Dedi Mulyadi dan AM Hendropriyono Bahas Revitalisasi Wayang, Soroti Moral Bangsa

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berbincang dengan AM Hendropriyono di kediamannya di Senayan, Jakarta Selatan. (Posnews/Instagram)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berbincang dengan AM Hendropriyono di kediamannya di Senayan, Jakarta Selatan. (Posnews/Instagram)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambangi kediaman mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Pertemuan dua tokoh nasional itu tak hanya membahas kebangsaan, tetapi juga mengangkat agenda besar penyelamatan budaya Indonesia, khususnya revitalisasi wayang.

Momen tersebut terungkap melalui unggahan AM Hendropriyono di media sosial.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam foto yang dibagikan, AM Hendropriyono menyambut langsung kedatangan Dedi Mulyadi dengan suasana hangat dan penuh keakraban.

“Menerima kunjungan silaturahmi Kang Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur Jawa Barat, di kediaman kami di Senayan, Jakarta Selatan,” tulis AM Hendropriyono.

Dedi Mulyadi dan AM Hendropriyono Sepakat Selamatkan Wayang

Dalam pertemuan itu, Dedi Mulyadi dan AM Hendropriyono menegaskan pentingnya menghidupkan kembali budaya pewayangan yang mulai tergerus arus modernisasi dan budaya digital.

Baca Juga :  Jakbar Buka 1.000 Lowongan Pramudi Mikrotrans, Prioritas Warga Lokal dan Perempuan

Keduanya membahas langkah konkret untuk mengangkat kembali cerita, tokoh, dan filosofi wayang kulit maupun wayang golek yang selama ratusan tahun menjadi bagian dari identitas bangsa.

AM Hendropriyono menilai generasi muda perlu kembali mengenal nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pewayangan.

Menurutnya, wayang bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan yang sarat pesan moral.

” Kita perlu menggali kembali filsafat dan nilai-nilai luhur warisan nenek moyang. Penguatan moral dan etika menjadi fondasi penting untuk memperkuat peradaban bangsa,” tegasnya.

Budaya Jadi Benteng Moral Bangsa

Selain membahas pelestarian budaya, keduanya juga menyoroti pentingnya memperkuat karakter bangsa di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi.

Dedi Mulyadi selama ini dikenal konsisten mengangkat budaya Sunda dan kearifan lokal dalam berbagai program pembangunan di Jawa Barat.

Baca Juga :  MUI Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace, PGI Sebut Langkah RI Blunder

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya menjaga jati diri bangsa di tengah perubahan zaman.

Tak hanya itu, revitalisasi wayang juga dianggap semakin penting mengingat UNESCO telah menetapkan wayang sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia sejak 2003.

Namun, minat generasi muda terhadap seni tradisional itu terus menghadapi tantangan akibat dominasi hiburan digital.

Pertemuan Ditutup dengan Makan Siang Bersama

Setelah membahas berbagai isu kebudayaan dan kebangsaan, Dedi Mulyadi dan AM Hendropriyono menutup pertemuan dengan makan siang bersama.

“Kunjungan silaturahmi ini kami akhiri dengan makan siang bersama,” ujar AM Hendropriyono.

Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan seniman dan budayawan.

Dukungan para pemimpin nasional dinilai penting agar warisan leluhur tetap hidup, berkembang, dan mampu menjadi benteng moral bangsa di era modern. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Program MBG Berubah, BGN Sesuaikan Insentif Berdasarkan Jumlah Penerima Manfaat
Deddy Sitorus Balas PSI, PDIP Sebut Jokowi Jadi Studi Kasus Politik
Viral! Eks Ketua BEM UGM Klaim Mobilnya Dipasangi Alat Pelacak
Anggaran KemenHAM 2027 Fokus Kanwil dan Pelayanan HAM, Bukan Bangun Gedung
KP2MI Kawal Kasus TKW Dianiaya di Johor Bahru, Korban Kini di Rumah Aman
Dunia Makin Percaya Indonesia, Prabowo Perintahkan Rosan Umumkan Data Investasi
Aksi Demo Mahasiswa Disorot, Polisi Ungkap Kronologi Pemberitahuan WhatsApp
Ketua BEM UI Balas Polisi Soal Demo Bundaran HI: Hak Konstitusional, Bukan Minta Izin

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:13 WIB

Dedi Mulyadi dan AM Hendropriyono Bahas Revitalisasi Wayang, Soroti Moral Bangsa

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:03 WIB

Program MBG Berubah, BGN Sesuaikan Insentif Berdasarkan Jumlah Penerima Manfaat

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:49 WIB

Deddy Sitorus Balas PSI, PDIP Sebut Jokowi Jadi Studi Kasus Politik

Senin, 15 Juni 2026 - 09:38 WIB

Viral! Eks Ketua BEM UGM Klaim Mobilnya Dipasangi Alat Pelacak

Senin, 15 Juni 2026 - 09:26 WIB

Anggaran KemenHAM 2027 Fokus Kanwil dan Pelayanan HAM, Bukan Bangun Gedung

Berita Terbaru

Ilustasi, Taktik baru perang informasi. Biro Keamanan Nasional Taiwan meluncurkan situs pelaporan khusus guna memikat warga Tiongkok yang kecewa pada sistem pemerintahan Beijing. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen

Selasa, 16 Jun 2026 - 18:14 WIB

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Selasa, 16 Jun 2026 - 14:51 WIB

Peringatan keamanan di Pasifik. Laporan terbaru Lowy Institute memperingatkan lompatan ancaman militer Tiongkok terhadap Australia lewat taktik siber dan potensi pangkalan militer baru. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:45 WIB