Bareskrim Kejar DPO Narkoba Boy dan Awan, Tim Gabungan Sisir Jabodetabek – Kalimantan

Senin, 9 Maret 2026 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso. (Posnews/Ist)

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri terus memburu dua buronan besar jaringan narkotika nasional, A. Hamid alias Boy dan Satriawan alias Awan.

Hingga saat ini, tim gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri masih melakukan pengejaran intensif di sejumlah wilayah strategis di Indonesia.

Operasi pengejaran dilakukan secara masif di Jabodetabek, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan, hingga Sumatera Utara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi juga memperketat pengawasan jalur perbatasan untuk mengantisipasi kedua buronan tersebut kabur ke luar negeri melalui jalur ilegal.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi para pelaku jaringan narkoba untuk melarikan diri.

“Tim gabungan masih melakukan pencarian dan pengejaran intensif terhadap DPO A. Hamid alias Boy dan DPO Satriawan alias Awan di berbagai wilayah,” tegas Brigjen Eko.

Diburu di Banyak Wilayah

Dalam operasi tersebut, aparat memetakan sejumlah wilayah yang diduga menjadi jalur pelarian para buronan.

Selain wilayah Jabodetabek dan NTB, penyidik juga memperluas pengejaran hingga Kalimantan dan Sumatera Utara.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan pelaku melarikan diri ke luar negeri melalui jalur tidak resmi, khususnya di wilayah perbatasan.

Baca Juga :  Viral Penganiayaan ART di Sunter Jakut, Majikan Diduga Pukul dan Tendang Korban

Strategi pengejaran tersebut juga mengikuti pola pelarian jaringan narkotika sebelumnya, termasuk jejak pelarian tersangka Koko Erwin, yang sempat mencoba kabur melalui jalur perairan.

Terlibat Jaringan Narkoba Besar

Nama A. Hamid alias Boy dan Satriawan alias Awan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah terungkap keterlibatan mereka dalam jaringan narkotika yang dikendalikan bandar besar Koko Erwin.

Dalam struktur jaringan tersebut, Boy diduga berperan sebagai bandar sekaligus pengendali distribusi narkotika, sedangkan Awan berfungsi sebagai kurir yang membawa sabu untuk diedarkan di wilayah Bima, NTB.

Penyidik juga mengungkap fakta mengejutkan bahwa Boy pernah memberikan uang sekitar Rp1,8 miliar kepada eks Kasat Narkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi sebagai “uang atensi” selama periode Juni hingga November 2025.

Uang tersebut kemudian diduga mengalir ke mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus narkotika tersebut.

Peran Kurir Sabu 1 Kilogram

Sementara itu, buronan lainnya Satriawan alias Awan diduga berperan sebagai kurir utama jaringan tersebut.

Dalam penyidikan, Awan disebut membawa sekitar 1 kilogram sabu yang diperoleh dari jaringan pemasok di Aceh untuk diedarkan di wilayah Bima dan sekitarnya.

Baca Juga :  Hidup Dikurasi Algoritma: Pilihan Palsu di Ujung Jari

Ciri-ciri DPO

Bareskrim Polri juga merilis ciri-ciri kedua buronan agar masyarakat dapat membantu proses pencarian.

A. Hamid alias Boy

  • Tinggi sekitar 171 cm
  • Berbadan gemuk
  • Rambut hitam bergelombang
  • Kulit sawo matang
  • Wajah lonjong dan alis tebal
  • Diduga berdomisili di Kota Bima, NTB
  • Berprofesi sebagai sopir
  • Pernah divonis 6 bulan penjara kasus narkotika pada 2021

Satriawan alias Awan

  • Tinggi sekitar 160 cm
  • Satu gigi depan ompong
  • Kulit putih
  • Rambut pendek beruban dan agak botak
  • Memiliki luka besar di kaki
  • Berdomisili di Desa Lampe, Kota Bima, NTB
  • Berprofesi sebagai wiraswasta

Polisi Perketat Jalur Pelarian

Untuk mempersempit ruang gerak para buronan, tim gabungan juga memperketat pengawasan di jalur-jalur rawan penyelundupan manusia.

Pengawasan difokuskan di wilayah Kalimantan dan Sumatera Utara, yang kerap menjadi jalur keluar-masuk ilegal menuju negara tetangga.

Bareskrim Polri menegaskan bahwa pengejaran terhadap kedua buronan tersebut akan terus dilakukan hingga tertangkap.

“Polri berkomitmen membongkar seluruh jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya, termasuk aktor utama dan pihak yang memberikan perlindungan,” tegas Brigjen Eko. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Sutrimo Tewas di Kebayoran Baru, Polisi Sisir CCTV dan Periksa Saksi
Polisi Amankan 3 Pelaku Bentrokan Menteng, 15 Orang Diperiksa
Misteri Kematian Sutrimo di Kebayoran Baru Diselidiki Polda Metro Jaya
Bentrokan Berdarah di Menteng Tewaskan 1 Orang, Berawal dari Persoalan Sarapan
Data Pusiknas Bareskrim: Penganiayaan Geser Pencurian, Kriminalitas Naik 8,3 Persen
Gagal Gondol Motor, Maling di Tapos Depok Todongkan Senpi ke Warga
KPK Temukan Uang Rp4 Miliar di Rumah Kadis PUPR Bengkulu
Bandar Haradongan Simanjuntak Ditangkap, Bareskrim Kejar Pemasok Narkoba dari Medan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:16 WIB

Misteri Sutrimo Tewas di Kebayoran Baru, Polisi Sisir CCTV dan Periksa Saksi

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:51 WIB

Polisi Amankan 3 Pelaku Bentrokan Menteng, 15 Orang Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:04 WIB

Misteri Kematian Sutrimo di Kebayoran Baru Diselidiki Polda Metro Jaya

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:00 WIB

Bentrokan Berdarah di Menteng Tewaskan 1 Orang, Berawal dari Persoalan Sarapan

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:24 WIB

Data Pusiknas Bareskrim: Penganiayaan Geser Pencurian, Kriminalitas Naik 8,3 Persen

Berita Terbaru

Langkah baru pasar monitor OLED. Philips merilis Evnia 32M2N6901A yang memadukan panel 4K QD-OLED 165Hz dengan harga kompetitif. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Philips Resmi Meluncurkan Monitor Evnia 32M2N6901A

Minggu, 26 Jul 2026 - 22:30 WIB

Lompatan industri semikonduktor China. Produsen memori CXMT mematok harga modul DDR5 server melampaui tarif Samsung akibat lonjakan permintaan pusat data AI. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Produsen Chip China CXMT Patok Harga Memori Lebih Mahal

Minggu, 26 Jul 2026 - 22:00 WIB

Lompatan teknologi videografi profesional. Sony meluncurkan kamera Cinema Line FX5 yang membawa sensor full-frame 18,2 MP dan perekaman open gate 5K. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Sony Resmi Meluncurkan Kamera Cinema Line FX5

Minggu, 26 Jul 2026 - 21:36 WIB

Solusi komputasi serbabisa. TECNO merilis laptop MEGABOOK K14S di Indonesia yang menawarkan performa hingga Intel Core i9 serta sembilan port fisik lengkap. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

TECNO Resmi Meluncurkan MEGABOOK K14S Bertenaga Core i9

Minggu, 26 Jul 2026 - 21:31 WIB