Eskalasi Laut China Timur: Jepang Sita Kapal Nelayan Tiongkok

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Runtuhnya pilar aturan iklim. Presiden Donald Trump mencabut

Ilustrasi, Runtuhnya pilar aturan iklim. Presiden Donald Trump mencabut "Endangerment Finding" 2009, sebuah langkah deregulasi terbesar yang menghapus kewajiban hukum pemerintah federal untuk membatasi gas rumah kaca. Dok: Istimewa.

NAGASAKI, POSNEWS.CO.ID – Otoritas Jepang menyita sebuah kapal nelayan asal Tiongkok pada Jumat dini hari. Mereka juga menangkap nakhoda kapal tersebut karena mengabaikan perintah berhenti di dalam wilayah kedaulatan Jepang.

Insiden ini terjadi di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang, tepatnya di lepas pantai Prefektur Nagasaki. Badan Perikanan Jepang melaporkan bahwa ini merupakan penyitaan kapal nelayan Tiongkok pertama sejak tahun 2022. Hal ini tentu menjadi sorotan tajam bagi komunitas internasional.

Penangkapan di Lepas Pantai Pulau Meshima

Nakhoda bernama Zheng Nianli (47) kini menghadapi tuduhan serius dari pihak berwenang. Ia mencoba menghindari pemeriksaan petugas kontrol perikanan Jepang pada Kamis malam. Lokasi pengejaran berada sekitar 170 kilometer di sebelah barat daya Pulau Meshima, wilayah Goto, Nagasaki.

Berdasarkan laporan kantor regional, kapal tersebut membawa 11 orang kru. Petugas mendeskripsikan armada ini sebagai kapal pencari ikan jenis “tiger net”. Biasanya, nelayan menggunakan teknologi ini untuk menjaring ikan makarel dan makarel kuda dalam jumlah besar.

Respon Tegas Pemerintah Jepang

Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, memberikan tanggapan resmi dalam konferensi pers di Tokyo pada Jumat pagi. Ia menyatakan bahwa pemerintah Jepang akan bertindak tegas melalui aktivitas penegakan hukum yang konsisten.

“Kami akan terus mencegah dan menghalangi operasi ilegal oleh kapal nelayan asing,” ujar Kihara. Meskipun investigasi masih berlangsung, langkah ini mengirimkan pesan kuat kepada Beijing. Terlebih lagi, hubungan diplomatik kedua negara terus memburuk selama beberapa bulan terakhir di bawah kepemimpinan PM Sanae Takaichi yang beraliran konservatif.

Baca Juga :  Juri Menyatakan Hadi Matar Bersalah atas Penikaman Penulis

Statistik Penegakan Hukum Maritim

Kapal Tiongkok ini tercatat sebagai kapal nelayan asing pertama yang tertangkap oleh otoritas Jepang pada tahun ini. Badan Perikanan Jepang secara rutin melakukan inspeksi di laut untuk memerangi penangkapan ikan ilegal.

Sebagai perbandingan, Jepang menyita dua kapal nelayan asing pada tahun lalu, masing-masing berasal dari Taiwan dan Korea Selatan. Data tahun 2024 menunjukkan Badan Perikanan telah melakukan tujuh kali inspeksi di atas kapal dan menyita berbagai peralatan penangkapan ikan ilegal dalam 18 kasus berbeda. Fokus keamanan maritim Jepang kini semakin beralih pada pengawasan ZEE guna melindungi ekosistem laut domestik dari eksploitasi kapal asing.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
(Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

Pramono Datangi 44 Kecamatan, Tak Mau Hanya Terima Laporan

Senin, 2 Nov 2026 - 19:12 WIB