BNPB Update Bencana Sumatera, Korban Tewas Tembus 1.201 Jiwa – 113 Ribu Mengungsi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BNPB menyalurkan bantuan logistik kepada pengungsi korban bencana di wilayah Aceh dan Sumatera, Sabtu (24/1/2026).
(Posnews/Ist)

Petugas BNPB menyalurkan bantuan logistik kepada pengungsi korban bencana di wilayah Aceh dan Sumatera, Sabtu (24/1/2026). (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membeberkan perkembangan terbaru penanganan darurat dan pemulihan bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan hingga Sabtu (24/1/2026) jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di kawasan Aceh–Sumatera meningkat menjadi 1.201 jiwa.

“Data terkini mencatat ada tambahan satu korban meninggal. Total korban tewas kini 1.201 jiwa, sementara 142 orang masih dinyatakan hilang,” kata Abdul Muhari.

Sementara itu, 113.672 jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian. BNPB mencatat sebagian besar pengungsi tersebar di wilayah terdampak terparah.

Baca Juga :  Update Cilacap Longsor, 269 KK Terdampak, BNPB Siapkan Relokasi dan Huntara

Di sisi lain, BNPB terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara), membuka dan membersihkan akses jalan serta jembatan, sekaligus memulihkan kawasan permukiman agar warga bisa segera kembali.

Seluruh upaya tersebut melibatkan tim gabungan yang terdiri dari BNPB, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait.

Tak hanya itu, BNPB juga membeberkan data distribusi logistik. Sejak 29 November 2025 hingga 23 Januari 2026, bantuan yang tersalurkan ke warga terdampak mencapai 1.763,1 ton.

Distribusi logistik dilakukan lewat berbagai jalur, mulai dari 56 sorti pesawat charter BNPB, 66 sorti pesawat Hercules, 55 truk darat, hingga 7 kapal laut.

Namun, pada 23 Januari 2026, distribusi logistik di Provinsi Aceh sempat dihentikan. Sementara itu, di Sumatera Utara, bantuan dikirim lewat jalur darat menggunakan 10 truk dengan total 35,52 ton.

Adapun untuk Sumatera Barat, logistik dikirim sebesar 6,22 ton melalui jalur darat.

BNPB memastikan percepatan distribusi bantuan dan pemulihan wilayah terdampak hingga kondisi benar-benar pulih. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer
Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global
Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21
Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?
Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam
ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:11 WIB

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam

Senin, 23 Maret 2026 - 14:22 WIB

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Maret 2026 - 13:23 WIB

Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Senin, 23 Maret 2026 - 12:20 WIB

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Maret 2026 - 11:12 WIB

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Berita Terbaru

Lebih dari sekadar emisi. Perspektif Teori Kritis memandang krisis iklim sebagai manifestasi ketidakadilan sejarah, di mana negara berkembang menanggung beban bencana atas kemakmuran yang dinikmati negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Mar 2026 - 14:22 WIB

Ilustrasi, Wajah baru kolonialisme? Perspektif Marxisme memandang agenda lingkungan global sebagai alat tawar negara maju (Utara) untuk menghambat industrialisasi dan memperpanjang ketergantungan negara berkembang (Selatan). Dok: Istimerwa.

INTERNASIONAL

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Mar 2026 - 12:20 WIB

Perebutan urat nadi kehidupan. Geopolitik air kini menjadi medan tempur baru bagi negara-negara yang bersaing memperebutkan kedaulatan sumber daya di tengah ancaman kekeringan global 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Senin, 23 Mar 2026 - 11:12 WIB