THM di Lenteng Agung Ditolak Warga, MUI dan NU Desak Pemerintah Bertindak

Minggu, 1 Februari 2026 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga menggelar aksi demo menolak tempat hiburan malam di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. (Posnews/Ist)

Warga menggelar aksi demo menolak tempat hiburan malam di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gelombang penolakan terhadap tempat hiburan malam (THM) di sebuah hotel kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, terus menguat.

Warga turun ke jalan menggelar aksi demo, sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Nahdlatul Ulama (NU) mendesak pemerintah segera turun tangan agar polemik tidak meluas.

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menegaskan, pemerintah tidak boleh tinggal diam melihat konflik antara warga dan pengelola usaha hiburan malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami meminta pemerintah turun tangan agar masalah ini tidak melebar, tidak mengganggu ketentraman masyarakat, dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Anwar Abbas, Minggu (1/2/2026).

MUI: Jika Langgar Agama dan Budaya, Pasti Ditolak Warga

Anwar menjelaskan, usaha hiburan tidak menjadi persoalan apabila kegiatannya tidak bertentangan dengan ajaran agama, budaya, dan ketentraman warga sekitar. Namun, ketika batas-batas tersebut dilanggar, reaksi masyarakat tidak bisa dihindari.

Baca Juga :  Gol Otu Banatao Benamkan Indonesia U-22, Laga Hidup-Mati Menanti Lawan Myanmar

“Kalau rambu-rambu itu dilanggar, tentu akan mengundang penolakan dan reaksi masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, MUI meminta pelaku usaha lebih peka terhadap nilai sosial dan budaya lingkungan sekitar sebelum menjalankan aktivitas bisnis.

NU Minta Izin THM Lebih Selektif

Senada dengan MUI, Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) meminta pemerintah memperketat dan menyeleksi izin tempat hiburan malam, terutama yang dekat dengan rumah ibadah dan berada di lingkungan masyarakat religius.

“Pemerintah harus selektif memberikan izin tempat hiburan yang berpotensi memicu konflik sosial dan kegaduhan,” ujar Gus Fahrur.

Ia menegaskan, keberadaan THM di kawasan religius sangat rawan konflik, apalagi menjelang bulan suci Ramadan yang dihormati umat Islam.

“Sebaiknya usaha hiburan malam tidak berada di lingkungan tempat ibadah dan masyarakat religius karena mengganggu kenyamanan warga,” tambahnya.

Warga: Kampung Dijadikan Tempat Maksiat

Sebelumnya, warga Kampung Sawah, RW 02, Lenteng Agung, menggelar aksi penolakan pada Jumat (30/1/2026). Aksi itu dipicu dibukanya tempat hiburan malam bernama Party Station yang diduga menjual minuman keras dan menjadi lokasi pergaulan bebas.

Baca Juga :  MUI Kritik Maraknya OTT Korupsi, Sistem Dinilai Gagal Bikin Koruptor Jera

Wakil Ketua RW 02 Achmad Fauzi menyebut warga marah karena lingkungan tempat tinggal mereka berubah menjadi lokasi maksiat.

“Kami kaget kampung kelahiran kami dijadikan tempat maksiat. Ada dugaan penjualan miras dan laki-laki perempuan bercampur tanpa muhrim, ini jelas dilarang agama,” kata Fauzi.

Menurut Fauzi, aktivitas keagamaan warga terganggu, terutama menjelang Ramadan ketika majelis taklim seharusnya fokus berdoa dan beribadah.

Merespons ketegangan tersebut, polisi mengarahkan manajemen hotel dan warga untuk menempuh jalur mediasi. Namun, warga menegaskan penolakan belum berakhir.

Warga Kampung Sawah mengancam akan menggelar aksi demo yang lebih besar jika tempat hiburan malam tersebut tidak segera ditutup. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol
Cuaca Jabodetabek 13 September Cerah Berawan, Tangerang Waspada Angin
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Hujan Mengintai Bogor dan Tangerang
Tri Waluyo Desak Pemprov DKI Evaluasi Data Desil Penerima Bansos
Jakarta Cerah Berawan, Bogor Berpotensi Hujan Petir Jumat 11 September
Video Diduga Hina Nabi Viral, Majelis Dzikir Abah Setu di Bekasi Digeruduk Warga
Jabodetabek Kamis Diprediksi Panas, Bogor dan Depok Waspada Hujan
Jakarta hingga Bogor Berpotensi Hujan, Ini Prakiraan Cuaca 9 September 2026

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:41 WIB

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 September 2026 - 05:58 WIB

Cuaca Jabodetabek 13 September Cerah Berawan, Tangerang Waspada Angin

Sabtu, 12 September 2026 - 05:58 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Hujan Mengintai Bogor dan Tangerang

Jumat, 11 September 2026 - 15:35 WIB

Tri Waluyo Desak Pemprov DKI Evaluasi Data Desil Penerima Bansos

Jumat, 11 September 2026 - 06:00 WIB

Jakarta Cerah Berawan, Bogor Berpotensi Hujan Petir Jumat 11 September

Berita Terbaru

Presiden Xi Jinping menyerukan blok BRICS menjadi juru damai konflik Timur Tengah pada KTT New Delhi serta mempererat hubungan diplomatik dengan India. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:57 WIB

2.713 penari dari 12 negara membawakan Tari Semarak Jali-Jali Betawi di Ancol. (Posnews/Ancol)

JABODETABEK

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:41 WIB

Hakim federal AS membatalkan rencana pemangkasan 50% staf FEMA era pemerintahan Trump. Keputusan ini dinilai menegakkan undang-undang perlindungan FEMA. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:56 WIB