WHO Tetapkan Status Darurat Internasional di Tengah Konflik

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan di zona wabah. Vanny Birungi dan para relawan kemanusiaan di Kongo Timur berjuang melawan penyebaran virus Ebola di tengah ketidakpercayaan penduduk lokal dan ancaman kelompok bersenjata. Dok: (AP Photo/Moses Sawasawa)

Ketegangan di zona wabah. Vanny Birungi dan para relawan kemanusiaan di Kongo Timur berjuang melawan penyebaran virus Ebola di tengah ketidakpercayaan penduduk lokal dan ancaman kelompok bersenjata. Dok: (AP Photo/Moses Sawasawa)

KINSHASA, POSNEWS.CO.ID – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Langkah ini menyusul penyebaran virus ke pusat kota Goma yang padat penduduk.

Sebelumnya, situasi keamanan yang memburuk menghambat upaya petugas kemanusiaan dalam menangani virus tersebut. PBB dan mitra kemanusiaan memperingatkan bahwa konflik bersenjata, perpindahan penduduk, serta kelaparan kronis mempersulit pelacakan kontak dan upaya respons medis.

Penanganan di Tengah Krisis Kelaparan

Provinsi Ituri di bagian timur DRC menjadi pusat wabah ini. Lebih lanjut, pihak berwenang mencatat sedikitnya 482 kasus suspek sejak April. Data tersebut mencakup delapan kasus terkonfirmasi dengan 116 kematian di berbagai zona kesehatan.

Selain itu, kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan krisis kelaparan hebat di wilayah Ituri, North Kivu, dan South Kivu. Hampir 10 juta orang di wilayah tersebut menghadapi ancaman kelaparan serius. Akibatnya, sistem kesehatan yang memang rapuh kini menanggung beban yang semakin berat.

Upaya Penanggulangan dan Bantuan Darurat

PBB dan mitra kemanusiaan terus mendukung upaya pemerintah dalam menangani Ebola. Oleh karena itu, Program Pangan Dunia (WFP) menerbangkan lebih dari 5 ton pasokan medis ke Ituri pada hari Minggu.

Selanjutnya, para petugas kesehatan terus melakukan pengujian terhadap kasus-kasus suspek. Temuan satu kasus di Goma, ibu kota Provinsi North Kivu, memicu kekhawatiran baru. Maka dari itu, PBB menekankan pentingnya sumber daya tambahan agar wabah tidak meluas ke area urban yang lebih padat.

Tantangan Strain Bundibugyo

Para ahli mengidentifikasi wabah kali ini sebagai Bundibugyo strain dari virus Ebola. Sangat disayangkan, ilmuwan belum menemukan vaksin yang efektif untuk strain tersebut. Kondisi ini membuat upaya pencegahan menjadi satu-satunya senjata utama.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Perintahkan Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Secara Total

Dengan demikian, WHO mendesak komunitas internasional untuk segera meningkatkan dukungan bagi pemerintah DRC dan Uganda. Sebab, tanpa tindakan segera, bantuan penyelamat nyawa tidak akan mencapai mereka yang paling membutuhkan. Risiko kegagalan dalam penanganan krisis ini juga sangat besar.

Kesenjangan Pendanaan Internasional

Rencana respons kemanusiaan untuk DRC baru mendapatkan pendanaan sebesar 34 persen. Oleh karena itu, PBB menyerukan kepada komunitas global untuk segera meningkatkan dukungan mereka. PBB fokus tidak hanya pada penanganan Ebola, tetapi juga pada bantuan kemanusiaan yang lebih luas bagi warga terdampak konflik.

Singkatnya, keberhasilan mengendalikan wabah ini bergantung pada akses kemanusiaan yang berkelanjutan. Di tahun 2026 yang penuh tantangan ini, dunia harus memberikan perhatian ekstra untuk memastikan stabilitas kesehatan di wilayah yang terjebak dalam pusaran kekerasan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal
BIGBANG Resmi Umumkan Jadwal Tur Dunia

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:52 WIB

Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok

Berita Terbaru