Jejak Daun Camellia: Sejarah Panjang Teh dari Legenda Kaisar

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lebih dari sekadar minuman. Sejarah teh mengungkap perjalanan budaya yang luar biasa, mulai dari kecelakaan tak sengaja di Tiongkok purba hingga memicu jaringan kriminal internasional dan revolusi transportasi laut. Dok: Istimewa.

Lebih dari sekadar minuman. Sejarah teh mengungkap perjalanan budaya yang luar biasa, mulai dari kecelakaan tak sengaja di Tiongkok purba hingga memicu jaringan kriminal internasional dan revolusi transportasi laut. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID – Kisah teh bermula dari sebuah ketidaksengajaan di daratan Tiongkok. Legenda menyebutkan Kaisar Shen Nung sedang duduk di bawah pohon pada tahun 2737 SM. Saat itu, ia menunggu pelayannya merebus air minum. Beberapa helai daun Camellia sinensis tertiup angin dan jatuh ke dalam air mendidih tersebut.

Shen Nung merupakan seorang ahli herbal ternama. Ia memutuskan untuk mencicipi seduhan yang muncul secara tidak sengaja itu. Sulit untuk membuktikan kebenaran legenda tersebut. Namun, bukti arkeologis menunjukkan teh telah menjadi bagian kehidupan Tiongkok selama ribuan tahun. Arkeolog menemukan kontainer teh di makam-makam Dinasti Han (206 SM–220 M). Teh kemudian menjadi minuman nasional yang sah pada masa Dinasti Tang (618–906 M).

Penyebaran ke Jepang dan Perjalanan ke Barat

Popularitas teh melonjak drastis pada abad ke-8. Hal ini memicu Lu Yu menulis Ch’a Ching atau “Tea Classic”. Buku ini merupakan karya pertama yang khusus membahas tentang teh. Selanjutnya, para biksu Buddha Jepang membawa pulang tradisi ini setelah belajar di Tiongkok. Di Jepang, teh segera mendapatkan dukungan kekaisaran. Tradisi ini menyebar cepat dari biara ke seluruh lapisan masyarakat.

Eropa justru tertinggal cukup jauh dalam sejarah minuman ini. Catatan pedagang dan misionaris Portugis baru menyebutkan teh pada paruh kedua abad ke-16. Namun demikian, bangsa Belanda lah yang melakukan impor komersial pertama kali. Belanda mengirimkan konsinyasi teh dari Tiongkok melalui pangkalan dagang di Pulau Jawa pada 1606. Karena harganya yang selangit, teh awalnya menjadi minuman mewah khusus kaum aristokrat.

Krisis Pajak dan Jaringan Kriminal di Inggris

Inggris awalnya curiga terhadap tren dari benua Eropa. Bangsa ini mulai mengenal teh melalui pelaut British East India Company sekitar tahun 1600. Teh menjadi komoditas asing di kedai-kedai kopi London. Saat itu, hanya pria kelas menengah atas yang menikmatinya karena sistem pajak yang sangat mencekik.

Pajak yang tinggi memicu konsekuensi tidak terduga, yakni ledakan penyelundupan dan pemalsuan. Jaringan kejahatan terorganisir menyelundupkan hingga 7 juta pon teh setiap tahun pada akhir abad ke-18. Angka ini melebihi impor legal yang hanya 5 juta pon. Bahkan, penyelundup sering mencampur teh dengan daun tanaman lain atau daun bekas seduhan. Kondisi ini berakhir pada 1784 saat PM William Pitt yang Muda memangkas pajak hingga menjadi 12,5 persen.

Baca Juga :  Erick Thohir Sambut Pinjaman Lunak Rp16 Triliun dari FIFA–Saudi Bangun Stadion Modern

Era Kapal Clipper dan Kebangkitan Teh India

Momentum besar lainnya terjadi pada tahun 1834. Saat itu, monopoli perdagangan Tiongkok oleh East India Company resmi berakhir. Hal ini mendorong perusahaan mencari lokasi penanaman baru di luar Tiongkok. Pilihan mereka jatuh pada wilayah Assam di India.

Penanaman awal sempat gagal karena ternak merusak bibit perkebunan. Namun, impor teh Inggris dari India akhirnya melampaui Tiongkok untuk pertama kalinya pada 1888. Berakhirnya monopoli juga melahirkan era kapal clipper. Pedagang bersaing menggunakan kapal ramping dengan layar raksasa. Mereka ingin membawa pulang teh secepat mungkin demi meraup keuntungan maksimal.

Persaingan legendaris “balap kapal clipper” antara Inggris dan Amerika akhirnya berakhir. Pembukaan Terusan Suez membuat rute pelayaran menjadi lebih efisien bagi kapal uap. Sejak saat itu, teh bertransformasi menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas dan ekonomi global hingga hari ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Berita Terbaru

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB