Ambisi yang Terhambat: Roket Kairos No. 3 Milik Startup Jepang Meledak 68 Detik Pasca-Luncur

Jumat, 6 Maret 2026 - 06:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mundurnya langkah swasta. Roket Kairos No. 3 milik Space One terpaksa meledakkan diri di atas langit Wakayama, menandai kegagalan ketiga bagi startup Jepang tersebut dalam misi menempatkan satelit ke orbit. Dok: Istimewa.

Mundurnya langkah swasta. Roket Kairos No. 3 milik Space One terpaksa meledakkan diri di atas langit Wakayama, menandai kegagalan ketiga bagi startup Jepang tersebut dalam misi menempatkan satelit ke orbit. Dok: Istimewa.

WAKAYAMA, POSNEWS.CO.ID – Upaya Jepang untuk mengomersialisasi peluncuran satelit swasta kembali menemui hambatan besar. Space One Co. secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka terpaksa menghentikan penerbangan roket Kairos No. 3 hanya satu menit setelah peluncuran pada Kamis pagi.

Roket setinggi 18 meter dengan berat 23 ton tersebut meluncur tepat pukul 11.00 waktu setempat dari Space Port Kii di Kushimoto. Namun, kebahagiaan para teknisi hanya bertahan selama 68 detik sebelum sistem keamanan roket mendeteksi anomali yang fatal.

Masalah Sistem Penghentian Otonom

Berdasarkan laporan awal, roket sempat mencapai ketinggian sekitar 30 kilometer sebelum meledak di udara. Pihak perusahaan memberikan indikasi bahwa masalah kemungkinan besar berasal dari sistem penghentian penerbangan otonom (autonomous flight termination system).

Sistem ini dirancang untuk meledakkan roket secara otomatis jika komputer mendeteksi bahwa misi tersebut sudah tidak mungkin terselesaikan dengan aman. “Saya memohon maaf dari lubuk hati yang paling dalam karena gagal menempatkan satelit ke orbit,” ujar Presiden Space One, Masakazu Toyoda, dalam konferensi pers yang emosional. Otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat jatuhnya puing-puing roket di perairan Pasifik tersebut.

Kegagalan Beruntun dan Kehilangan Satelit

Insiden Kamis ini merupakan pukulan telak bagi perusahaan yang berbasis di Tokyo tersebut. Ini menandai kegagalan ketiga bagi lini roket Kairos. Sebagai catatan, Kairos No. 1 meledak pada Maret 2024, sementara unit kedua juga mengalami penghancuran diri saat mencoba mengorbitkan satelit.

Peluncuran Kairos No. 3 sebenarnya telah mengalami penundaan sebanyak tiga kali akibat faktor cuaca ekstrem. Kerugian kali ini mencakup hancurnya lima satelit yang berada di dalam hidung roket. Muatan tersebut terdiri dari satelit milik Badan Antariksa Taiwan serta beberapa satelit dari startup Jepang lainnya yang berharap mendapatkan layanan peluncuran hemat biaya.

Baca Juga :  China Tetapkan Arah Ekonomi 2026: Xi Jinping Fokus Genjot Konsumsi Domestik dan Inisiatif AI

Masa Depan Space One dan Dukungan Industri

Space One berdiri pada tahun 2018 melalui konsorsium besar yang melibatkan Canon Electronics Inc. dan IHI Aerospace Co. Visi utama perusahaan adalah menyediakan layanan pengiriman luar angkasa reguler dengan harga yang bersaing di pasar global.

Meskipun menghadapi rentetan kegagalan, Masakazu Toyoda menegaskan bahwa perusahaan tidak akan menyerah. Space One masih memegang target ambisius untuk melakukan 20 misi per tahun pada akhir 2020-an dan meningkatkan frekuensi hingga 30 misi pada dekade 2030-an. Keberhasilan perusahaan ini sangat krusial bagi Jepang agar tidak tertinggal dalam perlombaan ekonomi luar angkasa yang kini didominasi oleh perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat dan Tiongkok.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB