Mobil Dinas Senggolan dengan Mobil Sipil di Ancol Timur, Adu Mulut Picu Macet Parah

Senin, 9 Februari 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senggolan mobil dinas dan mobil sipil di Jalan RE Martadinata dekat Gerbang Tol Ancol Timur Pademangan Jakarta Utara menyebabkan kemacetan panjang. (Posnews/MR)

Senggolan mobil dinas dan mobil sipil di Jalan RE Martadinata dekat Gerbang Tol Ancol Timur Pademangan Jakarta Utara menyebabkan kemacetan panjang. (Posnews/MR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Senggolan dua mobil bikin lalu lintas panas di Pademangan. Mobil dinas pelat merah terlibat adu mulut dengan mobil sipil di ruas padat Jalan RE Martadinata, dekat Gerbang Tol Ancol Timur, Senin (9/2/2026) sore.

Insiden ini langsung memicu kemacetan panjang menuju Tanjung Priok.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.04 WIB. Mobil dinas berpelat B 1437 PQF bersenggolan dengan mobil sipil berpelat B 2887 TOM.

Usai benturan, kedua pengemudi turun dari kendaraan dan terlibat adu mulut yang menegangkan di tengah arus padat.

Senggolan diduga dipicu ruas jalan yang menyempit akibat proyek pembangunan. Kondisi ini membuat pengendara saling mendahului demi lolos dari kemacetan, hingga akhirnya terjadi benturan ringan.

Baca Juga :  Tahan Pantai Gading U-17, Garuda Muda Bidik Lolos 32 Besar Piala Dunia U-17 2025

Akibat insiden tersebut, arus lalu lintas ke arah Tanjung Priok tersendat. Jalan yang sudah sempit semakin macet karena dua kendaraan berhenti dan pengemudi berdebat di lokasi.

Pengendara Minta Semua Pihak Tahan Emosi

Ridwan, pengemudi ojek online yang melintas, menilai kedua pihak seharusnya menahan emosi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

ā€œKalau sama-sama emosi, nggak bakal ketemu jalan keluar. Apalagi macet di Ancol ini sudah panjang karena proyek,ā€ ujarnya kepada Posnews.

Baca Juga :  Sopir Bunuh Anak Majikan di Pondok Pinang, Korban Tewas Digorok di Depan Orangtua

Sementara itu, Aldi, pengendara lain, menyebut penyempitan jalan sudah terjadi berbulan-bulan.

ā€œMacet jadi langganan. Pengendara saling serobot karena pengin cepat lolos. Semoga proyeknya dipercepat biar risiko macet dan kecelakaan berkurang,ā€ katanya.

Pantauan Posnews di lokasi, pengemudi mobil dinas—seorang PNS—memilih meninggalkan tempat kejadian tanpa kesepakatan dengan pengemudi mobil sipil.

Pengendara lain sempat berusaha mengejar Toyota Innova pelat dinas tersebut, namun kendaraan sudah melaju meninggalkan lokasi.

Insiden ini kembali menyorot rawannya konflik lalu lintas di jalur proyek serta pentingnya kesabaran dan etika berkendara di tengah kemacetan ibu kota. (MR)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB