Apartemen Ancol Jadi Dapur Narkoba, BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi

Selasa, 6 Januari 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Produksi Happy Water Terbongkar di Ancol, BNN Tangkap 4 Pelaku. (Posnews/BNN)

Produksi Happy Water Terbongkar di Ancol, BNN Tangkap 4 Pelaku. (Posnews/BNN)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan narkoba yang memproduksi happy water dan liquid vape berisi etomidate di sebuah apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Dalam penggerebekan itu, petugas menangkap empat tersangka yang berperan sebagai kurir hingga pengendali operasional.

Plt Deputi Pemberantasan BNN, Budi Wibowo, mengatakan empat tersangka berinisial HS, DM, PS, dan HSN menjalankan bisnis gelap dengan pembagian tugas yang rapi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Petugas mengamankan empat tersangka dengan peran sebagai kurir, peracik, pengendali, dan pembiaya,” ujar Budi, Selasa (6/1/2026).

Berawal dari Pemeriksaan Imigrasi

Pengungkapan kasus ini bermula dari pengawasan keimigrasian dan kepabeanan terhadap penumpang asal Malaysia.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menangkap HS dan DM yang membawa bahan kimia diduga mengandung MDMA dan etomidate.

Keduanya mengaku berperan sebagai kurir yang membawa bahan terlarang dari luar negeri ke Indonesia. Berdasarkan pengakuan itu, petugas langsung melakukan pengembangan.

Baca Juga :  Bencana di Sumatera, BNPB: 990 Korban Tewas, 222 Hilang, 9 Ribu Mengungsi di 3 Provinsi

PS Racik Narkoba, Ancol Jadi Lokasi Produksi

Selanjutnya, BNN menangkap PS dan HSN di apartemen Ancol. PS diketahui meracik bahan narkotika sekaligus mengendalikan produksi.

“PS berperan sebagai peracik dan pengendali kegiatan,” jelas Budi.

Di lokasi, penyidik menyita 2.010 saset serbuk minuman berasa dan 85 cartridge vape siap edar.

BNN mengungkap pelaku menyamarkan happy water ke dalam kemasan minuman energi untuk mengelabui petugas. Kemasan yang digunakan menyerupai merek populer seperti Extra Joss, Kuku Bima, hingga minuman bubble tea.

“Ini murni kamuflase. Isinya narkotika,” tegas Budi.

Petugas BNN menunjukkan barang bukti happy water dan liquid vape etomidate hasil penggerebekan dapur narkoba di apartemen Ancol, Jakarta Utara.
Petugas BNN menunjukkan barang bukti happy water dan liquid vape etomidate hasil penggerebekan dapur narkoba di apartemen Ancol, Jakarta Utara.

 

Harga Fantastis, Sasar Anak Muda

Pelaku menjual satu saset happy water dengan harga Rp 2–6 juta. Sementara itu, liquid vape etomidate bermerek Love Ind dibanderol Rp 2–5 juta per cartridge.

Baca Juga :  OTT KPK di Jakut, 4 Pegawai Pajak dan 4 Swasta Diciduk - Emas, Uang Rp6 Miliar Disita

Para pelaku mengedarkan liquid vape tersebut ke sejumlah tempat hiburan malam dengan menyasar kalangan muda dan pengguna vape sebagai target utama.

Meski para tersangka mengaku baru belajar meracik narkotika selama tiga bulan, BNN menilai kapasitas produksinya besar.

“Jaringan ini mampu memproduksi ribuan cartridge. Artinya, ribuan hingga puluhan ribu generasi muda berhasil kita selamatkan,” kata Budi.

BNN juga menduga sindikat ini terhubung dengan jaringan internasional. Tiga orang berinisial CY (WNA), ZQ (WNA), dan H kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Para tersangka menghadapi jerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berat.

BNN memastikan pengembangan kasus terus berjalan untuk membongkar jaringan narkoba lintas negara tersebut.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang
Bandar Narkoba Gunakan Stiker Sedot WC sebagai Penanda Lokasi Sabu
Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi
Donald Trump Desak Rusia Akhiri Perang Pasca-Pertemuan
Jakarta Peringkat Kedua Kota dengan Udara Terburuk di Dunia, Warga Diminta Waspada
Prediksi Cuaca Jabodetabek, Cerah Seharian hingga Hujan Ringan di Malam Hari
DPO Narkoba Internasional Dibekuk di Riau, Bareskrim Sita Narkotika Senilai Rp137 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:01 WIB

Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:54 WIB

Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bandar Narkoba Gunakan Stiker Sedot WC sebagai Penanda Lokasi Sabu

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:49 WIB

Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:57 WIB

Jakarta Peringkat Kedua Kota dengan Udara Terburuk di Dunia, Warga Diminta Waspada

Berita Terbaru

Menghalau senapan mesin siber. SoftBank dan OpenAI meluncurkan layanan keamanan berbasis kecerdasan buatan (AI) guna melindungi sistem infrastruktur vital Jepang. Dok: (AP Photo/Hiro Komae)

TEKNOLOGI

Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Rabu, 17 Jun 2026 - 09:54 WIB

Menyambut perubahan zaman. CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan pentingnya adaptasi teknologi kecerdasan buatan (AI) di tengah kekhawatiran krisis energi nasional. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi

Rabu, 17 Jun 2026 - 08:49 WIB