Starmer Minta Maaf Soal Mandelson dan Pertahankan Kepala Staf

Jumat, 6 Februari 2026 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegagalan penilaian di Downing Street. Dokumen rahasia mengungkap cara PM Keir Starmer mengabaikan peringatan pejabat senior terkait hubungan Peter Mandelson dengan Jeffrey Epstein demi penunjukan diplomatik. Dok: Istimewa.

Kegagalan penilaian di Downing Street. Dokumen rahasia mengungkap cara PM Keir Starmer mengabaikan peringatan pejabat senior terkait hubungan Peter Mandelson dengan Jeffrey Epstein demi penunjukan diplomatik. Dok: Istimewa.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Kantor Perdana Menteri Inggris (Downing Street) secara resmi menolak seruan untuk mencopot Morgan McSweeney dari jabatannya. Pihak pemerintah bersikeras bahwa kepala staf senior tersebut masih memegang kepercayaan penuh dari Perdana Menteri Keir Starmer.

Langkah ini muncul di tengah kemarahan anggota parlemen Partai Buruh yang semakin meningkat. Mereka frustrasi menunggu perilisan dokumen terkait penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar AS yang kontroversial. Beberapa anggota parlemen memperingatkan bahwa kegagalan Starmer untuk melakukan perombakan tim akan membuat posisinya sendiri terancam.

Permintaan Maaf di Tengah Badai

Dalam sebuah pidato di Hastings pada Kamis (5/2/2026), Keir Starmer mencoba mengambil inisiatif untuk memulihkan citranya. Ia menyampaikan permintaan maaf yang mendalam kepada para korban Jeffrey Epstein. Starmer mengaku menyesal telah mempercayai Mandelson yang memiliki hubungan dekat dengan terpidana kejahatan seks anak tersebut.

Baca Juga :  Beli Steak dengan Kredit 25 Tahun? Satir Menohok

“Saya minta maaf karena telah mempercayai kebohongan Mandelson dan menunjuknya,” ujar Starmer dengan nada getir. Ia mengakui bahwa para korban telah mengalami trauma yang sulit dibayangkan. Meski demikian, Starmer menghindari pertanyaan mengenai alasan mengapa ia tetap menyetujui penunjukan itu padahal hubungan Mandelson dan Epstein sudah menjadi rahasia umum.

Penundaan Dokumen dan Investigasi Polisi

Rencana pemerintah untuk merilis dokumen pengecekan latar belakang (vetting) Mandelson menemui hambatan baru. Kepolisian Metropolitan (Scotland Yard) memperingatkan bahwa beberapa informasi tersebut dapat memengaruhi penyelidikan kriminal yang sedang berjalan. Polisi saat ini tengah menyelidiki apakah Mandelson membocorkan informasi pasar yang sensitif saat menjabat sebagai menteri.

Meskipun polisi hanya keberatan terhadap perilisan sekitar 10 dokumen, para pejabat memperkirakan proses peninjauan ulang akan memakan waktu berminggu-minggu. Komite Intelijen dan Keamanan (ISC) parlemen kini memegang kendali atas dokumen tersebut. Mereka akan menentukan bagian mana yang boleh dipublikasikan atau harus disensor demi kepentingan keamanan nasional.

Baca Juga :  Negara vs. Pasar: Pertarungan Abadi di Balik Harga BBM dan Cabai

Pemberontakan Internal dan Reaksi Pasar

Di dalam Partai Buruh, kesabaran para politisi senior mulai habis. Mantan Wakil Ketua Partai Buruh, Harriet Harman, mendesak Starmer untuk berhenti menyalahkan Mandelson dan mulai mengambil tanggung jawab penuh. Ia menyarankan Starmer untuk segera melakukan “reset” atau pengaturan ulang pada tim internalnya di Downing Street.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketidakpastian politik ini juga mulai memicu kekhawatiran di sektor ekonomi. Biaya pinjaman jangka panjang Inggris melonjak ke level tertinggi sejak anggaran terakhir. Para pelaku pasar mulai bereaksi terhadap kemungkinan adanya pergantian kepemimpinan di Downing Street. Starmer mendesak para anggotanya untuk kembali fokus pada isu biaya hidup, namun spekulasi mengenai masa depannya terus mendominasi ruang publik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pria Disiram Air Keras di Tambun Bekasi, Pelaku Ditangkap Usai Viral di CCTV
Aliansi Paris-Tokyo: Macron dan Takaichi Desak Gencatan Senjata
Guncangan M 7,4 di Laut Maluku: Tsunami Kecil Melanda Pesisir Bitung dan Halmahera
Diplomasi di Bawah Hujan Drone: Zelenskyy Matangkan Jaminan Keamanan AS
Patroli Taktis di Ilaga Puncak, Aparat Pastikan Keamanan Warga Tetap Kondusif
Pemakaman Panglima AL Warnai Peringatan 47 Tahun Revolusi
Tatanan Barat Terguncang: Trump Pertimbangkan Keluar dari NATO
Gempa M7,6 Bitung Picu Ancaman Tsunami 3 Meter, Warga Diminta Menjauh dari Pantai

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 16:01 WIB

Pria Disiram Air Keras di Tambun Bekasi, Pelaku Ditangkap Usai Viral di CCTV

Kamis, 2 April 2026 - 15:07 WIB

Aliansi Paris-Tokyo: Macron dan Takaichi Desak Gencatan Senjata

Kamis, 2 April 2026 - 14:11 WIB

Guncangan M 7,4 di Laut Maluku: Tsunami Kecil Melanda Pesisir Bitung dan Halmahera

Kamis, 2 April 2026 - 12:27 WIB

Diplomasi di Bawah Hujan Drone: Zelenskyy Matangkan Jaminan Keamanan AS

Kamis, 2 April 2026 - 11:59 WIB

Patroli Taktis di Ilaga Puncak, Aparat Pastikan Keamanan Warga Tetap Kondusif

Berita Terbaru

Poros diplomasi baru. Presiden Perancis Emmanuel Macron dan PM Jepang Sanae Takaichi menyerukan pemulihan perdamaian di Selat Hormuz, sembari memperkuat kemitraan pertahanan dan teknologi nuklir guna menghadapi ketidakpastian global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Aliansi Paris-Tokyo: Macron dan Takaichi Desak Gencatan Senjata

Kamis, 2 Apr 2026 - 15:07 WIB