaian lokal dan kelompok bersenjata di wilayah Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Menepis spekulasi. Pejabat senior Iran menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dalam kondisi kesehatan yang prima dan tetap menjalankan tugas negara secara aktif, membantah laporan mengenai cedera akibat serangan udara. Dok: Xinhua.

INTERNASIONAL

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB