Pertemuan di Paris: Macron Pasang Badan untuk Greenland

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kembali ke jalur diplomasi. Setelah drama ancaman aneksasi, pejabat senior Denmark, Greenland, dan AS gelar pertemuan konstruktif pertama di Washington. Dok: Istimewa.

Kembali ke jalur diplomasi. Setelah drama ancaman aneksasi, pejabat senior Denmark, Greenland, dan AS gelar pertemuan konstruktif pertama di Washington. Dok: Istimewa.

PARIS, POSNEWS.CO.ID – Poros diplomatik baru untuk mempertahankan Kedaulatan Arktik semakin solid. Pada hari Kamis (29/1), Paris menjadi tuan rumah pertemuan strategis antara Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen.

Pertemuan ini membawa pesan yang jelas: Eropa bersatu melawan tekanan eksternal.

Jens-Frederik Nielsen tidak menutupi rasa terima kasihnya. Ia menyatakan bahwa Prancis telah berdiri di samping Greenland “tanpa keraguan dalam situasi yang sangat sulit ini”.

Pernyataan ini merujuk pada peringatan Amerika Serikat bulan ini yang sempat menyatakan keinginan untuk mengambil kendali atas wilayah otonom Denmark yang luas tersebut.

“Ini tentang nilai-nilai dunia dan penghormatan terhadap tatanan internasional,” tegas Nielsen.

Macron: Pertahankan Piagam PBB

Tuan rumah, Emmanuel Macron—yang tampil unik mengenakan kacamata hitam di dalam ruangan karena kondisi mata ringan—menegaskan posisi Prancis.

Baca Juga :  Transjakarta Perketat Pengawasan dan Sanksi Sopir Mikrotrans Demi Keselamatan Pelanggan

“Prancis akan terus membela integritas teritorial dan kedaulatan melalui Piagam PBB,” ujar Macron. Ia juga menyerukan langkah konkret: Eropa harus “memperkuat posisi pertahanan kita di Arktik.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prancis membuktikan komitmennya bukan hanya dengan kata-kata. Macron pernah mengunjungi Nuuk pada 2025, dan kantor konsuler Prancis dijadwalkan akan dibuka di ibu kota Greenland tersebut bulan depan. Selain itu, Uni Eropa juga tengah bersiap meningkatkan investasi di wilayah tersebut.

“Prancis berdiri bersama Denmark dan Greenland hari ini dan esok,” pungkas Macron.

Respons terhadap “Kerangka Kerja” Davos

Pertemuan di Paris ini terjadi setelah perkembangan signifikan di Forum Ekonomi Dunia Davos, Swiss. AS dan NATO sebelumnya mengumumkan telah mencapai “perjanjian kerangka kerja” pasca-pembicaraan antara Presiden Donald Trump dan Sekjen NATO.

Baca Juga :  Viral di Kendari, Napi Korupsi Keluar Rutan untuk Ngopi, Ini Sanksinya

Sejak pengumuman itu, posisi AS terhadap Greenland tampak melunak. Sebelumnya, Trump berulang kali menegaskan bahwa Washington perlu mengambil kendali atau membeli Greenland demi alasan keamanan nasional AS.

Prancis sendiri merupakan salah satu dari delapan negara Eropa yang sempat menjadi target ancaman tarif baru oleh Washington karena penolakan bersama mereka terhadap proposal pengambilalihan Greenland.

PM Denmark Mette Frederiksen menekankan urgensi situasi ini. “Keamanan Arktik adalah prioritas,” katanya. “Tatanan dunia sedang di bawah tekanan, berubah dengan cepat, dan kita membutuhkan Eropa yang lebih kuat dari sebelumnya untuk membela nilai-nilai kita.”

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik
Prabowo Gebrak May Day 2026: RUU Ketenagakerjaan Dipercepat, Ojol Dapat Perlindungan
Indonesia Desak Transparansi Pemblokiran Akun Anak di Bawah 16 Tahun
Banjir Jakarta 1 Mei 2026: 31 RT Terendam, Air Capai 130 Cm Usai Hujan Deras
Prabowo Tiba di Monas Naik Maung, Joget Bareng Buruh di May Day 2026
Diplomasi Beijing-Brussel: China Ajak Belgia Redam Ketegangan Dagang

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:50 WIB

Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:44 WIB

Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:38 WIB

AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:49 WIB

Prabowo Gebrak May Day 2026: RUU Ketenagakerjaan Dipercepat, Ojol Dapat Perlindungan

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:35 WIB

Indonesia Desak Transparansi Pemblokiran Akun Anak di Bawah 16 Tahun

Berita Terbaru

Pusat gravitasi perdagangan dunia memanas. Amerika Serikat menuduh China melakukan intimidasi maritim di Panama, memicu perang urat saraf terkait sejarah kolonialisme dan kendali atas Terusan Panama yang strategis. Dok: AP Photo/Matias Delacroix

INTERNASIONAL

AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:38 WIB