Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

NIZI, POSNEWS.CO.ID – Konflik sosial menghambat upaya penanganan wabah Ebola di wilayah timur Republik Demokratik Kongo. Sebab, warga kamp pengungsian Kpangba mengusir paksa petugas medis yang melacak kontak erat korban.

Penolakan Warga dan Kekhawatiran Penularan

Kamp Kpangba menampung sekitar 30.000 pengungsi korban kekerasan antarsuku dari wilayah sekitar. Sementara itu, kepala wilayah kesehatan Nizi, Jean-Claude Lonzama, memaparkan kesulitan timnya.

Baca Juga :  Ancaman Nuklir di Garis Depan: Kim Jong Un Pamerkan Senjata Ajaib 600mm

Menurutnya, warga menolak memercayai hasil tes medis dua korban perempuan. Akibatnya, tim medis tidak dapat melacak rantai penularan virus secara efektif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penolakan ini menyulitkan langkah pencegahan dari otoritas kesehatan setempat. Sebab, puluhan ribu pengungsi hidup dalam kondisi sanitasi yang sangat buruk.

Lembaga kemanusiaan mengkhawatirkan penularan cepat karena kepadatan kamp. Akibatnya, ratusan orang harus berbagi satu toilet yang sama setiap hari.

Baca Juga :  Otak Kedua Manusia: Bagaimana Kesehatan Usus Mengendalikan Emosi Anda?

Sejarah Ketidakpercayaan dan Pasien Kabur

Meskipun begitu, ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap tinggi. Sebab, warga menganggap kampanye kesehatan sebagai kebohongan atau taktik politik.

Laporan kementerian kesehatan menyebutkan korban pertama merupakan wanita lansia. Pasien tersebut melarikan diri sebelum petugas menempatkannya dalam ruang isolasi.

Penolakan warga menyulitkan penghentian wabah ke-17 di Kongo ini. Oleh sebab itu, komite darurat merangkul tokoh adat untuk membantu edukasi.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital
Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin
Donald Trump Hubungi Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy
Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7
Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC
Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang
Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar
Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:51 WIB

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:45 WIB

Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:08 WIB

Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:37 WIB

Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:10 WIB

Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Selasa, 16 Jun 2026 - 14:51 WIB

Peringatan keamanan di Pasifik. Laporan terbaru Lowy Institute memperingatkan lompatan ancaman militer Tiongkok terhadap Australia lewat taktik siber dan potensi pangkalan militer baru. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:45 WIB

Penertiban armada bayangan Rusia. Pasukan Komando Marinir Inggris menggelar operasi boarding untuk menahan tanker minyak Smyrtos di Selat Inggris. Dok: UK MOD Crown/LPhot Hutchins/Handout via REUTERS

INTERNASIONAL

Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin

Selasa, 16 Jun 2026 - 12:08 WIB