JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ramadan kini telah memasuki etape terakhir. Bagi umat Muslim, sepuluh hari terakhir bukan sekadar hitung mundur menuju hari kemenangan, melainkan waktu untuk melakukan “akselerasi spiritual” guna menjemput Lailatul Qadar.
Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan dengan memperketat ikat pinggang dan menghidupkan malam-malam terakhirnya dengan ibadah yang lebih intens dibandingkan hari-hari sebelumnya. Oleh karena itu, memahami strategi ibadah yang efektif menjadi kunci agar kita tidak melewatkan kesempatan emas yang hanya datang setahun sekali ini.
I’tikaf bagi Pekerja Kantoran: Memburu Keberkahan di Sela Kesibukan
I’tikaf, atau berdiam diri di masjid dengan niat ibadah, merupakan amalan utama di akhir Ramadan. Banyak orang beranggapan bahwa i’tikaf hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki waktu luang penuh. Padahal, bagi pekerja kantoran di kota besar, ibadah ini tetap bisa dijalankan dengan manajemen waktu yang tepat.
Tips i’tikaf praktis bagi pekerja:
- I’tikaf Parsial: Anda dapat memulai i’tikaf setelah jam kantor, mulai dari waktu buka puasa atau setelah shalat Isya, hingga waktu sahur tiba.
- Memanfaatkan Akhir Pekan: Dedikasikan malam Sabtu dan Minggu untuk berdiam di masjid secara penuh guna mendapatkan ketenangan yang lebih dalam.
- Niat yang Terjaga: Pastikan setiap kali masuk ke masjid, Anda melafalkan niat i’tikaf agar setiap detik keberadaan Anda di sana bernilai pahala.
Selanjutnya, teknologi dapat membantu Anda mengatur jadwal kerja agar tidak mengganggu waktu ibadah malam. Dengan menyelesaikan tugas lebih awal, Anda memiliki stamina lebih untuk terjaga di sepertiga malam terakhir.
Daftar Doa Utama yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Malam Lailatul Qadar adalah malam pengampunan. Ketika Sayyidah Aisyah RA bertanya mengenai doa apa yang harus dibaca jika bertemu malam tersebut, Rasulullah SAW mengajarkan kalimat yang sangat indah namun mendalam.
1. Doa Utama Lailatul Qadar:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.” Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku.”
2. Doa Mohon Ketetapan Iman:
“Ya Muqallibal quluub, thabbit qalbii ‘ala diinik.” Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
Selain itu, Anda dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan doa sapu jagat guna memohon kebaikan di dunia maupun di akhirat. Pasalnya, pada malam tersebut, para malaikat turun ke bumi dan mengaminkan doa-doa hamba yang tulus bersimpuh di hadapan-Nya.
Tips Menjaga Konsistensi: Agar Tidak “Kendor” di Garis Finish
Fenomena “masjid yang mulai melompong” di akhir Ramadan sering terjadi akibat fokus masyarakat yang terpecah pada persiapan Lebaran. Namun demikian, juara sejati ditentukan di garis finish.
Beberapa strategi untuk menjaga konsistensi antara lain:
- Hindari Euforia Belanja Berlebihan: Selesaikan urusan pakaian baru atau belanja kebutuhan dapur sebelum masuk sepuluh malam terakhir. Hal ini bertujuan agar pikiran Anda tetap jernih dan fokus pada ibadah.
- Jaga Pola Makan dan Hidrasi: Konsumsi nutrisi seimbang saat sahur (karbohidrat kompleks dan protein) serta cukup minum air putih agar fisik tetap kuat untuk melakukan shalat malam (Qiyamul Lail).
- Cari Komunitas Ibadah: Beribadah bersama rekan atau komunitas di masjid dapat memberikan motivasi tambahan saat rasa kantuk dan lelah mulai menyerang.
Pada akhirnya, Lailatul Qadar adalah hadiah bagi mereka yang bersungguh-sungguh. Meskipun kita merasa ibadah di awal bulan belum maksimal, pintu ampunan masih terbuka lebar di sepuluh malam terakhir ini. Mari jadikan sisa Ramadan tahun 2026 ini sebagai momentum transformasi diri menjadi pribadi yang lebih bertaqwa.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















