Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Operasi militer bersama di Amerika Selatan. Pasukan Komando Selatan AS menembak mati Nino Guerrero, pemimpin geng teroris Tren de Aragua, dalam gempuran udara taktis. Dok: Istimewa.

Operasi militer bersama di Amerika Selatan. Pasukan Komando Selatan AS menembak mati Nino Guerrero, pemimpin geng teroris Tren de Aragua, dalam gempuran udara taktis. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keberhasilan operasi militer negara mereka di wilayah Amerika Selatan.

Sebab, militer Amerika Serikat sukses menembak mati pemimpin geng kriminal berbahaya Tren de Aragua. Pasukan Komando Selatan meluncurkan serangan udara taktis untuk melumpuhkan Hector Rusthenford Guerrero Flores alias Nino Guerrero.

Sementara itu, pemerintah Venezuela mengonfirmasi kematian gembong teroris tersebut dalam operasi bersama. Kementerian Komunikasi Venezuela menyatakan bentrokan bersenjata menewaskan Nino Guerrero secara instan di lapangan.

Oleh karena itu, Trump memuji kolaborasi erat dengan mitra kepemimpinan di Venezuela saat ini.

Penghargaan Tinggi dan Jeratan Hukum Jaksa Clayton

Sebelumnya, departemen luar negeri Amerika Serikat menawarkan imbalan fantastis sebesar lima juta dolar. Uang hadiah tersebut menyasar siapa saja yang memberikan informasi penangkapan Nino Guerrero.

Jaksa Federal New York Jay Clayton menjerat Nino Guerrero atas tuduhan konspirasi pemerasan. Clayton menyebut geng tersebut bertanggung jawab atas berbagai aksi kekerasan dan perdagangan narkoba.

Menariknya, Trump baru saja menominasikan Clayton sebagai Direktur Intelijen Nasional pada hari Kamis.

Baca Juga :  Kemenag Cairkan Rp4,01 Triliun Dana BOS Madrasah dan BOP RA

Label Teroris dan Serangan Politik Perbatasan

Pemerintah Amerika Serikat mengategorikan Tren de Aragua sebagai organisasi teroris internasional. Trump mengklaim geng tersebut melancarkan invasi terselubung ke kota-kota Amerika Serikat.

Meskipun begitu, kelompok diaspora Venezuela mengkritik keras pernyataan menyapu dari presiden tersebut.

Pada akhirnya, Trump juga memanfaatkan momentum ini untuk menyerang balik kebijakan perbatasan Joe Biden. Ia menuduh Biden membiarkan jutaan kriminal asing merusak keamanan warga Amerika Serikat. Trump berjanji akan terus memburu sisa-sisa jaringan kriminal tersebut secara berkelanjutan.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru

Presiden Xi Jinping menyerukan blok BRICS menjadi juru damai konflik Timur Tengah pada KTT New Delhi serta mempererat hubungan diplomatik dengan India. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:57 WIB