IPK Indonesia 2025 Turun ke 34, KPK Dorong Percepatan Reformasi Antikorupsi

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons penurunan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia 2025 yang dirilis Transparency International Indonesia (TII).

Skor Indonesia turun tiga poin menjadi 34 dan menempati peringkat 109 dari 180 negara.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan, KPK tidak melihat CPI (Corruption Perception Index) sekadar angka. Sebaliknya, KPK menjadikannya alarm untuk introspeksi dan mempercepat pemberantasan korupsi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œCPI mencerminkan kepercayaan publik terhadap komitmen nasional dalam memerangi korupsi dan memperbaiki tata kelola pemerintahan,” ujar Budi, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga :  KPK Geledah Rumdin Bupati Inhu, Duit Rp400 Juta Disita Terkait Korupsi Gubernur Riau

Selain itu, KPK mengapresiasi TII yang rutin mengukur persepsi global soal korupsi. Namun demikian, CPI tahun ini juga menyoroti isu demokrasi dan kebebasan sipil.

Karena itu, KPK memperkuat pendidikan, pencegahan, dan penindakan untuk membangun ekosistem politik yang berintegritas.

Selanjutnya, KPK mendorong seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menindaklanjuti hasil Survei Penilaian Integritas (SPI).

Melalui SPI, KPK memetakan risiko korupsi dan memberi rekomendasi perbaikan sistem.

Di sektor pendidikan, KPK bersama BPS mengukur Indeks Perilaku Antikorupsi (IPAK) guna menilai perilaku koruptif dan memperkuat budaya antikorupsi sejak dini.

Baca Juga :  Sabu Diselundupkan ke Lapas Karawang dalam Kondom, Polisi Buru Jaringan Pemasok

Budi menegaskan, penindakan saja tidak cukup. β€œTemuan CPI, SPI, dan IPAK harus menjadi dasar perbaikan sistem agar korupsi tidak terus berulang,” katanya.

Sebagai perbandingan di kawasan ASEAN, Singapura mencatat skor 84 (peringkat 3), Malaysia 52 (52), Vietnam 41 (81), dan Thailand 33 (116).

Indonesia sejajar dengan Laos di skor 34, sementara Myanmar berada di posisi terbawah dengan skor 16.

KPK berharap perbaikan tata kelola dan kolaborasi lintas sektor dapat meningkatkan skor IPK Indonesia serta memperkuat kepercayaan publik terhadap agenda pemberantasan korupsi. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Beri Taklimat 800 Pati TNI-Polri, Tekankan Sinergi dan Kesiapan
Profil Letjen TNI Iwan Setiawan, Pangkostrad Baru Penakluk Everest
Putusan MK Jadi Amunisi, Gibran Dilaporkan ke Bareskrim soal Dokumen Pendidikan
Sopir Taksi Listrik Ditusuk di Pademangan, Wanita MS Diamankan Polisi
Pesta Narkoba di Rutan Depok Berujung Pemindahan 313 Napi ke Nusakambangan
Baru Mau Naik Bus, Pria di Serang Dikeroyok dan Ditusuk, 2 Kernet Dibekuk
Prabowo Tambah Polisi Hutan Jadi 70 Ribu, Pembalak Liar Mulai Diburu
Nusron Wahid Dipanggil KPK Hari Ini, Kasus HGB Summarecon Makin Terang?

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Prabowo Beri Taklimat 800 Pati TNI-Polri, Tekankan Sinergi dan Kesiapan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Profil Letjen TNI Iwan Setiawan, Pangkostrad Baru Penakluk Everest

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sopir Taksi Listrik Ditusuk di Pademangan, Wanita MS Diamankan Polisi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Pesta Narkoba di Rutan Depok Berujung Pemindahan 313 Napi ke Nusakambangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Baru Mau Naik Bus, Pria di Serang Dikeroyok dan Ditusuk, 2 Kernet Dibekuk

Berita Terbaru

Pengacara David Hearn mendesak pengawas pemerintah AS menyelidiki kegagalan renovasi Kolam Refleksi Lincoln dan kriminalisasi palsu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengacara Mantan Atlet Olimpiade AS Mendesak Penyelidikan

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:12 WIB

Donald Trump mempromosikan investasi Anduril $3,7 miliar di Sparrows Point Maryland untuk komponen kapal selam nuklir AS menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Mempromosikan Investasi Anduril Senilai 3,7 Miliar

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:52 WIB