Viral CCTV Pria Misterius Panggul Karung Diduga Berisi Mayat di Tambora – Warga Resah

Minggu, 8 Februari 2026 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rekaman CCTV memperlihatkan pria misterius memanggul karung plastik di permukiman padat Tambora, Jakarta Barat. (Posnews/Ist)

Rekaman CCTV memperlihatkan pria misterius memanggul karung plastik di permukiman padat Tambora, Jakarta Barat. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID  – Warga permukiman padat penduduk di Tambora, Jakarta Barat, mendadak resah setelah kamera CCTV merekam aksi seorang pria misterius yang diduga membawa mayat terbungkus karung plastik, Minggu (8/2/2026).

Peristiwa itu terjadi di Jalan Krendang Selatan dan langsung memicu ketakutan warga sekitar.

Dalam rekaman CCTV yang viral di media sosial, pria tersebut terlihat memanggul karung plastik berukuran besar sambil melintas di gang sempit permukiman warga. Rekaman itu dengan cepat menyebar dan memicu spekulasi di tengah masyarakat.

Selanjutnya, kecurigaan warga menguat setelah beberapa orang mengaku melihat bagian isi karung menyerupai organ tubuh manusia.

Baca Juga :  Empat Pelaku Curanmor di Jakarta Utara Ditangkap, Viral di Media Sosial

Warga menduga kuat karung tersebut berisi jasad, bahkan ada yang menyebut terlihat seperti kaki manusia.

Salah satu warga setempat, Aan, mengaku lingkungan menjadi tidak nyaman sejak video tersebut beredar. Ia menyebut warga merasa takut dan waswas, terutama karena lokasi kejadian berada di kawasan padat penduduk.

“Warga jadi takut. Karungnya mencurigakan, apalagi ada yang bilang terlihat seperti kaki manusia,” ujar Aan kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun hingga Minggu malam, pengurus RT setempat masih berupaya menelusuri identitas pria dalam rekaman CCTV tersebut.

Baca Juga :  Ramadan 2026, Satpol PP DKI Tertibkan PKL dan Parkir Liar di 19 Ruas Jalan

Warga juga belum menemukan keberadaan orang yang membawa karung mencurigakan itu.

Sementara itu, warga mendesak aparat kepolisian segera turun tangan untuk menyelidiki kasus ini.

Mereka berharap polisi dapat memastikan isi karung plastik tersebut serta mengungkap identitas pria misterius agar keresahan warga tidak berlarut-larut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kebenaran dugaan mayat dalam karung maupun langkah penyelidikan yang sedang dilakukan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Tembus 1,58 Juta, KAI Catat Okupansi 40,87 Persen
Cyber Goes To School, Ditressiber Metro Jaya Edukasi Anak Cegah Kejahatan Digital
Kapolri Pastikan Kasus Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Maluku Diproses Transparan
Perampok Bersenpi Gasak Rp 800 Juta di Tubaba Ditangkap, Otak dan Eksekutor Dibekuk
Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:59 WIB

Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Tembus 1,58 Juta, KAI Catat Okupansi 40,87 Persen

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:44 WIB

Cyber Goes To School, Ditressiber Metro Jaya Edukasi Anak Cegah Kejahatan Digital

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:27 WIB

Kapolri Pastikan Kasus Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Maluku Diproses Transparan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:11 WIB

Perampok Bersenpi Gasak Rp 800 Juta di Tubaba Ditangkap, Otak dan Eksekutor Dibekuk

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB