Front Baru Perang Iran: AS dan Israel Galang Kekuatan Separatis Kurdi dan Baloch

Kamis, 5 Maret 2026 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ambang perang terbuka. Teheran memperingatkan balasan mematikan jika Washington melancarkan serangan baru, sementara penutupan Selat Hormuz terus mencekik 20% pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Ambang perang terbuka. Teheran memperingatkan balasan mematikan jika Washington melancarkan serangan baru, sementara penutupan Selat Hormuz terus mencekik 20% pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Amerika Serikat dan Israel sedang mempersiapkan front pertempuran darat baru di sepanjang perbatasan Iran. Serangan udara masif kini menargetkan puluhan posisi militer, pos perbatasan, dan kantor polisi di wilayah utara Iran yang berbatasan dengan Irak.

Langkah ini petugas nilai sebagai upaya pembukaan jalur bagi masuknya pejuang oposisi bersenjata. Seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa Washington siap memberikan dukungan udara penuh jika pejuang Peshmerga Kurdi memutuskan untuk menyeberangi perbatasan guna melakukan ofensif di wilayah daratan Iran.

Pergerakan Pasukan Kurdi dan Dukungan Trump

Kelompok pembangkang Kurdi Iran di Irak Utara kini dalam status siaga tinggi. Khalil Nadiri, pejabat Partai Kebebasan Kurdistan (PAK), menyatakan bahwa pasukan mereka telah bergerak menuju titik-titik strategis di Provinsi Sulaymaniyah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menariknya, laporan media AS menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump telah melakukan pembicaraan telepon langsung dengan dua pemimpin faksi Kurdi pekan ini. Trump menyatakan keterbukaan Washington untuk mendukung kelompok mana pun yang bersedia angkat senjata guna menggulingkan rezim di Teheran. “Kami percaya rezim saat ini dalam kondisi sangat lemah dan akan segera menghadapi hari-hari terakhirnya,” ujar juru bicara Partai Demokrat Kurdistan Iran (KDPI).

Baca Juga :  Timnas Indonesia vs Lebanon: Ujian Serius Garuda Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026

Ofensif di Front Baloch: Jaish al-Adl Bergerak

Konfrontasi tidak hanya terjadi di wilayah utara. Di tenggara Iran, kelompok militan etnis Baloch yang berbasis di pegunungan terpencil Pakistan juga mulai meluncurkan operasi militer.

Kelompok Jaish al-Adl mengeklaim telah membentuk koalisi bersenjata guna memperkuat perlawanan terhadap apa yang mereka sebut sebagai “tirani rezim”. Pada Selasa, mereka menyatakan bertanggung jawab atas pembunuhan seorang komandan polisi di Zahedan. Kelompok ini secara terbuka menyerukan agar personel militer Iran segera menyerah kepada sesama warga negara guna menghindari pertumpahan darah lebih lanjut di tengah gempuran asing.

Strategi “Hornet’s Nest” dan Risiko Perang Saudara

Meskipun strategi ini bertujuan untuk mengalihkan konsentrasi militer Iran, para pakar Hubungan Internasional memperingatkan risiko “sarang lebah” (hornet’s nest). Mendukung kelompok separatis etnis dapat memperdalam perpecahan nasional dan memicu perang saudara yang tidak terkendali.

Baca Juga :  Gu Ailing dan Liu Mengting Melaju ke Final Big Air Olimpiade 2026

Alia Brahimi, pakar Timur Tengah dari Atlantic Council, menilai langkah ini sangat berbahaya. “Jika pertempuran darat pemerintah serahkan kepada kelompok separatis, AS akan kehilangan kemampuan untuk mengendalikan arah konflik di lapangan,” tegasnya. Strategi ini dikhawatirkan justru akan menyatukan publik Iran untuk membela rezim demi mencegah perpecahan wilayah nasional mereka.

Reaksi Regional: Turki dan Suriah dalam Waspada

Dukungan AS terhadap kelompok Kurdi segera memicu alarm bahaya di negara-negara tetangga. Turki, Irak, dan Suriah yang memiliki minoritas Kurdi yang besar, mengkhawatirkan dampak domino dari stabilitas di Iran.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, petugas prediksi akan segera memberikan reaksi keras terhadap manuver Washington ini. Sementara itu, Wakil Perdana Menteri wilayah otonom Kurdistan Irak, Qubad Talabani, menegaskan posisi netral wilayahnya. Ia memastikan bahwa Kurdistan Irak tidak akan membiarkan wilayahnya petugas gunakan sebagai landasan pacu konflik regional yang sedang membara di awal Maret 2026 ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Berita Terbaru

Tandukan dramatis Daichi Kamada pada menit-menit akhir menyelamatkan Jepang dari kekalahan saat menghadapi Belanda pada laga pembuka Piala Dunia. Dok: (AP Photo/Julio Cortez)

SPORT

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Senin, 15 Jun 2026 - 08:35 WIB