KPK Geledah Kantor DJP, Telusuri Kasus Dugaan Suap Pengurangan Pajak

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penyidik KPK saat melakukan penggeledahan di Kantor Direktorat Jenderal Pajak terkait kasus dugaan suap pengurangan pajak. (Posnews/Pajakku)

Penyidik KPK saat melakukan penggeledahan di Kantor Direktorat Jenderal Pajak terkait kasus dugaan suap pengurangan pajak. (Posnews/Pajakku)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggebrak penanganan kasus dugaan suap pengurangan nilai pajak.

Kali ini, penyidik menggeledah Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menelusuri aliran dan peran pihak terkait.

Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan penggeledahan tersebut. Menurutnya, Satuan Tugas KPK mendatangi kantor DJP untuk kepentingan penyidikan kasus suap pajak yang tengah berjalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Benar, satgas melakukan penggeledahan di kantor DJP,” ujar Setyo saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga :  Logika Kepantasan: Mengapa Negara Mematuhi Aturan Meskipun Tidak Menguntungkan?

Meski demikian, Setyo belum membeberkan secara rinci barang bukti yang diamankan dalam penggeledahan tersebut. KPK masih mendalami temuan di lokasi.

Sebelumnya, KPK lebih dulu menyita uang valuta asing saat menggeledah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara pada Senin (12/1/2026).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, penyidik mengamankan uang tunai sebesar SGD 8.000.

“Jumlah uang yang diamankan dalam penggeledahan tersebut senilai SGD 8.000,” kata Budi.

Baca Juga :  Desakan Hentikan Program MBG Setelah Ribuan Anak Keracunan di Indonesia

Selain uang, penyidik juga menyita dokumen penting terkait proses penilaian dan pemeriksaan pajak di KPP Madya Jakarta Utara terhadap Wajib Pajak PT Wanatiara Persada.

Tak berhenti di situ, KPK turut mengamankan barang bukti elektronik, mulai dari rekaman CCTV, alat komunikasi, laptop, hingga media penyimpanan data.

Selanjutnya, KPK akan mengkaji seluruh barang bukti tersebut untuk mengungkap konstruksi perkara dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik suap pengurangan pajak.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah
Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga
Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang
Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat
Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol
Polisi Bongkar Gudang Obat Keras di Tanah Abang, Tangkap 5 Orang
Sopir Kontainer Diduga Mabuk Tabrak 2 Mobil dan Motor di Plumpang
Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WIB

Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:44 WIB

Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:20 WIB

Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:46 WIB

Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:56 WIB

Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB