PARIS, POSNEWS.CO.ID – Poros diplomatik baru untuk mempertahankan Kedaulatan Arktik semakin solid. Pada hari Kamis (29/1), Paris menjadi tuan rumah pertemuan strategis antara Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen.
Pertemuan ini membawa pesan yang jelas: Eropa bersatu melawan tekanan eksternal.
Jens-Frederik Nielsen tidak menutupi rasa terima kasihnya. Ia menyatakan bahwa Prancis telah berdiri di samping Greenland “tanpa keraguan dalam situasi yang sangat sulit ini”.
Pernyataan ini merujuk pada peringatan Amerika Serikat bulan ini yang sempat menyatakan keinginan untuk mengambil kendali atas wilayah otonom Denmark yang luas tersebut.
“Ini tentang nilai-nilai dunia dan penghormatan terhadap tatanan internasional,” tegas Nielsen.
Macron: Pertahankan Piagam PBB
Tuan rumah, Emmanuel Macron—yang tampil unik mengenakan kacamata hitam di dalam ruangan karena kondisi mata ringan—menegaskan posisi Prancis.
“Prancis akan terus membela integritas teritorial dan kedaulatan melalui Piagam PBB,” ujar Macron. Ia juga menyerukan langkah konkret: Eropa harus “memperkuat posisi pertahanan kita di Arktik.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prancis membuktikan komitmennya bukan hanya dengan kata-kata. Macron pernah mengunjungi Nuuk pada 2025, dan kantor konsuler Prancis dijadwalkan akan dibuka di ibu kota Greenland tersebut bulan depan. Selain itu, Uni Eropa juga tengah bersiap meningkatkan investasi di wilayah tersebut.
“Prancis berdiri bersama Denmark dan Greenland hari ini dan esok,” pungkas Macron.
Respons terhadap “Kerangka Kerja” Davos
Pertemuan di Paris ini terjadi setelah perkembangan signifikan di Forum Ekonomi Dunia Davos, Swiss. AS dan NATO sebelumnya mengumumkan telah mencapai “perjanjian kerangka kerja” pasca-pembicaraan antara Presiden Donald Trump dan Sekjen NATO.
Sejak pengumuman itu, posisi AS terhadap Greenland tampak melunak. Sebelumnya, Trump berulang kali menegaskan bahwa Washington perlu mengambil kendali atau membeli Greenland demi alasan keamanan nasional AS.
Prancis sendiri merupakan salah satu dari delapan negara Eropa yang sempat menjadi target ancaman tarif baru oleh Washington karena penolakan bersama mereka terhadap proposal pengambilalihan Greenland.
PM Denmark Mette Frederiksen menekankan urgensi situasi ini. “Keamanan Arktik adalah prioritas,” katanya. “Tatanan dunia sedang di bawah tekanan, berubah dengan cepat, dan kita membutuhkan Eropa yang lebih kuat dari sebelumnya untuk membela nilai-nilai kita.”
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















