Trump Rebut Kendali Venezuela Lewat Operasi Militer Kilat

Minggu, 4 Januari 2026 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenangan bagi hak pilih warga. Hakim federal Boston Denise Casper membatalkan secara permanen aturan bukti kewarganegaraan pemilih yang Donald Trump usulkan. Dok: Istimewa.

Kemenangan bagi hak pilih warga. Hakim federal Boston Denise Casper membatalkan secara permanen aturan bukti kewarganegaraan pemilih yang Donald Trump usulkan. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Peta geopolitik Amerika Latin berubah drastis dalam semalam. Pada hari Sabtu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih kendali pemerintahan Venezuela. Pengumuman ini menyusul operasi militer kilat yang berhasil menangkap Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, yang kini ditahan di pangkalan militer New York.

Berbicara dalam konferensi pers di resor Mar-a-Lago, Florida, Trump menegaskan posisi Washington tanpa basa-basi. “Kami akan menjalankan negara tersebut sampai kami bisa melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” ujarnya.

Trump tidak memberikan batas waktu spesifik. Namun, ia memastikan bahwa tim khusus yang diawasi oleh pejabat senior, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, akan memegang kendali transisi ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi “Pinpoint” dan Motif Minyak

Para pejabat AS mengungkapkan bahwa agen intelijen telah memantau pergerakan Maduro secara rahasia sejak Agustus. Misi ini melibatkan perencanaan “pinpoint” selama berbulan-bulan. Militer AS sebenarnya sudah siap sejak awal Desember, namun Trump menunda eksekusi hingga cuaca dan kondisi lapangan benar-benar “selaras” empat hari lalu.

Baca Juga :  Netanyahu Putar Haluan: Terima Undangan Trump

Di balik dalih operasi kontra-narkotika, analis melihat motif energi yang kental. Venezuela memegang cadangan minyak terbukti terbesar di dunia—lebih dari 300 miliar barel. Trump secara terbuka menyatakan bahwa AS akan mempertahankan kehadiran di sektor energi Venezuela dan mengizinkan perusahaan minyak AS mengambil alih infrastruktur di sana.

Doktrin Monroe Jilid II?

Para pakar menilai operasi ini bukan keputusan impulsif, melainkan kalkulasi strategis jangka panjang. Lin Hua, peneliti dari Chinese Academy of Social Sciences, menyebut ini sebagai penegasan kembali “Doktrin Monroe” secara paksa. Di bawah masa jabatan kedua Trump, Amerika Latin kembali menjadi prioritas strategis utama untuk mencegah pengaruh kekuatan eksternal seperti China dan Rusia.

Sementara itu, Cui Zhongzhou dari Southwest University of Science and Technology melihat dimensi politik domestik. Operasi ini memberi Trump “kemenangan” kebijakan luar negeri yang nyata menjelang pidato State of the Union, terutama setelah mediasi konflik Rusia-Ukraina yang macet.

Baca Juga :  Dibalik Layar Algoritma: Siapa yang Menentukan Apa yang Layak Anda Ketahui Hari Ini?

Vakum Kekuasaan dan Ancaman Perang Saudara

Langkah berani ini memicu kekhawatiran global akan instabilitas. Mahkamah Agung Venezuela telah memerintahkan Wakil Presiden Delcy RodrĂ­guez untuk mengambil alih kursi kepresidenan. Namun, Washington tidak mengakui legitimasi pemerintahan Maduro maupun RodrĂ­guez.

Di Caracas, RodrĂ­guez mengadakan pertemuan darurat Dewan Pertahanan Nasional. Ia menuntut pembebasan segera Maduro dan menegaskan bahwa Venezuela “tidak akan pernah menjadi koloni kekuatan asing mana pun.”

PBB menyatakan kekhawatiran mendalam atas penggunaan kekuatan militer ini. Sementara itu, China dan pemimpin Eropa mendesak penghormatan terhadap hukum internasional, memperingatkan bahwa aksi sepihak terhadap negara berdaulat bisa memicu preseden berbahaya.

Jika AS gagal mengelola transisi ini dengan hati-hati, para ahli memperingatkan Venezuela bisa terjerumus ke dalam vakum kekuasaan yang memicu perang saudara, mengulangi mimpi buruk intervensi masa lalu di Irak dan Libya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama
AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa
Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang
Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan
Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak
AS Persiapkan Pasukan Tempur Luar Angkasa
DPR AS Sahkan RUU Sanksi dan Tarif Rusia
Bank of Japan Bersiap Naikkan Suku Bunga Utama

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:59 WIB

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Jumat, 18 September 2026 - 13:30 WIB

AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa

Jumat, 18 September 2026 - 12:23 WIB

Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WIB

Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB