Zelenskyy Desak Trump Tekan Tombol Panik Putin

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lompatan jarak serang terjauh. Pasukan Ukraina meluncurkan pesawat tanpa awak yang sukses menghantam kilang minyak utama Siberia di Tyumen. Dok: Istimewa.

Lompatan jarak serang terjauh. Pasukan Ukraina meluncurkan pesawat tanpa awak yang sukses menghantam kilang minyak utama Siberia di Tyumen. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tidak membuang waktu. Pada hari Rabu, ia secara terbuka menyatakan keinginannya untuk segera bertemu kembali dengan Presiden AS Donald Trump. Langkah ini ia ambil saat para pejabat kedua negara meninjau ulang dua “batu sandungan” utama dalam pembicaraan damai Rusia-Ukraina.

Kyiv kini berada di bawah tekanan berat Washington untuk mengamankan perdamaian. Namun, Zelenskyy tetap memegang kartu tawar. Ia menginginkan jaminan keamanan konkret dari sekutu dan menolak keras tuntutan Rusia untuk menyerahkan wilayah timur Donetsk serta kendali atas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia.

Berbicara kepada wartawan melalui WhatsApp, Zelenskyy mengungkapkan tujuannya. Ia ingin mengukur keterbukaan Trump terhadap proposal Ukraina: Washington harus menjamin keamanan bagi Kyiv selama lebih dari 15 tahun jika gencatan senjata terjadi.

“Mereka punya alatnya, dan mereka tahu cara menggunakannya,” ujar Zelenskyy, mendesak Trump meningkatkan tekanan pada Rusia.

Inspirasi dari Operasi Maduro

Menariknya, Zelenskyy melontarkan saran provokatif. Ia mengutip operasi militer AS baru-baru ini yang secara paksa menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Menurutnya, Washington bisa melakukan langkah serupa terhadap pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, yang merupakan sekutu dekat Vladimir Putin.

“Mungkin dengan begitu Putin akan melihatnya dan berpikir dua kali,” cetus Zelenskyy. Pernyataan ini menyiratkan bahwa Kyiv melihat tindakan tegas AS di belahan bumi lain sebagai model yang bisa diterapkan untuk mengguncang kepercayaan diri Kremlin.

Kebuntuan Wilayah dan Nuklir

Zelenskyy berbicara saat pejabat AS dan Ukraina di Paris sedang mendiskusikan masalah wilayah dan nasib PLTN Zaporizhzhia, fasilitas nuklir terbesar di Eropa. Ia menggambarkan dua hal ini sebagai isu paling berduri dalam pembicaraan.

Kyiv menolak menarik diri dari kawasan industri Donetsk. Meskipun Rusia menduduki sebagian besar wilayah itu, Moskow gagal merebutnya sepenuhnya. Zelenskyy menyebut AS sempat melontarkan gagasan “zona ekonomi bebas” di sana jika Ukraina bersedia mundur dari bagian yang masih mereka kuasai.

Baca Juga :  Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Pada hari Selasa, utusan khusus Gedung Putih Steve Witkoff mengakui bahwa “opsi tanah” telah mereka diskusikan. Ia berharap kompromi dapat segera tercapai.

Dari “Kehendak Politik” ke Janji Mengikat

Pembicaraan di Paris minggu ini memang menghasilkan komitmen dari sekutu Kyiv untuk mendukung gencatan senjata, termasuk jaminan kehadiran pasukan multinasional.

Akan tetapi, Zelenskyy tetap skeptis. Ia menilai ekspresi “kehendak politik” tersebut belum diterjemahkan menjadi janji yang mengikat secara hukum yang didukung oleh parlemen nasional negara-negara sekutu. Tanpa ratifikasi parlemen, jaminan keamanan hanyalah kertas kosong yang bisa robek kapan saja jika angin politik berubah.

Hingga berita ini turun, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi mengenai usulan pertemuan baru antara Zelenskyy dan Trump.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama
AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa
Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang
Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan
Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak
AS Persiapkan Pasukan Tempur Luar Angkasa
DPR AS Sahkan RUU Sanksi dan Tarif Rusia
Bank of Japan Bersiap Naikkan Suku Bunga Utama

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:59 WIB

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Jumat, 18 September 2026 - 13:30 WIB

AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa

Jumat, 18 September 2026 - 12:23 WIB

Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WIB

Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB