JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menggeber operasi modifikasi cuaca (OMC) sejak hari ini hingga 20 Januari 2026.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi dini cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir dan bencana hidrometeorologi di Ibu Kota.
Tak sendiri, BPBD menggandeng BMKG dan TNI Angkatan Udara dalam pelaksanaan OMC. Operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan mengerahkan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa, mengungkapkan OMC perdana langsung dilakukan dua sortie penerbangan.
Total 1.600 kilogram Natrium Klorida (NaCl) disemai di wilayah perairan Selat Sunda untuk menekan pembentukan awan hujan menuju Jakarta.
Pada sortie pertama, petugas menyebar 800 kilogram NaCl di ketinggian 8.000–12.000 kaki. Selanjutnya, sortie kedua digelar pukul 15.40–17.30 WIB di ketinggian 9.000 kaki, dengan jumlah bahan semai yang sama.
Menurut Isnawa, fokus penyemaian diarahkan ke wilayah perairan sebagai strategi mitigasi agar awan hujan terkendali sebelum bergerak ke daratan Jakarta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seluruh operasi, tegasnya, berdasarkan analisis meteorologi dan pemantauan cuaca terkini.
BPBD DKI Jakarta memastikan evaluasi dan koordinasi dilakukan setiap hari bersama BMKG dan TNI AU selama periode 16–20 Januari 2026.
Evaluasi ini bertujuan menentukan waktu dan lokasi penyemaian paling efektif sesuai dinamika atmosfer.
Di sisi lain, BPBD mengimbau warga tetap siaga terhadap potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang. Masyarakat juga diminta aktif menjaga kebersihan saluran air guna meminimalkan risiko genangan dan banjir.
Penulis : Hadwan
Editor : Hadwan


















