Stok Beras Nasional Melimpah, Mentan Amran Pastikan Aman hingga 2026

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Amran Sulaiman menyampaikan laporan cadangan beras nasional kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta. (Posnews/Setpres)

Amran Sulaiman menyampaikan laporan cadangan beras nasional kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta. (Posnews/Setpres)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkap kabar menggembirakan soal ketahanan pangan nasional.

Cadangan beras Indonesia saat ini menembus angka sekitar 4 juta ton dan diproyeksikan melonjak hingga 5 juta ton dalam waktu dekat.

Laporan itu disampaikan langsung Amran dalam sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/3/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, stok beras nasional kini berada pada level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026.

“Data dua hari lalu sudah menyentuh 4 juta ton. Bulan depan kemungkinan naik menjadi 5 juta ton. Ini cadangan tertinggi kita dan cukup untuk sekitar 324 hari atau sampai akhir tahun,” tegas Amran di hadapan jajaran kabinet.

Ekspor Minyak Sawit Mentah Meningkat

Tak hanya soal beras, Amran juga melaporkan perkembangan positif dari komoditas strategis lainnya.

Baca Juga :  Tiga Guru Inspiratif Terima Penghargaan dari Presiden Prabowo di Hari Guru Nasional 2025

Salah satunya adalah lonjakan ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, ekspor CPO Indonesia naik sekitar 6 juta ton. Angka itu bahkan melampaui kebutuhan dalam negeri untuk program biofuel yang berada di kisaran 5,3 juta ton.

Kenaikan tersebut memperkuat performa ekspor sektor pertanian secara keseluruhan.

Selain itu, kinerja sektor pertanian juga tercermin dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Amran menyebut produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian kini mencapai 5,74 persen—angka tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

Tak hanya itu, indikator kesejahteraan petani yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) juga mencatatkan rekor tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.

Amran menilai capaian tersebut tidak lepas dari berbagai kebijakan strategis pemerintah.

Baca Juga :  Tips Membeli Motor Listrik agar Baterai Awet dan Performa Maksimal

Di antaranya adalah kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk hasil pertanian serta penurunan harga pupuk hingga sekitar 20 persen yang membantu meringankan beban petani.

“Ini hasil kebijakan pemerintah. HPP dinaikkan dan harga pupuk turun sekitar 20 persen tanpa membebani anggaran secara berlebihan. Dampaknya langsung terasa pada kesejahteraan petani,” jelasnya.

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kondisi ketahanan pangan nasional saat ini berada di jalur yang kuat.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah tetap harus waspada dan memantau seluruh komoditas pangan strategis.

Menurut Prabowo, perhatian khusus perlu diberikan pada sumber protein masyarakat seperti sektor perikanan—baik perikanan darat, tangkap, maupun perikanan lepas pantai—yang dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rasa Karya Seni: Corsair Resmi Rilis SHUGO DDR5
Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026, Pelanggar Pelat Nomor Jadi Target
Mengapa Komputasi Ini Bisa Mengubah Segalanya?
Lonjakan Harga Dunia Picu Kerusakan Hutan dan Krisis Merkuri
Sopir Angkot Disiram Bensin Lalu Dibakar di Tanah Abang, Pelaku Akhirnya Dibekuk
Raja Charles III Temui Donald Trump di Gedung Putih
Bea Cukai Marunda Santuni Yatim dan Lansia di Cilincing, Aksi Nyata Kepedulian Sosial
Laboratorium Narkoba di Apartemen Salemba Digerebek, 5 Kg Tembakau Sintetis Disita

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:13 WIB

Rasa Karya Seni: Corsair Resmi Rilis SHUGO DDR5

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:27 WIB

Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026, Pelanggar Pelat Nomor Jadi Target

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:37 WIB

Mengapa Komputasi Ini Bisa Mengubah Segalanya?

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:58 WIB

Lonjakan Harga Dunia Picu Kerusakan Hutan dan Krisis Merkuri

Kamis, 30 April 2026 - 14:27 WIB

Sopir Angkot Disiram Bensin Lalu Dibakar di Tanah Abang, Pelaku Akhirnya Dibekuk

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB