Xi Jinping: China dan Vietnam Sepakat Lawan Hegemoni

Selasa, 27 Januari 2026 - 07:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

HANOI, POSNEWS.CO.ID – Hubungan antara dua kekuatan komunis di Asia semakin mesra. Presiden China, Xi Jinping, mengadakan pembicaraan telepon langsung dengan Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (CPV), To Lam, pada hari Senin (26/1).

Dalam percakapan tersebut, Xi—yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis China (CPC)—menyampaikan ucapan selamat yang hangat atas keberhasilan penyelenggaraan Kongres Nasional ke-14 CPV. Ia juga memberikan apresiasi khusus atas terpilihnya kembali To Lam sebagai pucuk pimpinan partai.

Xi menyuarakan optimisme tinggi. Ia yakin di bawah kepemimpinan To Lam, Vietnam pasti akan memenuhi target ambisius kongres dan merealisasikan “dua tujuan seratus tahun” partai dan negara lebih awal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bersatu Melawan Risiko dan Hegemoni

Xi Jinping menggunakan momen ini untuk mempertegas visi geopolitik Beijing. Ia menekankan bahwa China dan Vietnam harus tetap teguh pada jalur mereka dan tidak goyah dalam komitmen ideologis.

Baca Juga :  Ambergris dari Perut Paus yang Lebih Mahal dari Emas Murni

“Kedua belah pihak harus bersatu dan bekerja sama untuk mempromosikan pembangunan,” ujar Xi.

Lebih jauh, Xi mendesak kedua negara untuk menangkis dan meredakan berbagai risiko serta tantangan. Poin kuncinya adalah pertahanan bersama terhadap tujuan sosialisme dan pelestarian esensi politik hubungan China-Vietnam.

Dalam konteks global yang bergejolak, Xi menyerukan koordinasi yang lebih kuat dalam urusan internasional.

“Kita harus bersama-sama menentang hegemoni dan konfrontasi blok,” tegas Xi. Ia mengajak Vietnam bekerja sama mempromosikan pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.

Penyelarasan Strategi dan “Enam Lebih”

Xi juga menyoroti pentingnya aspek teknis pemerintahan. Ia mendorong kedua pihak untuk memperkuat pertukaran ilmu tentang tata kelola partai dan negara. Kedua negara harus memanfaatkan mekanisme seperti pertemuan tingkat tinggi dan pelatihan kader secara maksimal.

Selain itu, Xi menekankan penyelarasan strategi pembangunan. China sedang bekerja mewujudkan “Tujuan Seratus Tahun Kedua” untuk membangun negara sosialis modern yang hebat, sementara Vietnam juga memasuki era baru pembangunan nasional.

Baca Juga :  Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia

Di ujung telepon yang lain, To Lam menyambut hangat pesan tersebut. Ia menegaskan kesediaan Vietnam untuk bekerja bergandengan tangan dengan China dalam perjalanan baru ini. Prinsip “enam lebih” (six mores) akan menjadi pedoman bagi kerja sama tersebut.

Komitmen Vietnam: Satu China dan Dukungan Inisiatif Global

To Lam menegaskan kembali posisi diplomatik Hanoi yang vital bagi Beijing. Ia mereafirmasi kepatuhan Vietnam terhadap kebijakan “Satu China”.

Tidak hanya itu, Vietnam menyatakan dukungan penuh terhadap visi global Xi Jinping, termasuk Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative) serta empat Inisiatif Global lainnya usulan Xi.

“Vietnam bersedia memperkuat rasa saling percaya politik dengan China,” kata To Lam. Ia menjanjikan peningkatan kerja sama di bidang diplomasi, pertahanan nasional, dan penegakan hukum.

Kedua pemimpin mengakhiri pembicaraan dengan suasana kekeluargaan. Mereka saling bertukar ucapan selamat Tahun Baru, mendoakan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi rakyat kedua negara.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC
Israel Gelar Serangan Susulan di Lebanon Selatan Saat Diplomasi
AS Periksa Akun Media Sosial Jurnalis Asing Pemohon Visa
AS Tetap Dorong Lisensi Rudal Patriot Ukraina
Presiden Lee Jae Myung Siaga Satu Sambut Puncak Gelombang

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:11 WIB

Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Israel Gelar Serangan Susulan di Lebanon Selatan Saat Diplomasi

Berita Terbaru

Google menghentikan operasional Google Assistant di perangkat Android mulai 4 September dan mengalihkan seluruh perintah suara ke kecerdasan buatan Gemini. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Jumat, 7 Agu 2026 - 16:51 WIB

Tri Waluyo menerima audiensi Koalisi Santri Kota di DPRD DKI Jakarta. (Posnews/MR)

JABODETABEK

PKB DKI Dorong Perda Pesantren untuk 107 Pesantren Jakarta

Jumat, 7 Agu 2026 - 14:43 WIB

Wamendag Dyah Roro Esti membuka Sanur Fashion Week 2026 di Denpasar, Bali. (Posnews/Kemendag)

EKBIS

Sanur Fashion Week 2026 Jadi Panggung Wastra Indonesia

Jumat, 7 Agu 2026 - 14:32 WIB