20 Hari Disandera KKB, Nemerina Wamang Diselamatkan, Satu Korban Tewas

Senin, 14 September 2026 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nemerina Wamang korban penyanderaan Jila berhasil dievakuasi ke Timika. (Posnews/Ist)

Nemerina Wamang korban penyanderaan Jila berhasil dievakuasi ke Timika. (Posnews/Ist)

TIMIKA, POSNEWS.CO.ID – Setelah sekitar 20 hari berada dalam penguasaan kelompok bersenjata, harapan akhirnya muncul dari kawasan pegunungan Papua Tengah.

Nemerina Wamang, salah satu dari sembilan perempuan yang diduga disandera di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, berhasil ditemukan dalam kondisi hidup dan dievakuasi ke Timika, Senin (14/9/2026).

Namun, operasi penyelamatan itu menyisakan kabar memilukan. Dari dua korban yang ditemukan, satu berhasil bertahan hidup, sedangkan satu lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nemerina kemudian diterbangkan menggunakan helikopter Polri dari kawasan Kampung Bela 1 menuju Timika.

Setibanya di kota, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Tengah untuk mendapatkan perawatan.

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini mengatakan proses evakuasi tidak mudah. Tim bahkan harus melakukan beberapa kali uji penerbangan sebelum helikopter dapat mencapai lokasi korban.

β€œKami berhasil membawa satu dari sembilan korban yang disandera ke Timika,” ujar Jermias.

Ditemukan Setelah Berhari-hari Bertahan

Nemerina ditemukan bersama seorang korban lainnya di kawasan hutan sekitar Kampung Bela.

Berdasarkan informasi yang dihimpun aparat, keduanya ditemukan warga setelah berusaha melepaskan diri dari penguasaan kelompok bersenjata.

Namun, kondisi rekannya sangat memprihatinkan. Korban tersebut ditemukan sudah meninggal dunia. Sementara Nemerina masih bertahan hidup hingga akhirnya berhasil dievakuasi.

Polisi masih menyelidiki secara mendalam bagaimana kedua korban bisa terpisah dari kelompok bersenjata serta apa yang terjadi selama mereka berada dalam penguasaan pelaku.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem, Disdik DKI Terapkan PJJ untuk Seluruh Sekolah hingga 28 Januari 2026

Karena kondisi Nemerina masih mengalami trauma, polisi belum dapat meminta keterangan secara maksimal.

Trauma Berat, Polisi Belum Bisa Mengorek Keterangan

Sesampainya di Timika, Nemerina tidak langsung menjalani pemeriksaan terkait kasus penyanderaan.

Tim medis terlebih dahulu melakukan observasi terhadap kondisi fisik dan psikologis korban.

Polisi menyebut kondisi mental Nemerina masih terguncang setelah melewati masa penyanderaan. Karena itu, aparat memilih mengutamakan pemulihan korban sebelum menggali informasi secara mendalam.

Polisi juga belum memastikan apakah korban melarikan diri dari kelompok penyandera atau sengaja dilepaskan.

Keterangan Nemerina nantinya diharapkan menjadi petunjuk penting untuk mengungkap keberadaan korban lainnya sekaligus membuka tabir mengenai siapa kelompok yang membawa mereka secara paksa.

Polisi Berharap Korban Bisa Ungkap Lokasi Sandera Lain

Kapolda Papua Tengah mengatakan kesaksian Nemerina akan menjadi salah satu kunci dalam operasi pencarian berikutnya.

Setelah kondisi korban stabil, polisi akan berupaya membangun komunikasi secara perlahan. Keluarga juga akan dilibatkan agar korban merasa aman saat menyampaikan pengalaman yang dialaminya.

Bahkan, bahasa daerah akan digunakan apabila diperlukan untuk membantu korban berkomunikasi dengan lebih nyaman.

β€œKita upayakan satu saksi yang hari ini kita evakuasi bisa memberikan keterangan di mana tujuh lainnya itu, sehingga kita bisa lakukan langkah-langkah berikutnya,” kata Jermias.

Artinya, masih ada tujuh korban lain yang keberadaannya belum diketahui, setelah satu korban ditemukan selamat dan satu lainnya meninggal dunia.

Evakuasi Berlangsung Dramatis

Upaya membawa Nemerina keluar dari kawasan pegunungan juga menghadapi tantangan berat.

Cuaca di wilayah Papua Tengah yang cepat berubah membuat penerbangan menuju lokasi tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Baca Juga :  Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Tim gabungan harus memastikan kondisi penerbangan cukup aman sebelum helikopter bergerak.

Beberapa kali uji penerbangan dilakukan sebelum proses evakuasi berhasil.

Dalam situasi tersebut, kru helikopter Polri tetap menjalankan misi kemanusiaan untuk membawa korban keluar dari wilayah yang sulit dijangkau.

Jermias mengapresiasi seluruh kru yang terlibat dalam operasi tersebut meski harus menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Sembilan Perempuan Jadi Korban

Kasus ini bermula dari dugaan penculikan atau penyanderaan sembilan warga sipil perempuan di Distrik Jila pada Agustus 2026.

Polres Mimika sebelumnya membenarkan adanya informasi mengenai sembilan perempuan yang dibawa paksa kelompok bersenjata. Korban terdiri atas anak-anak, remaja dan perempuan muda.

Dalam perkembangan kasus, seorang ibu bernama Neregingget Magai (48) juga dilaporkan tewas ditembak setelah menolak dibawa oleh kelompok bersenjata.

Anak korban dilaporkan mengalami luka setelah dibuang ke jurang. Peristiwa tersebut terjadi dalam rangkaian kekerasan di Jila.

Sementara itu, dua korban dari sembilan perempuan yang menjadi sasaran penculikan kemudian ditemukan di kawasan hutan. Satu masih hidup, sedangkan satu lainnya meninggal dunia.

Misi Penyelamatan Belum Berakhir

Evakuasi Nemerina menjadi titik terang, tetapi sekaligus membuka pekerjaan besar bagi aparat.

Tujuh korban lainnya masih belum ditemukan. Polisi kini membutuhkan informasi dari Nemerina setelah kondisi fisik dan psikologisnya memungkinkan.

Kesaksian korban diharapkan dapat membantu aparat mengetahui lokasi terakhir para sandera, kondisi mereka serta kelompok yang menguasai kawasan tersebut.

Selain aspek penegakan hukum, operasi ini juga memiliki dimensi kemanusiaan. Keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas agar tidak ada lagi korban yang jatuh dalam konflik bersenjata. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karnaval Maulid Pekalongan Tampilkan Adegan Mencekam, MUI Soroti Unsur Satanik
Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak, Sebby Klaim Ada Dugaan Intelijen
Dua Bocah Kakak Beradik Tewas dalam Kebakaran, Kamar Terkunci dari Luar
Cemburu Bikin Gelap Mata, Pria Tulungagung Nekat Bakar Mobil Tetangga
Update KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Tewas, 130 Masih Dicari
Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Penumpang Meninggal
Gara-gara Komentar Live TikTok, Pria di Lampung Diduga Aniaya Istri Pakai Golok
Bromo Kembali Membara, Api Meluas hingga Jemplang dan Wisata Ditutup Total

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 18:15 WIB

20 Hari Disandera KKB, Nemerina Wamang Diselamatkan, Satu Korban Tewas

Senin, 14 September 2026 - 15:22 WIB

Karnaval Maulid Pekalongan Tampilkan Adegan Mencekam, MUI Soroti Unsur Satanik

Senin, 14 September 2026 - 06:12 WIB

Dua Bocah Kakak Beradik Tewas dalam Kebakaran, Kamar Terkunci dari Luar

Senin, 14 September 2026 - 06:01 WIB

Cemburu Bikin Gelap Mata, Pria Tulungagung Nekat Bakar Mobil Tetangga

Minggu, 13 September 2026 - 20:59 WIB

Update KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Tewas, 130 Masih Dicari

Berita Terbaru