JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Jaringan narkotika saat ini sudah mengarah ke rokok listrik alias Vape. Polisi mengungkap fakta mengejutkan di balik peredaran vape berisi obat keras etomidate.
Bahan baku cairan vape ilegal tersebut ternyata dikirim langsung dari India dan diproduksi di laboratorium narkoba tersembunyi di sebuah apartemen kawasan Pluit, Jakarta Utara.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David, membenarkan asal pengiriman bahan baku tersebut. Ia menegaskan seluruh bahan etomidate masuk ke Indonesia melalui jalur internasional.
Lebih lanjut, Ahmad David menjelaskan para pelaku menyamarkan pengiriman dengan modus paket ekspedisi udara. Cara ini dilakukan untuk mengelabui petugas agar barang terlarang lolos pemeriksaan.
Laboratorium Vape Etomidate di Apartemen Pluit
Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar clandestine laboratory atau laboratorium narkoba tersembunyi yang memproduksi etomidate di salah satu apartemen di Pluit.
Dalam operasi tersebut, polisi langsung mengamankan seorang warga negara asing asal Tiongkok.
Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Parikhesit, menyebut petugas menangkap dua tersangka. Keduanya berinisial D selaku WNI dan HW yang merupakan warga negara China.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Parikhesit mengungkapkan, kasus ini terkuak berkat informasi awal dari Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Petugas mencurigai sebuah paket yang dikirim melalui jasa ekspedisi internasional.
Setelah ditelusuri, paket tersebut berisi bahan narkotika dan peralatan laboratorium yang ditujukan ke Lobby Tower H Apartemen Greenbay, Pluit, Jakarta Utara.
Berdasarkan temuan itu, polisi langsung bergerak cepat dan menangkap kedua pelaku pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di lokasi tujuan pengiriman.
Dalam penggeledahan, petugas menyita paket FedEx berisi etomidate seberat 100 gram. Selain itu, polisi juga menemukan bahan kimia SLS seberat 1 kilogram serta berbagai peralatan laboratorium.
Barang bukti lain yang diamankan meliputi tabung laboratorium berbagai ukuran, botol kimia, alat pengaduk kaca, timbangan digital, alat suntik, hingga dandang stainless yang digunakan untuk proses produksi cairan etomidate.
Hasil penyelidikan mengungkap seluruh bahan dan peralatan laboratorium ilegal tersebut dikirim dari India. Tersangka HW berperan sebagai peracik utama dalam pembuatan cairan etomidate siap pakai.
Polisi memperkirakan laboratorium narkoba tersebut mampu memproduksi hingga 30 liter cairan etomidate dalam sekali proses.
Dari perhitungan penyidik, produksi 30 liter etomidate berpotensi menghasilkan sekitar 15.000 cartridge vape siap edar.
Penulis : Hadwan
Editor : Hadwan


















