BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Kabar positif datang dari Washington. Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Senin (19/1) secara resmi menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi China untuk tahun 2025 dan 2026.
Dalam pembaruan World Economic Outlook, IMF merevisi angka pertumbuhan China menjadi 5,0 persen untuk tahun 2025 dan 4,5 persen untuk tahun 2026. Revisi ke atas ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan, didorong oleh serangkaian langkah stimulus yang agresif dari Beijing.
Laporan tersebut menyoroti peran vital pembiayaan investasi tambahan dari bank-bank kebijakan China. Suntikan dana ini terbukti efektif menopang permintaan domestik dan memperkuat kepercayaan pasar di tengah tekanan eksternal yang bertubi-tubi.
Ekonomi Global Tahan Banting
Optimisme IMF tidak hanya terbatas pada China. Lembaga tersebut memproyeksikan ekonomi global akan tetap relatif tangguh meskipun gangguan perdagangan dan ketidakpastian geopolitik terus menghantui.
IMF memproyeksikan pertumbuhan global sekitar 3,3 persen pada tahun 2026. Angka ini merupakan penyesuaian ke atas sebesar 0,2 poin persentase dari perkiraan bulan Oktober lalu. Peningkatan kinerja di negara-negara ekonomi utama, khususnya Amerika Serikat dan China, menjadi faktor kunci di balik revisi positif ini.
Resep Beijing: Ekspor dan Investasi Berkualitas
Penguatan prospek China sebagian besar berkat kinerja ekspor yang membaik serta kebijakan fiskal dan kredit yang suportif. Pembuat kebijakan di China tampaknya merespons rekomendasi IMF dengan serius.
Dalam beberapa bulan terakhir, Beijing telah meningkatkan respons kebijakan makroekonomi. Langkah-langkah tersebut mencakup:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- Tindakan fiskal yang tertarget.
- Akomodasi moneter yang berkelanjutan.
- Upaya menstimulasi investasi swasta dan konsumsi.
Fokus utama pemerintah China kini bergeser pada stabilisasi pertumbuhan sambil mengelola risiko jangka panjang. Mereka memprioritaskan peningkatan permintaan domestik serta dukungan terhadap infrastruktur dan investasi berkualitas tinggi. Di saat yang sama, komitmen terhadap reformasi struktural dan stabilitas keuangan terus mereka gaungkan.
Waspada Risiko Dagang
Meski revisi ini membawa angin segar, IMF tetap memberikan catatan peringatan. Risiko masih mengintai di cakrawala jangka menengah. Ketegangan perdagangan, ketidakpastian kebijakan, dan potensi kerentanan keuangan masih bisa membebani prospek pertumbuhan di masa depan.
Keseimbangan antara ketahanan eksternal dan pertumbuhan domestik yang berkelanjutan kini menjadi ujian utama bagi raksasa ekonomi Asia tersebut.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia


















