JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polda Metro Jaya memastikan bakal menggencarkan patroli selama Ramadhan 1447 Hijriah. Langkah ini diambil untuk mencegah aksi sahur on the road (SOTR) yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan masyarakat.
Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, menegaskan patroli tidak hanya melibatkan polisi lalu lintas. Pihaknya menurunkan tim gabungan lintas satuan agar pengawasan berjalan maksimal.
“Patroli SOTR dilakukan setiap hari oleh tim gabungan. Semua fungsi terlibat, mulai dari lantas, reskrim, intel, samapta, brimob hingga binmas,” ujar Robby, Kamis (19/2/2026).
Titik Rawan SOTR Dipetakan, Pengawasan Bersifat Dinamis
Selanjutnya, Polda Metro Jaya telah memetakan sejumlah titik yang kerap menjadi jalur SOTR. Meski demikian, pengawasan dilakukan secara acak dan dinamis agar seluruh wilayah terjangkau.
Robby menjelaskan, Biro Operasional akan mengatur pola patroli terpadu tersebut. Karena itu, lokasi penjagaan tidak menetap di satu titik.
“Setiap hari lokasinya berpindah. Kami pastikan seluruh wilayah terpantau,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi tawuran, balap liar, hingga konvoi yang membahayakan pengguna jalan lain selama Ramadhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polisi Siaga di Titik Rawan Macet dan Lokasi Bazar Takjil
Selain mengantisipasi SOTR, Polda Metro Jaya juga memetakan titik keramaian yang berpotensi memicu kemacetan. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat.
Menurut Robby, area bazar Ramadhan dan sentra penjualan takjil kerap menyebabkan perlambatan arus kendaraan.
“Kami sudah petakan titik-titik takjil, termasuk Benhil dan beberapa lokasi lain. Di sana personel akan kami tempatkan untuk mengatur lalu lintas,” jelasnya.
Petugas lalu lintas disiagakan untuk menjaga kelancaran arus dan mencegah penumpukan kendaraan, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Pola Lalu Lintas Berubah, Pagi Mundur Sore Lebih Cepat Padat
Lebih lanjut, polisi memprediksi pola pergerakan kendaraan selama Ramadhan mengalami perubahan. Kebijakan work from anywhere (WFA) dan jam masuk kantor yang lebih siang diperkirakan menggeser jam sibuk pagi hari.
“Arus pagi kemungkinan bergeser ke pukul 09.00–10.00 WIB,” ungkap Robby.
Sebaliknya, lonjakan kendaraan justru diprediksi terjadi lebih awal pada sore hari. Banyak warga memilih berbuka puasa bersama keluarga di luar rumah.
“Mulai pukul 14.00–15.00 WIB arus kendaraan bisa meningkat, terutama yang mengarah ke Bekasi dan wilayah selatan Jakarta,” tambahnya.
Karena itu, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat tetap tertib berlalu lintas dan menghindari konvoi atau aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum selama bulan suci. (red)
Editor : Hadwan





















