Trump Rebut Kendali Venezuela Lewat Operasi Militer Kilat

Minggu, 4 Januari 2026 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi meja makan di Versailles. Presiden AS Donald Trump akan menghadiri jamuan makan malam mewah dari Presiden Prancis Emmanuel Macron pasca-KTT G7. Dok: Istimewa.

Diplomasi meja makan di Versailles. Presiden AS Donald Trump akan menghadiri jamuan makan malam mewah dari Presiden Prancis Emmanuel Macron pasca-KTT G7. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Peta geopolitik Amerika Latin berubah drastis dalam semalam. Pada hari Sabtu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih kendali pemerintahan Venezuela. Pengumuman ini menyusul operasi militer kilat yang berhasil menangkap Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, yang kini ditahan di pangkalan militer New York.

Berbicara dalam konferensi pers di resor Mar-a-Lago, Florida, Trump menegaskan posisi Washington tanpa basa-basi. “Kami akan menjalankan negara tersebut sampai kami bisa melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” ujarnya.

Trump tidak memberikan batas waktu spesifik. Namun, ia memastikan bahwa tim khusus yang diawasi oleh pejabat senior, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, akan memegang kendali transisi ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi “Pinpoint” dan Motif Minyak

Para pejabat AS mengungkapkan bahwa agen intelijen telah memantau pergerakan Maduro secara rahasia sejak Agustus. Misi ini melibatkan perencanaan “pinpoint” selama berbulan-bulan. Militer AS sebenarnya sudah siap sejak awal Desember, namun Trump menunda eksekusi hingga cuaca dan kondisi lapangan benar-benar “selaras” empat hari lalu.

Baca Juga :  WNA China Ditangkap di Pademangan, Polisi Sita Happy Water dan Ketamine 3,2 Kg

Di balik dalih operasi kontra-narkotika, analis melihat motif energi yang kental. Venezuela memegang cadangan minyak terbukti terbesar di dunia—lebih dari 300 miliar barel. Trump secara terbuka menyatakan bahwa AS akan mempertahankan kehadiran di sektor energi Venezuela dan mengizinkan perusahaan minyak AS mengambil alih infrastruktur di sana.

Doktrin Monroe Jilid II?

Para pakar menilai operasi ini bukan keputusan impulsif, melainkan kalkulasi strategis jangka panjang. Lin Hua, peneliti dari Chinese Academy of Social Sciences, menyebut ini sebagai penegasan kembali “Doktrin Monroe” secara paksa. Di bawah masa jabatan kedua Trump, Amerika Latin kembali menjadi prioritas strategis utama untuk mencegah pengaruh kekuatan eksternal seperti China dan Rusia.

Sementara itu, Cui Zhongzhou dari Southwest University of Science and Technology melihat dimensi politik domestik. Operasi ini memberi Trump “kemenangan” kebijakan luar negeri yang nyata menjelang pidato State of the Union, terutama setelah mediasi konflik Rusia-Ukraina yang macet.

Baca Juga :  Apakah Kecerdasan Buatan Bisa Memiliki Tanggung Jawab Moral?

Vakum Kekuasaan dan Ancaman Perang Saudara

Langkah berani ini memicu kekhawatiran global akan instabilitas. Mahkamah Agung Venezuela telah memerintahkan Wakil Presiden Delcy RodrĂ­guez untuk mengambil alih kursi kepresidenan. Namun, Washington tidak mengakui legitimasi pemerintahan Maduro maupun RodrĂ­guez.

Di Caracas, RodrĂ­guez mengadakan pertemuan darurat Dewan Pertahanan Nasional. Ia menuntut pembebasan segera Maduro dan menegaskan bahwa Venezuela “tidak akan pernah menjadi koloni kekuatan asing mana pun.”

PBB menyatakan kekhawatiran mendalam atas penggunaan kekuatan militer ini. Sementara itu, China dan pemimpin Eropa mendesak penghormatan terhadap hukum internasional, memperingatkan bahwa aksi sepihak terhadap negara berdaulat bisa memicu preseden berbahaya.

Jika AS gagal mengelola transisi ini dengan hati-hati, para ahli memperingatkan Venezuela bisa terjerumus ke dalam vakum kekuasaan yang memicu perang saudara, mengulangi mimpi buruk intervensi masa lalu di Irak dan Libya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB