Rusia Bersedia Terima Usulan Jaminan Keamanan dari Amerika Serikat

Minggu, 1 Maret 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Napas lega di garis depan. Presiden Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata dua hari untuk peringatan Paskah Ortodoks, sebuah langkah yang segera disambut oleh Presiden Volodymyr Zelenskyy di tengah kebuntuan perang empat tahun. Dok: Istimewa.

Napas lega di garis depan. Presiden Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata dua hari untuk peringatan Paskah Ortodoks, sebuah langkah yang segera disambut oleh Presiden Volodymyr Zelenskyy di tengah kebuntuan perang empat tahun. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Harapan untuk mengakhiri perang terbesar di Eropa sejak 1945 kembali muncul setelah pihak Rusia menunjukkan pelunakan sikap di meja perundingan. Pemerintah Ukraina mengeklaim bahwa Moskow mulai menerima kerangka kerja jaminan keamanan yang Amerika Serikat tawarkan.

Kepala staf Presiden Volodymyr Zelenskyy, Kyrylo Budanov, menyampaikan informasi krusial tersebut dalam wawancara terbaru. “Pada perundingan terakhir, pihak Rusia menyatakan bahwa mereka akan menerima jaminan keamanan yang Amerika Serikat berikan kepada Ukraina,” ujar Budanov.

Jaminan Keamanan “Iron-Clad” dan Tekanan Konsesi

Ukraina saat ini sedang mengejar jaminan keamanan yang mengikat secara hukum atau “iron-clad”. Kesepakatan ini mewajibkan Amerika Serikat beserta sekutu pasifiknya untuk mengambil tindakan militer nyata jika Rusia kembali meluncurkan agresi di masa depan setelah perjanjian damai tercapai.

Namun demikian, situasi ini tidak sepenuhnya berpihak pada Kyiv. Presiden AS Donald Trump terus mendesak kedua belah pihak untuk segera menuntaskan perjanjian guna menghentikan beban finansial Amerika. Oleh karena itu, Zelenskyy mengeluhkan meningkatnya tekanan internasional yang memaksa negaranya untuk memberikan konsesi wilayah kepada Moskow sebagai alat tukar perdamaian.

Baca Juga :  Pria Bertato di Depok Todong Pisau, Rampas Motor dan HP Remaja di Bojongsari

Evaluasi Perundingan Jenewa

Putaran diskusi damai yang berlangsung di Jenewa pekan lalu sejatinya tidak menghasilkan terobosan besar yang bersifat instan. Baik pihak Kyiv maupun Moskow mendeskripsikan proses tersebut sebagai dialog yang sangat sulit dan menguras energi.

Meskipun begitu, pihak Washington melalui Departemen Luar Negeri memberikan penilaian yang lebih optimistis. Amerika Serikat mengeklaim melihat adanya “kemajuan yang bermakna” dalam penyelarasan visi teknis antara kedua negara yang bertikai. Perundingan tersebut petugas nilai berhasil memetakan poin-poin krusial yang sebelumnya dianggap mustahil untuk dibahas bersama.

Baca Juga :  Guncangan Aviasi Global: IATA Peringatkan Pemulihan Avtur Butuh Waktu Berbulan-bulan

Hambatan Pertemuan Puncak Zelenskyy-Putin

Meskipun jaminan keamanan menunjukkan progres, satu pilar utama diplomasi masih belum berdiri. Rusia hingga saat ini belum memberikan lampu hijau untuk pertemuan langsung antara Presiden Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Vladimir Putin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ide mengenai pertemuan puncak (summit) tersebut merupakan gagasan yang diusung oleh utusan khusus AS, Steve Witkoff. Pasalnya, Washington meyakini bahwa kesepakatan akhir hanya bisa tercapai melalui jabat tangan para pimpinan tertinggi. Budanov menegaskan bahwa tanpa adanya pertemuan tingkat tinggi, risiko pelanggaran gencatan senjata di masa depan akan tetap tinggi. Dunia kini menanti apakah sinyal positif mengenai jaminan keamanan ini akan bermuara pada pengakhiran konflik secara total di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cuaca Kamis 16 April 2026: Jabodetabek Hujan, Sejumlah Kota Waspada Cuaca Ekstrem
Program Asta Cita, Polres Tanggamus Garap Lahan 1 Hektar untuk Bawang Putih
Bareskrim Bongkar Sindikat Phishing Internasional, Raup Rp25 Miliar dari Jual Tools Hacker
Begal Sadis Gunung Sahari Jakarta Pusat Viral, 4 Pelaku Todong Celurit Rampas Korban
Pramono Anung Lantik 11 Pejabat DKI Jakarta Secara Tertutup, Ini Daftar Lengkapnya
Tawuran Viral di Tamansari, Polisi Tangkap 3 Remaja, Satu Terbukti Pakai Sabu
Bareskrim Bongkar 21,9 Kg Sabu Jaringan Malaysia di Bengkalis, Nilai Hampir Rp40 Miliar
Amerika Serikat Resmi Blokade Selat Hormuz guna Tekan Harga Bensin dan Nuklir Iran

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 06:11 WIB

Cuaca Kamis 16 April 2026: Jabodetabek Hujan, Sejumlah Kota Waspada Cuaca Ekstrem

Rabu, 15 April 2026 - 22:49 WIB

Program Asta Cita, Polres Tanggamus Garap Lahan 1 Hektar untuk Bawang Putih

Rabu, 15 April 2026 - 22:21 WIB

Bareskrim Bongkar Sindikat Phishing Internasional, Raup Rp25 Miliar dari Jual Tools Hacker

Rabu, 15 April 2026 - 22:03 WIB

Begal Sadis Gunung Sahari Jakarta Pusat Viral, 4 Pelaku Todong Celurit Rampas Korban

Rabu, 15 April 2026 - 21:48 WIB

Pramono Anung Lantik 11 Pejabat DKI Jakarta Secara Tertutup, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru