Gempa M7,6 Bitung Picu Ancaman Tsunami 3 Meter, Warga Diminta Menjauh dari Pantai

Kamis, 2 April 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan gelombang laut meningkat di pesisir Sulawesi Utara usai gempa M7,6 yang memicu peringatan tsunami. (Posnews/Ist)

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan gelombang laut meningkat di pesisir Sulawesi Utara usai gempa M7,6 yang memicu peringatan tsunami. (Posnews/Ist)

SULAWESI UTARA, POSNEWS.CO.ID – Gempa dahsyat magnitudo 7,6 yang mengguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026) memicu alarm bahaya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) langsung memperingatkan potensi tsunami hingga 3 meter yang mengancam sejumlah wilayah pesisir.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan hasil pemodelan menunjukkan ancaman serius di beberapa daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tsunami berpotensi terjadi di Ternate, Halmahera, Tidore, hingga Bitung dengan status siaga, ketinggian diperkirakan 0,5 hingga 3 meter,” ungkapnya dalam konferensi pers.

Tak butuh waktu lama, BMKG bergerak super cepat. Sistem otomatis mendeteksi gempa hanya dalam 1 menit 20 detik.

Selanjutnya, peringatan dini pertama langsung dirilis dalam 2 menit 50 detik—kurang dari 3 menit sejak gempa terjadi.

Baca Juga :  True Crime Mania: Etika Menjadikan Tragedi Orang Lain Sebagai Hiburan

Kemudian, update kedua menyusul pada menit ke-8, memperkuat status kewaspadaan.

Lebih lanjut, BMKG mengungkap gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi di Laut Maluku.

Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan sesar naik (thrust fault), yang dikenal sangat berbahaya karena berpotensi besar memicu tsunami.

Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, bahkan menyebut gempa ini termasuk kategori megathrust.

“Kedalamannya sekitar 33 kilometer dan berpusat di laut. Ini jelas gempa megathrust dari subduksi Laut Maluku yang menghujam Sulawesi Utara,” tegasnya.

Karena itu, potensi tsunami menjadi ancaman nyata. Rahmat menekankan, mekanisme sesar naik memiliki risiko tsunami jauh lebih tinggi dibanding sesar mendatar.

Baca Juga :  Detik-detik Gempa Dahsyat di Bitung, Manado Ikut Diguncang, Warga Panik Berlarian

Itulah sebabnya BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah terdampak.

Sementara itu, data lapangan memperkuat ancaman tersebut.

Hasil pemantauan tide gauge menunjukkan tsunami sudah terdeteksi di beberapa titik, antara lain Halmahera Barat (0,30 meter pada 06.08 WIB), Bitung (0,20 meter pada 06.15 WIB), Sidangoli (0,35 meter pada 06.16 WIB), Minahasa Utara (0,75 meter pada 06.18 WIB), dan Belang (0,68 meter pada 06.36 WIB).

Dengan kondisi ini, masyarakat pesisir diminta tidak lengah. BMKG mengimbau warga segera menjauhi pantai dan mencari tempat lebih tinggi, terutama di wilayah yang masuk status siaga. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Oknum Polisi Tegal Positif Sabu, Kasus Dugaan Siksa Istri Siri Makin Terkuak
Mahasiswa Diserang 20 Pria di Palembang, Alami Luka Tusuk dan Kepala Robek
Tiga Terduga Penyerang Polisi di Katingan Dibekuk, Penyidik Dalami Peran Pelaku
Majelis Taklim di Ciawi Bogor Terbakar, Diduga Dipicu HP Meledak saat Dicas
Kasus Tiga Polisi Gugur di Katingan, Robi Ditangkap, 2 Pelaku Lain Masih Diburu
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:37 WIB

Oknum Polisi Tegal Positif Sabu, Kasus Dugaan Siksa Istri Siri Makin Terkuak

Selasa, 7 Juli 2026 - 06:30 WIB

Mahasiswa Diserang 20 Pria di Palembang, Alami Luka Tusuk dan Kepala Robek

Senin, 6 Juli 2026 - 17:40 WIB

Tiga Terduga Penyerang Polisi di Katingan Dibekuk, Penyidik Dalami Peran Pelaku

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40 WIB

Majelis Taklim di Ciawi Bogor Terbakar, Diduga Dipicu HP Meledak saat Dicas

Senin, 6 Juli 2026 - 05:53 WIB

Kasus Tiga Polisi Gugur di Katingan, Robi Ditangkap, 2 Pelaku Lain Masih Diburu

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB