Gedung SDN Nglarang Terdampak Tol Jogja-Solo Mulai Dibangun

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah sempat terkatung-katung karena masalah status tanah, relokasi SDN Nglarang di Sleman akhirnya memasuki tahap eksekusi. Gedung baru siap dibangun Februari ini di lahan seluas 4.000 meter persegi. Dok: Kumparan.

Setelah sempat terkatung-katung karena masalah status tanah, relokasi SDN Nglarang di Sleman akhirnya memasuki tahap eksekusi. Gedung baru siap dibangun Februari ini di lahan seluas 4.000 meter persegi. Dok: Kumparan.

SLEMAN, POSNEWS.CO.ID – Penantian panjang siswa, guru, dan wali murid SDN Nglarang, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, akhirnya berujung manis. Rencana relokasi sekolah yang terdampak proyek strategis nasional Jalan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 kini telah menemui titik terang.

Pihak kontraktor dan pemerintah daerah memastikan bahwa mereka akan memulai pembangunan gedung baru bulan depan, Februari 2026. Kepastian ini menjadi angin segar setelah sebelumnya nasib sekolah sempat terkatung-katung akibat kendala perizinan lahan.

Pejabat Humas PT Adhi Karya, penggarap proyek Jalan Tol Jogja-Solo paket 2.2, Agung Murhandjanto, menyatakan optimisme timnya dalam mengeksekusi proyek ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau pertengahan tahun ini optimis bisa dibangun. Pokoknya bulan depan bisa lah (dibangun),” ujar Agung, Rabu (14/1/2026).

Lahan Baru: Lebih Luas dan Strategis

Pemerintah desa dan pengembang menetapkan lokasi pengganti SDN Nglarang di lahan Tanah Kas Desa (TKD) seluas kurang lebih 4.000 meter persegi di Kalurahan Tlogoadi. Lokasi ini berada sekitar 300 meter di sisi timur bangunan lama.

Baca Juga :  BNN Bongkar Lab Narkoba Rusia di Bali, Villa Jadi Pabrik Party Drug - 7,8 Kg Narkoba Disita

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Agung Armawanta, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi ini adalah solusi final setelah opsi sebelumnya terbentur aturan.

“Rekomendasi dari Kementerian ATR/BPN meminta agar mencari alternatif lahan pengganti selain Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) atau Lahan Sawah Dilindungi (LSD),” jelas Agung Armawanta. Tim teknis menilai pemindahan ke lokasi timur ini paling strategis dan memungkinkan percepatan proses konstruksi.

Tantangan Konstruksi: Menimbun Cekungan 7 Meter

Pekan ini, proses di lapangan telah memasuki tahap krusial. Tim kontraktor mulai melakukan survei dan pengukuran menggunakan theodolite untuk memastikan batas lahan secara permanen.

Agung Murhandjanto mengungkapkan tantangan teknis di lokasi baru. Lahan tersebut sebagian berupa kolam atau cekungan dengan kedalaman 5 hingga 7 meter.

“Minggu depan pekerja akan segera membersihkan lahan (clearing) dan melakukan penimbunan. Kami juga akan menghitung elevasi lahan untuk menentukan proses pengurukan nanti,” ungkapnya.

Fasilitas Lengkap dan Tuntutan Wali Murid

Kabar baiknya, desain gedung baru tidak hanya sekadar mengganti bangunan lama, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan komunitas sekolah. Pihak terkait telah memusyawarahkan dan menyetujui siteplan atau rencana tapak bangunan, meskipun saat ini Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Sleman sedang merevisi bagian minor.

Baca Juga :  Karyawati Koperasi PNM Tewas Mengenaskan, Sempat Hilang Usai Menagih Nasabah

Revisi tersebut berkaitan dengan tata letak ruangan untuk keamanan aset, seperti posisi laboratorium komputer dan gudang. Selain itu, pihak proyek juga mengakomodasi permintaan wali murid terkait fasilitas publik.

“Termasuk permintaan wali murid terkait fasilitas publik seperti ruang tunggu orangtua saat menjemput siswa,” tambah Agung Murhandjanto.

Terkait pendanaan, Agung menegaskan tidak ada masalah. “Dari Jasa Marga katanya sudah tersedia,” tegasnya. Pelaksana proyek jalan tol bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pembangunan gedung baru sebagai bentuk ganti rugi.

Akhir dari Polemik “Shelter”

Kepastian pembangunan ini sekaligus mengakhiri keresahan wali murid yang sempat menolak opsi penggunaan shelter atau bangunan sementara. Sebelumnya, debu, kebisingan, dan getaran alat berat proyek tol yang beroperasi hanya beberapa meter dari kelas sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa.

Dengan keputusan ini, para siswa SDN Nglarang akan tetap melangsungkan kegiatan belajar di gedung lama sembari menunggu gedung baru siap huni.

“Untuk sementara proses belajar mengajar para siswa masih di gedung yang lama,” pungkas Agung Armawanta.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB