Motif Dendam Anak Bunuh Satu Keluarga di Warakas Terbongkar, Korban Diracun Saat Tidur

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno G Sukahar. (Posnews/Ist)

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno G Sukahar. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polisi akhirnya membongkar motif di balik tewasnya satu keluarga di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Penyidik memastikan tragedi maut ini dipicu dendam pelaku kepada keluarganya sendiri karena merasa diperlakukan berbeda oleh sang ibu.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar menegaskan, pelaku berinisial AS (22) menyimpan dendam mendalam kepada ibunya, SS (55). Dendam itu menumpuk seiring waktu dan akhirnya meledak menjadi aksi pembunuhan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini akumulasi kejengkelan pelaku terhadap keluarga internalnya, terutama kepada ibunya. Pelaku merasa diperlakukan berbeda,” ujar Onkoseno kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).

Sering Pulang Malam, Pelaku Kerap Dimarahi

Selain itu, polisi mengungkap pelaku kerap pulang larut malam bahkan sering tidak pulang. Sikap tersebut memicu kemarahan ibunya dan memperuncing konflik di dalam rumah.

“Pelaku sering pulang malam, bahkan tidak pulang. Ibunya sering mencari dan memarahinya, dari situ muncul kemarahan,” jelas Onkoseno.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jabodetabek Minggu 25 Januari 2026, Hujan Guyur Seluruh Wilayah

Tak hanya dengan ibu, pelaku juga beberapa kali terlibat cekcok dengan kakak dan adiknya. Kondisi ini semakin mempertebal dendam yang ia pendam.

Racun Dibeli di Warung, Korban Disuapi Saat Tidur

Lebih lanjut, penyidik membeberkan modus keji yang dilakukan pelaku. AS membeli racun di warung, lalu mencampurkannya ke dalam teh di sebuah panci.

Pelaku kemudian menuangkan racun itu ke dalam cangkir dan menyuapkannya satu per satu ke mulut para korban saat mereka terlelap tidur.

Tidak Ada Gangguan Jiwa

Hasil pemeriksaan psikiater memastikan pelaku tidak mengalami gangguan jiwa berat. Namun, polisi mencatat AS memiliki pola penyelesaian masalah yang tidak adaptif dan kecenderungan agresif.

“Pelaku mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” tegas Onkoseno.

Satu Keluarga Tewas Diracun Anak Kandung

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini mengungkap misteri kematian satu keluarga di Warakas pada Januari 2026. Korban terdiri dari SS (55) serta dua anaknya, AF (27) dan AD (14). Ketiganya tewas setelah diracun oleh AS, anak kandung sekaligus adik korban.

Baca Juga :  Modus Gesek Kartu Kredit, Sindikat Pencuri Dompet Aktris Korea Jeon Hye Bin Digulung Polisi

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz menjelaskan, dalam keluarga tersebut terdapat empat bersaudara. Ayah mereka telah meninggal dunia lebih dulu.

Hasil Forensik: Korban Mati Lemas Akibat Racun

Puslabfor Bareskrim Polri memastikan ditemukan zat beracun di organ tubuh ketiga korban.

Spesialis Forensik RS Polri Kramat Jati, dr Raditya Mahardika, menegaskan korban meninggal akibat senyawa kimia berbahaya yang masuk ke tubuh melebihi ambang batas.

“Zat tersebut menyebabkan korban mati lemas,” ujarnya.

Atas perbuatannya, AS dijerat Pasal 459 dan/atau Pasal 467 KUHP tentang pembunuhan dan pembunuhan berencana, serta Pasal 76C jo Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Ancaman hukuman maksimal yang menanti pelaku mencapai 20 tahun penjara. (MR)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Emas 2 Kg Disita, 2 WN India Diduga Terlibat Jaringan Dubai
Diduga Flare Jatuh, Kaca Mobil Warga Retak Saat Gladi Demo Udara
Cuaca Jabodetabek 16 Agustus: Berawan, Suhu 34°C
SALAM Ubah Wajah Layanan Bea Cukai Marunda
BMKG: Cuaca Jabodetabek Cerah, Jakarta Selatan Hujan Ringan
Bareskrim Bongkar Judi Online Bermodus Pulsa, Transaksi Rp890 Miliar
Curhatan DJ Wanita Viral, Dugaan Kekerasan Seksual di SCBD Masuk Tahap Penyidikan
Transportasi Kepulauan Seribu Berubah, DPRD Minta Kapal Tradisional Tak Tersingkir

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:26 WIB

Emas 2 Kg Disita, 2 WN India Diduga Terlibat Jaringan Dubai

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Diduga Flare Jatuh, Kaca Mobil Warga Retak Saat Gladi Demo Udara

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:42 WIB

Cuaca Jabodetabek 16 Agustus: Berawan, Suhu 34°C

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:02 WIB

SALAM Ubah Wajah Layanan Bea Cukai Marunda

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:33 WIB

BMKG: Cuaca Jabodetabek Cerah, Jakarta Selatan Hujan Ringan

Berita Terbaru

Pearl Abyss memastikan Crimson Desert akan meluncur ke Nintendo Switch 2 pada paruh pertama 2027. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Crimson Desert Dipastikan Meluncur ke Nintendo Switch 2

Minggu, 16 Agu 2026 - 15:30 WIB

NVIDIA resmi meluncurkan aplikasi native GeForce NOW untuk Linux setelah keluar dari masa beta, menghadirkan cloud gaming dengan performa setara RTX 5080. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

NVIDIA Resmi Rilis GeForce NOW Native untuk Linux

Minggu, 16 Agu 2026 - 14:24 WIB

Tim SAR Polri bersama anjing K9 disiapkan untuk mencari korban gempa di Nusa Tenggara Timur. (Posnews/Humas Polri)

DAERAH

Polri Kerahkan 260 Personel dan 10 K9 Buru Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agu 2026 - 14:22 WIB

Bocoran video dan screenshot dari MMO misterius HoYoverse bernama Nodusfall muncul ke internet, memperlihatkan pendekatan dark fantasy dengan dunia. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Bocoran Game MMO Baru HoYoverse Nodusfall

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:21 WIB