Tragedi Hanukkah Sydney: Keluarga Terdakwa Naveed Akram Mohon Gag Order Akibat Ancaman Maut

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Mencari keadilan dan kohesi sosial. Sidang umum perdana Komisi Kerajaan Australia resmi berjalan untuk menyelidiki lonjakan antisemitisme dan mengevaluasi celah keamanan nasional setelah tragedi penembakan Hanukkah di Bondi Beach. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Mencari keadilan dan kohesi sosial. Sidang umum perdana Komisi Kerajaan Australia resmi berjalan untuk menyelidiki lonjakan antisemitisme dan mengevaluasi celah keamanan nasional setelah tragedi penembakan Hanukkah di Bondi Beach. Dok: Istimewa.

SYDNEY, POSNEWS.CO.ID – Keluarga pria yang dituduh membunuh 15 orang dalam festival Yahudi di Bondi Beach tahun lalu menyatakan ketakutan luar biasa akan keselamatan mereka. Persidangan pada hari Selasa mengungkap bahwa keluarga tersebut terus menghadapi gelombang serangan dari kelompok “vigilante” atau main hakim sendiri.

Dalam konteks ini, Naveed Akram (24) menghadapi dakwaan atas penembakan brutal saat perayaan Hanukkah pada 14 Desember lalu. Australia mencatat peristiwa tersebut sebagai penembakan massal terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Akibatnya, amarah publik terhadap Akram kini mulai berimbas pada anggota keluarganya yang tidak terlibat.

Permohonan Perlindungan Identitas di Tengah Ancaman

Pengacara Akram, Richard Wilson, secara resmi mengajukan perintah larangan publikasi (gag order) untuk melindungi nama dan foto ibu serta saudara kandung terdakwa. Oleh karena itu, Akram berupaya mencegah penyebaran informasi mengenai alamat rumah, tempat kerja, hingga lokasi sekolah keluarganya. Wilson menegaskan bahwa keluarga Akram saat ini berada dalam risiko tinggi akibat tindakan masyarakat yang “salah arah dan marah”.

Bahkan, pihak keluarga mengaku telah menerima ancaman pembunuhan berkali-kali, baik secara langsung maupun melalui pesan teks. Kelompok vigilante juga menargetkan rumah mereka di Bonnyrigg, Sydney Barat, dengan serangan fisik. “Serangan-serangan ini secara sengaja bertujuan menimbulkan ketakutan,” ujar Wilson di hadapan pengadilan. Ia menekankan bahwa keluarga tersebut benar-benar merasa terancam secara fisik.

Kontroversi Keadilan Terbuka vs Hak Keamanan

Namun, sejumlah grup media besar di Australia menantang permohonan gag order tersebut. Dalam hal ini, pengacara media, Matthew Lewis, berargumen bahwa menjaga prinsip keadilan terbuka sangat penting bagi kepentingan publik. Menurutnya, keterbukaan dalam kasus ini justru akan memberikan “efek terapi” bagi bangsa yang sedang berduka.

Lebih lanjut, Lewis menyatakan bahwa masyarakat sebenarnya sudah mengetahui identitas keluarga Akram secara luas. Ibu terdakwa bahkan sempat memberikan wawancara kepada surat kabar lokal sesaat setelah serangan terjadi. Hakim Hugh Donnelly memutuskan untuk menunda keputusan akhir mengenai permohonan ini hingga 2 April mendatang.

Baca Juga :  Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza

Latar Belakang Serangan dan Dampak Nasional

Naveed Akram saat ini menghadapi total 59 dakwaan, termasuk 15 tuduhan pembunuhan dan pelanggaran terorisme. Polisi menembak mati ayahnya, Sajid Akram, yang diduga ikut melakukan penembakan, di lokasi kejadian. Sebagai hasilnya, polisi meyakini bahwa kelompok militan ISIS menginspirasi kedua pria tersebut untuk beraksi menggunakan senjata api bertenaga tinggi yang diperoleh Sajid secara legal.

Terlebih lagi, tragedi ini telah mengguncang Australia yang selama ini dikenal memiliki undang-undang senjata yang sangat ketat. Oleh sebab itu, pemerintah kini meluncurkan penyelidikan khusus yang didukung negara terhadap isu anti-semitismo dan kohesi sosial. Pada akhirnya, pemerintah Australia juga telah memperkuat aturan kepemilikan senjata dan memperkenalkan undang-undang pidana ujaran kebencian yang baru guna mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran
Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal
Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer
Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza
Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan
Juri Menyatakan Hadi Matar Bersalah atas Penikaman Penulis
Racun Sianida pada Tomat Diduga Tewaskan 15 Gajah di Kenya
14 Warga Meninggal dan Ledakan Mal Picu Krisis

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:37 WIB

Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan

Berita Terbaru

Rampungnya proses syuting Elden Ring. Sutradara Alex Garland dan studio A24 menyelesaikan tahapan pengambilan gambar film adaptasi game bernilai 100 juta dolar AS. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Adaptasi Game Raksasa: A24 Selesaikan Syuting Film Elden Ring

Sabtu, 1 Agu 2026 - 13:24 WIB