Kejahatan Perang di Sudan: Drone RSF Bantai Keluarga

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, 
Tragedi di Kordofan. Kelompok paramiliter RSF meluncurkan serangan drone mematikan yang menyasar warga sipil dan bantuan pangan, memperburuk krisis kemanusiaan di tengah ancaman kelaparan massal. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Tragedi di Kordofan. Kelompok paramiliter RSF meluncurkan serangan drone mematikan yang menyasar warga sipil dan bantuan pangan, memperburuk krisis kemanusiaan di tengah ancaman kelaparan massal. Dok: Istimewa.

KHARTOUM, POSNEWS.CO.ID – Konflik bersenjata di Sudan mencapai titik nadir kemanusiaan baru pada akhir pekan ini. Sebuah serangan drone militer menghancurkan kendaraan yang mengangkut keluarga pengungsi di Provinsi Kordofan Utara.

Jaringan Dokter Sudan melaporkan bahwa insiden tersebut merenggut 24 nyawa warga sipil. Bahkan, delapan di antara korban tewas merupakan anak-anak, termasuk dua bayi yang masih sangat muda. Para korban sedang berupaya melarikan diri dari pertempuran sengit di wilayah Dubeiker saat proyektil menghantam kendaraan mereka.

Penargetan Konvoi Pangan Dunia

Kekejaman tidak berhenti di sana. Pada hari Jumat, drone RSF juga menyerang konvoi bantuan milik Program Pangan Dunia (WFP). Koordinator Kemanusiaan PBB di Sudan, Denise Brown, mengonfirmasi bahwa serangan tersebut membakar truk-truk pengangkut makanan.

“Serangan terhadap operasi bantuan merusak upaya untuk menjangkau masyarakat yang menghadapi kelaparan,” tegas Brown. Padahal, konvoi tersebut sedang menuju kota El Obeid untuk menyalurkan bantuan pangan penyelamat nyawa. Minggu lalu, fasilitas WFP di Provinsi Blue Nile juga menjadi sasaran serangan udara serupa yang melukai seorang pekerja kemanusiaan.

Kecaman Internasional dan Tuntutan Akuntabilitas

Dunia internasional bereaksi keras terhadap rentetan pelanggaran hukum kemanusiaan ini. Penasihat AS untuk Urusan Afrika dan Arab, Massad Boulos, menyatakan bahwa pemerintahan Trump tidak akan mentoleransi penghancuran bantuan yang didanai AS.

“Membunuh pekerja kemanusiaan dan menghancurkan makanan untuk orang lapar adalah tindakan yang memuakkan,” ujar Boulos melalui platform X. Selain itu, Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Jenny Chapman, menyebut serangan terhadap WFP sebagai hal yang memalukan. Arab Saudi juga mengeluarkan pernyataan tegas yang mendesak penghentian pengiriman senjata ilegal dan tentara bayaran asing kepada kelompok RSF.

Baca Juga :  Mantan PM Hungaria Tuduh Pemerintah Hancurkan Demokrasi

Ancaman Kelaparan Massal 2026

Perang yang telah berlangsung selama tiga tahun ini telah menciptakan krisis pengungsian terbesar di dunia. Lebih dari 14 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Namun demikian, kondisi diperkirakan akan semakin memburuk tahun depan.

Laporan Integrated Food Security Phase Classification (IPC) memperingatkan lonjakan kasus malnutrisi akut sebesar 13,5 persen pada 2026. Angka ini mencakup hampir 4,2 juta anak balita serta ibu hamil dan menyusui. Pasalnya, kelaparan kini telah terdeteksi di dua wilayah baru di Darfur Barat. Direktur Save the Children Sudan, Mohamed Abdiladif, mengungkapkan kisah memilukan tentang orang tua yang menjual seluruh harta benda mereka hanya untuk memberi makan anak-anak agar tetap bertahan hidup satu hari lagi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB