Hidup Dikurasi Algoritma: Pilihan Palsu di Ujung Jari

Sabtu, 1 November 2025 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Informasi tanpa batas. Era digital menghancurkan kendali informasi negara dan memberdayakan aktor non-negara dalam panggung politik global tahun 2026. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Informasi tanpa batas. Era digital menghancurkan kendali informasi negara dan memberdayakan aktor non-negara dalam panggung politik global tahun 2026. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Pernahkah Anda sadar bahwa feed TikTok atau Instagram Anda terlihat sangat berbeda dari milik teman Anda? Konten yang Anda lihat, rekomendasi film di Netflix, bahkan hasil pencarian Google Anda, semuanya telah melalui kurasi personal. Realitas digital Anda unik, sebuah desain khusus hanya untuk Anda.

Oleh karena itu, kita hidup dalam ilusi pilihan. Kita merasa memiliki kebebasan penuh saat menjelajahi dunia digital, padahal kenyataannya kita hanya memilih dari menu terbatas yang algoritma sajikan.

Terjebak dalam Bubble

Algoritma dirancang untuk satu tujuan utama: membuat kita terus scroll atau menonton. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan memberi kita lebih banyak hal yang sudah kita sukai. Jika Anda menonton satu video politik A, algoritma akan menyajikan sepuluh lagi video serupa.

Di sinilah letak bahayanya. Tanpa kita sadari, algoritma memasukkan kita ke dalam “gelembung filter” (filter bubble). Ini adalah dunia terisolasi di mana algoritma secara diam-diam menyaring informasi yang mungkin bertentangan dengan keyakinan kita.

Baca Juga :  Di Balik Bermain: Masa Kecil Tanpa Mainan Berbahaya?

Hasilnya, kita berakhir di “ruang gema” (echo chamber). Ini adalah lingkungan digital di mana semua informasi yang kita terima hanya memperkuat dan mengonfirmasi bias yang sudah kita miliki. Akibatnya, pandangan kita menjadi semakin ekstrem karena kita lupa bahwa ada perspektif lain di luar sana.

Realitas yang Terdistorsi

Jebakan algoritma ini lebih dari sekadar ketidaknyamanan; sebaliknya, ini adalah ancaman bagi pemikiran kritis. Ketika kita hanya mendengar gema dari suara kita sendiri, kita menjadi lebih mudah terpolarisasi, kurang toleran, dan rentan terhadap disinformasi yang sesuai dengan pandangan kita.

Selain itu, kita kehilangan kemampuan untuk berdebat secara sehat karena kita bahkan tidak lagi berbagi realitas yang sama dengan orang lain yang berada di bubble yang berbeda. Algoritma telah mempersonalisasi segalanya, termasuk kebenaran.

Baca Juga :  Polres Metro Jakarta Barat Latih Pengurus Masjid Jadi Ahli Pemulasaran Jenazah

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cara Keluar dari Penjara

Lalu, bagaimana cara “keluar” dari penjara algoritma ini? Mustahil untuk menghindarinya sepenuhnya, tetapi kita bisa melawannya.

Mulailah dengan kesadaran. Sadari bahwa apa yang Anda lihat hanyalah suguhan, bukan keseluruhan. Secara aktif cari perspektif yang berbeda. Sebagai contoh, ikuti akun atau kreator yang tidak Anda setujui. Gunakan mode penyamaran (incognito) saat mencari topik sensitif untuk melihat hasil yang lebih netral.

Pada akhirnya, kita harus merebut kembali agensi kita. Jangan biarkan algoritma mendikte realitas kita. Jadilah kurator aktif atas pikiran Anda, bukan konsumen pasif dari feed Anda.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit
Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:40 WIB

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Berita Terbaru

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB