KHARTOUM, POSNEWS.CO.ID – Konflik bersenjata di Sudan mencapai titik nadir kemanusiaan baru pada akhir pekan ini. Sebuah serangan drone militer menghancurkan kendaraan yang mengangkut keluarga pengungsi di Provinsi Kordofan Utara.
Jaringan Dokter Sudan melaporkan bahwa insiden tersebut merenggut 24 nyawa warga sipil. Bahkan, delapan di antara korban tewas merupakan anak-anak, termasuk dua bayi yang masih sangat muda. Para korban sedang berupaya melarikan diri dari pertempuran sengit di wilayah Dubeiker saat proyektil menghantam kendaraan mereka.
Penargetan Konvoi Pangan Dunia
Kekejaman tidak berhenti di sana. Pada hari Jumat, drone RSF juga menyerang konvoi bantuan milik Program Pangan Dunia (WFP). Koordinator Kemanusiaan PBB di Sudan, Denise Brown, mengonfirmasi bahwa serangan tersebut membakar truk-truk pengangkut makanan.
“Serangan terhadap operasi bantuan merusak upaya untuk menjangkau masyarakat yang menghadapi kelaparan,” tegas Brown. Padahal, konvoi tersebut sedang menuju kota El Obeid untuk menyalurkan bantuan pangan penyelamat nyawa. Minggu lalu, fasilitas WFP di Provinsi Blue Nile juga menjadi sasaran serangan udara serupa yang melukai seorang pekerja kemanusiaan.
Kecaman Internasional dan Tuntutan Akuntabilitas
Dunia internasional bereaksi keras terhadap rentetan pelanggaran hukum kemanusiaan ini. Penasihat AS untuk Urusan Afrika dan Arab, Massad Boulos, menyatakan bahwa pemerintahan Trump tidak akan mentoleransi penghancuran bantuan yang didanai AS.
“Membunuh pekerja kemanusiaan dan menghancurkan makanan untuk orang lapar adalah tindakan yang memuakkan,” ujar Boulos melalui platform X. Selain itu, Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Jenny Chapman, menyebut serangan terhadap WFP sebagai hal yang memalukan. Arab Saudi juga mengeluarkan pernyataan tegas yang mendesak penghentian pengiriman senjata ilegal dan tentara bayaran asing kepada kelompok RSF.
Ancaman Kelaparan Massal 2026
Perang yang telah berlangsung selama tiga tahun ini telah menciptakan krisis pengungsian terbesar di dunia. Lebih dari 14 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Namun demikian, kondisi diperkirakan akan semakin memburuk tahun depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laporan Integrated Food Security Phase Classification (IPC) memperingatkan lonjakan kasus malnutrisi akut sebesar 13,5 persen pada 2026. Angka ini mencakup hampir 4,2 juta anak balita serta ibu hamil dan menyusui. Pasalnya, kelaparan kini telah terdeteksi di dua wilayah baru di Darfur Barat. Direktur Save the Children Sudan, Mohamed Abdiladif, mengungkapkan kisah memilukan tentang orang tua yang menjual seluruh harta benda mereka hanya untuk memberi makan anak-anak agar tetap bertahan hidup satu hari lagi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















