Upaya Mediasi Prabowo untuk Redakan Konflik AS–Iran Didukung Negara Timur Tengah

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto berbuka puasa bersama Rais Aam PBNU, Ketua Umum Muhammadiyah, dan Ketua Umum MUI di Istana Merdeka, Jakarta. (Posnews/Setpres)

Presiden Prabowo Subianto berbuka puasa bersama Rais Aam PBNU, Ketua Umum Muhammadiyah, dan Ketua Umum MUI di Istana Merdeka, Jakarta. (Posnews/Setpres)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Dukungan terhadap langkah diplomasi Prabowo Subianto untuk meredakan konflik Amerika Serikat dan Iran terus menguat.

Sejumlah negara Islam dan Timur Tengah menyatakan dukungan terhadap inisiatif Indonesia yang siap menjadi mediator guna meredam ketegangan di kawasan Teluk.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia, Nusron Wahid, mengungkapkan Presiden Prabowo bahkan berencana membuka komunikasi langsung dengan Iran untuk membangun jalur mediasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Presiden ingin membuka pertemuan dengan Iran untuk membangun ruang mediasi dan melihat kesiapan mereka,” ujar Nusron usai menghadiri pertemuan Presiden dengan para tokoh Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Negara Timur Tengah Dukung Inisiatif Indonesia

Selain itu, Nusron menegaskan sejumlah negara Islam dan Timur Tengah menyambut positif langkah diplomasi yang diinisiasi Prabowo.

Baca Juga :  Kurban Istiqlal 2026: 78 Hewan Disembelih, Daging Capai 10 Ton

Menurutnya, beberapa negara seperti Pakistan dan Uni Emirat Arab memberikan dukungan terhadap upaya Indonesia menjembatani dialog antara Washington dan Teheran.

“Langkah Presiden mendapat dukungan dari sejumlah negara Islam dan Timur Tengah, termasuk Pakistan dan UAE,” tegas Nusron.

Di sisi lain, para pemimpin negara yang tergabung dalam Developing Eight Organization for Economic Cooperation atau D-8 juga mendorong terciptanya perdamaian dunia dan menolak konflik berkepanjangan di kawasan Teluk.

“Mereka sepakat mendorong perdamaian dan menolak perang yang berlarut-larut, khususnya di Iran dan kawasan Teluk,” tambahnya.

Indonesia Siap Jadi Jembatan Perdamaian

Sebelumnya, pemerintah Indonesia kembali menegaskan kesiapan menjadi mediator apabila kedua pihak bersedia berunding.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Presiden Prabowo siap menjembatani dialog antara Amerika Serikat dan Iran demi menurunkan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca Juga :  Prabowo: 10 Ribu Puskesmas Tak Pernah Diperbaiki 30 Tahun, Dana Sitaan Koruptor Dipakai Renovasi

“Jika kedua pihak menghendaki, Presiden siap menjadi mediator. Namun keputusan tetap berada di tangan mereka,” kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Lebih lanjut, Sugiono mengungkapkan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran beberapa hari sebelumnya.

Dalam pembicaraan tersebut, Indonesia menyampaikan keprihatinan atas gagalnya perundingan yang memicu peningkatan ketegangan.

Karena itu, Indonesia mendorong kedua negara kembali ke meja perundingan serta menghormati prinsip kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing negara.

“Indonesia ingin menjadi jembatan dari berbagai perbedaan. Kami menawarkan diri untuk membantu meredakan konflik dan membuka jalan dialog,” tegas Sugiono.

Langkah diplomasi ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai kekuatan penyeimbang yang aktif mendorong perdamaian global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat
Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI
Kasus Narkoba White Rabbit, Bareskrim Limpahkan 3 Tersangka ke Kejaksaan
Menag Ajak Warga Ikut Doa Kebangsaan di Monas 1 Agustus 2026
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:20 WIB

Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:46 WIB

Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:01 WIB

Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB