TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Kawasan Timur Tengah kembali terjerumus ke dalam konfrontasi militer skala penuh. Israel secara resmi mengumumkan peluncuran serangan pre-emptif terhadap Iran pada Sabtu pagi waktu setempat.
Langkah militer ini meruntuhkan harapan diplomatik yang sempat terbangun dalam perundingan Jenewa awal bulan ini. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan kebutuhan mendesak bagi keamanan nasional. “Negara Israel meluncurkan serangan pre-emptif terhadap Iran guna menghilangkan ancaman yang nyata,” ujar Katz dalam pernyataan resminya.
Keterlibatan Militer AS dan Evakuasi Khamenei
Laporan dari The New York Times memperkuat dugaan adanya keterlibatan langsung Washington. Mengutip pejabat AS, media tersebut melaporkan bahwa jet tempur Amerika Serikat turut serta dalam serangan yang sedang berlangsung.
Di Teheran, situasi dilaporkan sangat mencekam. Suara ledakan hebat terdengar di berbagai penjuru kota sejak fajar menyingsing. Selanjutnya, sumber internal mengungkapkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sudah tidak berada di kediamannya. Aparat keamanan telah memindahkan sang pemimpin ke lokasi rahasia yang memiliki sistem perlindungan maksimal guna mengantisipasi serangan susulan.
Persiapan Operasi dan Koordinasi Washington
Seorang pejabat pertahanan Israel mengungkapkan bahwa operasi militer ini bukanlah tindakan impulsif. Pasalnya, militer telah merencanakan serangan ini selama berbulan-bulan melalui koordinasi intensif dengan Washington.
Tanggal peluncuran serangan tersebut kabarnya sudah pihak sekutu putuskan sejak beberapa minggu lalu. Insiden ini mengikuti pola ketegangan yang serupa dengan perang udara 12 hari pada Juni tahun lalu. Meskipun demikian, serangan kali ini petugas nilai jauh lebih masif karena menargetkan infrastruktur vital nuklir dan sistem pertahanan udara Iran secara simultan.
Status Darurat Nasional di Israel
Merespons potensi balasan dari Iran, militer Israel segera membunyikan sirene peringatan di seluruh penjuru negeri pada pukul 08.15 waktu setempat. Pemerintah menginstruksikan penutupan sekolah, tempat kerja non-esensial, dan larangan berkumpul di ruang publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Otoritas Bandara Israel menutup seluruh wilayah udara bagi penerbangan sipil. Warga diminta untuk tetap berada di dekat perlindungan bom (bomb shelters). Iran sendiri telah memberikan peringatan keras kepada negara-negara tetangga yang menampung pasukan AS. Teheran bersumpah akan menyerang balik pangkalan militer Amerika mana pun jika Washington terbukti memfasilitasi agresi Israel.
Kebuntuan Diplomasi Nuklir
Kegagalan jalur politik di Jenewa menjadi pemicu utama kembalinya mesin perang ke perbatasan. Israel tetap bersikeras bahwa kesepakatan nuklir apa pun harus mencakup penghancuran total infrastruktur nuklir Teheran, bukan sekadar penghentian pengayaan uranium.
Di sisi lain, Iran menolak mentah-mentah tuntutan untuk membatasi program rudal balistiknya. Teheran memandang sistem rudal tersebut sebagai hak kedaulatan untuk pertahanan diri. Kekuatan global kini mengkhawatirkan bahwa konfrontasi terbaru ini akan melumpuhkan pasokan energi dunia serta menyeret negara-negara regional ke dalam perang terbuka yang merusak stabilitas global di tahun 2026.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















