Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Tembus 1,58 Juta, KAI Catat Okupansi 40,87 Persen

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Calon penumpang ingin naik Kereta Api. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Calon penumpang ingin naik Kereta Api. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 terus melesat.

Untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI sudah menjual 1.583.635 tiket dari total 3.872.810 kursi yang tersedia.

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut tingkat okupansi sementara menembus 40,87 persen. Artinya, calon penumpang masih punya banyak pilihan jadwal dan rute.

“Tingkat okupansi masih 40,87 persen. Masyarakat tetap bisa memilih jadwal dan relasi perjalanan sesuai kebutuhan,” ujar Anne, Sabtu (21/2/2026).

Tanggal Favorit Mulai Padat

Selanjutnya, KAI mencatat lonjakan pemesanan tertinggi terjadi pada 23 Maret 2026 dengan 114.113 pelanggan. Disusul 24 Maret (112.758 pelanggan), 19 Maret (104.808 pelanggan), dan 18 Maret (103.718 pelanggan).

Baca Juga :  19 Jembatan Merah Putih Presisi di Klaten, Tingkatkan Akses Sekolah dan Ekonomi

Karena itu, KAI mengimbau masyarakat segera mengamankan tiket. Terlebih, periode 14–29 Maret 2026 menawarkan diskon tarif hingga 30 persen.

“Jika tanggal pilihan mulai padat, pelanggan bisa memilih alternatif jadwal atau memanfaatkan skema connecting train,” tegas Anne.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rute Favorit Jarak Jauh

Minat perjalanan terbesar sementara ini masih didominasi relasi jarak jauh di Pulau Jawa dan Sumatra. Berikut 10 kereta api dengan jumlah pelanggan terbanyak per 21 Februari 2026 pukul 07.00 WIB:

  • KA Airlangga (Pasar Senen–Surabaya Pasarturi pp): 60.325 pelanggan
  • KA Serayu (Pasar Senen–Kiaracondong–Purwokerto pp): 49.365 pelanggan
  • KA Bengawan (Pasar Senen–Purwosari pp): 48.663 pelanggan
  • KA Sri Tanjung (Ketapang–Lempuyangan pp): 46.340 pelanggan
  • KA Kahuripan (Kiaracondong–Blitar pp): 43.812 pelanggan
  • KA Sawunggalih (Kutoarjo–Pasar Senen pp): 41.842 pelanggan
  • KA Rajabasa (Kertapati–Tanjungkarang pp): 39.994 pelanggan
  • KA Pasundan Tambahan (Kiaracondong–Surabaya Gubeng pp): 37.047 pelanggan
  • KA Joglosemarkerto (Solo Balapan–Purwokerto–Tegal–Semarang Tawang–Solo Balapan pp): 36.683 pelanggan
  • KA Probowangi (Surabaya Gubeng–Ketapang pp): 28.976 pelanggan
Baca Juga :  Hujan Guyur Jakarta, Warga Diminta Siaga dan Tetap Waspada Genangan

Lonjakan ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat menyambut mudik Lebaran 2026 dengan moda kereta api.

Karena itu, KAI mengingatkan calon penumpang agar merencanakan perjalanan lebih awal. Dengan begitu, pemudik bisa memanfaatkan promo, memilih kursi terbaik, dan menghindari kehabisan tiket di tanggal favorit. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cyber Goes To School, Ditressiber Metro Jaya Edukasi Anak Cegah Kejahatan Digital
Kapolri Pastikan Kasus Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Maluku Diproses Transparan
Perampok Bersenpi Gasak Rp 800 Juta di Tubaba Ditangkap, Otak dan Eksekutor Dibekuk
Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi
Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:59 WIB

Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Tembus 1,58 Juta, KAI Catat Okupansi 40,87 Persen

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:44 WIB

Cyber Goes To School, Ditressiber Metro Jaya Edukasi Anak Cegah Kejahatan Digital

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:27 WIB

Kapolri Pastikan Kasus Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Maluku Diproses Transparan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:11 WIB

Perampok Bersenpi Gasak Rp 800 Juta di Tubaba Ditangkap, Otak dan Eksekutor Dibekuk

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB