Rusia Bersedia Terima Usulan Jaminan Keamanan dari Amerika Serikat

Minggu, 1 Maret 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Retaknya kompromi Anchorage. Rusia menuduh Donald Trump melanggar kesepakatan puncak Alaska karena menghentikan mediasi damai demi fokus pada perang Iran. Dok: Istimewa.

Retaknya kompromi Anchorage. Rusia menuduh Donald Trump melanggar kesepakatan puncak Alaska karena menghentikan mediasi damai demi fokus pada perang Iran. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Harapan untuk mengakhiri perang terbesar di Eropa sejak 1945 kembali muncul setelah pihak Rusia menunjukkan pelunakan sikap di meja perundingan. Pemerintah Ukraina mengeklaim bahwa Moskow mulai menerima kerangka kerja jaminan keamanan yang Amerika Serikat tawarkan.

Kepala staf Presiden Volodymyr Zelenskyy, Kyrylo Budanov, menyampaikan informasi krusial tersebut dalam wawancara terbaru. “Pada perundingan terakhir, pihak Rusia menyatakan bahwa mereka akan menerima jaminan keamanan yang Amerika Serikat berikan kepada Ukraina,” ujar Budanov.

Jaminan Keamanan “Iron-Clad” dan Tekanan Konsesi

Ukraina saat ini sedang mengejar jaminan keamanan yang mengikat secara hukum atau “iron-clad”. Kesepakatan ini mewajibkan Amerika Serikat beserta sekutu pasifiknya untuk mengambil tindakan militer nyata jika Rusia kembali meluncurkan agresi di masa depan setelah perjanjian damai tercapai.

Namun demikian, situasi ini tidak sepenuhnya berpihak pada Kyiv. Presiden AS Donald Trump terus mendesak kedua belah pihak untuk segera menuntaskan perjanjian guna menghentikan beban finansial Amerika. Oleh karena itu, Zelenskyy mengeluhkan meningkatnya tekanan internasional yang memaksa negaranya untuk memberikan konsesi wilayah kepada Moskow sebagai alat tukar perdamaian.

Evaluasi Perundingan Jenewa

Putaran diskusi damai yang berlangsung di Jenewa pekan lalu sejatinya tidak menghasilkan terobosan besar yang bersifat instan. Baik pihak Kyiv maupun Moskow mendeskripsikan proses tersebut sebagai dialog yang sangat sulit dan menguras energi.

Meskipun begitu, pihak Washington melalui Departemen Luar Negeri memberikan penilaian yang lebih optimistis. Amerika Serikat mengeklaim melihat adanya “kemajuan yang bermakna” dalam penyelarasan visi teknis antara kedua negara yang bertikai. Perundingan tersebut petugas nilai berhasil memetakan poin-poin krusial yang sebelumnya dianggap mustahil untuk dibahas bersama.

Baca Juga :  Pam Bondi Mangkir dari Sidang Kongres Soal Berkas Jeffrey Epstein

Hambatan Pertemuan Puncak Zelenskyy-Putin

Meskipun jaminan keamanan menunjukkan progres, satu pilar utama diplomasi masih belum berdiri. Rusia hingga saat ini belum memberikan lampu hijau untuk pertemuan langsung antara Presiden Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Vladimir Putin.

Ide mengenai pertemuan puncak (summit) tersebut merupakan gagasan yang diusung oleh utusan khusus AS, Steve Witkoff. Pasalnya, Washington meyakini bahwa kesepakatan akhir hanya bisa tercapai melalui jabat tangan para pimpinan tertinggi. Budanov menegaskan bahwa tanpa adanya pertemuan tingkat tinggi, risiko pelanggaran gencatan senjata di masa depan akan tetap tinggi. Dunia kini menanti apakah sinyal positif mengenai jaminan keamanan ini akan bermuara pada pengakhiran konflik secara total di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Berita Terbaru

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB