Guncangan M 7,4 di Laut Maluku: Tsunami Kecil Melanda Pesisir Bitung dan Halmahera

Kamis, 2 April 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspada pesisir. Gempa tektonik kuat bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara, memicu gelombang tsunami kecil serta menyebabkan kerusakan bangunan dan satu korban jiwa di Minahasa. Dok: BMKG.

Waspada pesisir. Gempa tektonik kuat bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara, memicu gelombang tsunami kecil serta menyebabkan kerusakan bangunan dan satu korban jiwa di Minahasa. Dok: BMKG.

TERNATE, POSNEWS.CO.ID – Wilayah perairan Indonesia kembali diguncang aktivitas tektonik besar pada Kamis pagi. Gempa bermagnitudo 7,4 yang berpusat di Laut Maluku memicu kepanikan massal dan rentetan gelombang tsunami kecil di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Dalam konteks ini, lembaga survei geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan bahwa titik pusat gempa berada pada kedalaman 35 kilometer di bawah permukaan laut. Guncangan kuat dirasakan oleh warga selama 10 hingga 20 detik di berbagai kota di sekitar pusat gempa.

Rekaman Tsunami Kecil dan Dampak Regional

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera mengonfirmasi adanya kenaikan permukaan air laut pasca-gempa. Stasiun pemantauan di Bitung merekam gelombang setinggi 20 sentimeter, sementara di Halmahera Barat mencapai ketinggian 30 sentimeter.

Bahkan, dampak gempa ini meluas hingga ke wilayah mancanegara. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Honolulu mencatat gelombang setinggi 5 sentimeter di Davao, Filipina selatan. Meskipun demikian, otoritas menegaskan bahwa tidak ada ancaman tsunami untuk wilayah yang lebih jauh tiga jam setelah guncangan utama terjadi.

Baca Juga :  Jerman dan EU Tekan Belgia Soal Aset Beku Rusia demi Ukraina

Kerusakan Bangunan dan Laporan Korban Jiwa

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak fisik yang cukup signifikan di Kota Ternate. Berdasarkan penilaian awal, sebuah gereja di distrik Pulau Batang Dua mengalami kerusakan, sementara dua unit rumah warga di Ternate Selatan dilaporkan rusak ringan hingga sedang.

Tragisnya, satu orang terkonfirmasi meninggal dunia akibat bencana ini. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan bahwa seorang wanita berusia 70 tahun di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, tewas akibat insiden yang berkaitan dengan guncangan gempa. Selain itu, seorang warga lainnya dilaporkan menderita luka-luka dan sedang menjalani perawatan medis.

Kesaksian Warga dan Status Siaga Pesisir

Marten Mandagi, seorang warga Bitung, menceritakan detik-detik mencekam saat gempa terjadi di pagi hari. “Kami baru saja terbangun dan tiba-tiba gempa menghantam. Kami semua lari keluar rumah karena guncangannya sangat kuat,” ujarnya. Beruntung, lingkungan sekitar tempat tinggal Marten tidak mengalami kerusakan fisik yang parah.

Baca Juga :  Negosiasi Damai Abu Dhabi: Pertukaran Tahanan Besar-Besaran

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Juru bicara BNPB, Abdul Muhari, mendesak warga di sepanjang pantai untuk tidak kembali ke area bibir pantai sebelum otoritas mengeluarkan pernyataan aman secara resmi. Apalagi, setidaknya dua gempa susulan telah tercatat di perairan lepas meski tidak berpotensi tsunami.

Realitas Geologis Nusantara

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan penduduk lebih dari 280 juta jiwa memang terletak di atas patahan seismik utama. Pada akhirnya, peristiwa di Laut Maluku ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana yang berkelanjutan. Dengan demikian, kesiapan infrastruktur dan kecepatan sistem peringatan dini tetap menjadi kunci utama dalam meminimalkan korban jiwa di tengah ancaman gempa bumi dan tsunami yang bisa terjadi sewaktu-waktu di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ben-Gvir Tuai Kecaman Internasional Pasca-Video Ejekan Aktivis Gaza
Sopir Taksi Mogok di Rel Bekasi Timur Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Kelalaian
Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia
Jelang Iduladha, Satpol PP Bongkar Lapak Kurban Liar di Johar Baru dan Tanah Abang
Pendaki Singapura Tewas di Gunung Dukono, Polisi Bongkar Kelalaian Open Trip
WHO Tetapkan Status Darurat Internasional di Tengah Konflik
Menteri HAM Dorong Penghapusan Jejak Digital bagi Terdakwa Tak Bersalah
Solidaritas di Beijing: China dan Rusia Kecam Kebijakan Rudal Trump

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:42 WIB

Ben-Gvir Tuai Kecaman Internasional Pasca-Video Ejekan Aktivis Gaza

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:58 WIB

Sopir Taksi Mogok di Rel Bekasi Timur Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Kelalaian

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:38 WIB

Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:06 WIB

Jelang Iduladha, Satpol PP Bongkar Lapak Kurban Liar di Johar Baru dan Tanah Abang

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:42 WIB

Pendaki Singapura Tewas di Gunung Dukono, Polisi Bongkar Kelalaian Open Trip

Berita Terbaru

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu kemarahan global setelah mengunggah video yang mengejek aktivis bantuan Gaza yang sedang ditahan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ben-Gvir Tuai Kecaman Internasional Pasca-Video Ejekan Aktivis Gaza

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:42 WIB

Langkah preventif di Kyiv. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengerahkan pasukan tambahan ke wilayah utara dan meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Belarus guna menangkal ancaman serangan baru Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:38 WIB